{"id":246768,"date":"2023-12-05T09:57:11","date_gmt":"2023-12-05T02:57:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=246768"},"modified":"2023-12-05T09:57:11","modified_gmt":"2023-12-05T02:57:11","slug":"cara-chat-dosen-pembimbing-supaya-cepat-lulus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cara-chat-dosen-pembimbing-supaya-cepat-lulus\/","title":{"rendered":"Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini!"},"content":{"rendered":"<p><i>Cara chat dosen pembimbing memang perlu diperhatikan. Salah dikit bisa jadi lulusnya lama.\u00a0<\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak alasan di balik<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/skripsi-molor-bukan-sepenuhnya-salah-mahasiswa-dosen-juga-terlibat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> kuliah mahasiswa yang molor<\/a>. Ada yang mahasiswanya memang malas menyelesaikan studi. Namun, ada juga mahasiswa yang lama lulus karena komunikasi yang tidak lancar dengan dosen pembimbing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin perkara komunikasi terdengar sepele ya, tapi faktor ini betulan bisa memperlambat kuliah kalian, lho. Apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir yang terkesan mengejar-ngejar dosen di setiap chat. Niatnya ingin lulus cepat, tapi malah tersendat karena dianggap kurang sopan hingga diabaikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sesama mahasiswa tingkat akhir, saya akan berbagi cara chat dosen pembimbing. Jangan khawatir, panduan ini sudah saya konsultasikan dengan salah satu dosen muda di kampus saya. Panduan ini semoga bisa menyampaikan maksud kalian dengan baik dan tidak menyinggung dosen ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Awali dengan salam, kalimat sapaan, menyebut nama dosen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara chat dosen pembimbing yang pertama, awali dengan salam atau sapaan yang baik dan menyebut nama dosen. Tidak perlu mencantumkan nama dosen secara lengkap hingga gelarnya. Cukup gunakan nama panggilan atau nama yang populer di kampus. Contoh awalan chat-nya seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAssalamualaikum Wr Wb. Selamat pagi (sesuaikan waktunya sendiri), Pak\/Bu (nama dosen).\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Memohon maaf atas waktu dosen yang telah kalian ganggu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengungkapkan sapaan, mintalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/3-cara-efektif-minta-maaf-lewat-chat-whatsapp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">permohonan maaf<\/a> atas waktu dosen yang sudah kalian ganggu. Lakukanlah meski kalian tidak merasa mengganggu waktu dosen atau dosen yang kalian chat terlihat sedang senggang. Contohnya kalimatnya seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMohon maaf, mengganggu waktunya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran saya sih jangan pakai kata \u201ckalau\u201d ya. Kata \u201ckalau\u201d cukup sensitif di kalimat permohonan maaf. Kata tersebut menandakan kalian masih sombong karena tidak mengakui telah mengganggu waktu dosen. Pokoknya jangan sampai kalimatnya begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMohon maaf, kalau saya mengganggu waktu Bapak\/Ibu.\u201d Jangan seperti itu, cukup pakai contoh kalimat sebelumnya saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Sebutkan identitas kalian<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara chat dosen pembimbing selanjutnya, sebutkan identitas kalian. Identitas meliputi nama lengkap dan angkatan. Kalimat ini penting sebab dosen tidak\u00a0 tidak akan mengenal bahkan menghafal semua mahasiswanya. Apalagi dari sekadar foto profil WhatsApp. Lupa menyebutkan identitas bisa berujung pada pesan yang tidak direspon hingga kena omelan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#4 Jelaskan keperluan kalian tanpa bertele-tele<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di bagian ini saya tidak bisa memberi contoh secara persis. Sebab keperluan kalian pasti bermacam-macam.\u00a0 Saya hanya bisa menyarankan kalian menyusun kalimat chat yang runtut dan jelas maksudnya. Kuncinya cuma satu, jangan terlalu bertele-tele. Sebab, kalau bertele-tele, dosen bisa saja malas membacanya dan memperbesar persentase chat tidak dibalas.<\/span><\/p>\n<h2><b>#5 Hindari kalimat tertentu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jangan bertele-tele, kalian juga perlu menghindari kalimat \u201capakah Bapak\/Ibu ada di ruangan?\u201d saat chat ke dosen pembimbing. Kalimat tanya itu seolah-olah mahasiswa menganggap sang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-jarang-ngajar-tapi-pelit-nilai-sebenarnya-minta-diapain-sih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dosen bolos kerja<\/a>.\u00a0 Biar tidak sampai kena semprot, jangan pernah pakai kalimat tanya itu, tapi gantilah dengan kalimat tanya langsung seperti ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIzin bertanya Pak\/Bu. Saya mau bimbingan skripsi, kira-kira pukul berapa saya bisa ke ruangan Pak\/Bu (sesuaikan dengan nama dosen)?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi langsung tanya saja. Tidak usah menanyakan keberadaan sang dosen. Urusan apakah nantinya dosen beneran tidak ada di ruangannya, biar dosen sendiri yang memberitahu kalian, oke?<\/span><\/p>\n<h2><b>#6 Jangan pakai emoji apapun selain high five<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat chat ke dosen, jangan sekali-kali pakai emoji senyum, tertawa, apalagi jari tengah, ya. Pokoknya jangan pakai emoji apapun selain <a href=\"https:\/\/tekno.kompas.com\/read\/2019\/07\/03\/15183207\/emoji-dua-telapak-tangan-menempel-berdoa-atau-tos-high-five\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">emoji high five<\/a>. Ya kecuali, kalau dosennya moderat atau kalian sudah akrab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu, memang emoji high five bukan simbol minta maaf. Namun percayalah, pengetahuan umum dosen soal emoji high five itu sampai sekarang masih bermakna minta maaf atau menyimbolkan sopan santun. Jadi, tetaplah pakai itu kalau memang ada kalimat yang menurut kalian perlu dilengkapi dengan emoji tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>#7 Perhatikan waktu mengirimkan chat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal waktu mengirimkan pesan sebenarnya sangat fleksibel dan tergantung dari masing-masing dosen. Namun, saya sarankan untuk mengirimkan pesan di jam kerja saja, apalagi kalau kalian belum terlalu akrab dengan dosennya. Patokan saya, jangan chat dosen sebelum pukul 07.00\u00a0 WIB dan setelah 15.00 WIB. Perkara waktu ini juga harus diperhatikan dan diingat betul.<\/span><\/p>\n<h2><b>#8 Jangan lupa ucapkan terima kasih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalimat chat kalian sudah lengkap menyesuaikan panduan di atas tadi, maka di akhir kalimat jangan lupa untuk ucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih ini jangan hanya saat chat kalian sudah dijawab saja. Ucapkan juga saat awalan chat alias sebelum chat dibalas. Sebab itu akan menambahkan kesan ke dosen bahwa kalian adalah mahasiswa yang punya tata krama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas adalah cara chat dosen pembimbing yang bisa kalian contoh. Dosen satu dengan yang lain memang berbeda-beda. Namun, cara yang paling umum seperti panduan di atas adalah cara yang paling aman. Apalagi kalau kalian belum terlalu mengenal dosennya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu akan berbeda kalau kalian sudah mengenal atau bahkan akrab dengan dosen pembimbing. Cara chat dosen pembimbing pun bisa disesuaikan. Soalnya ada juga dosen yang malah merasa tidak nyaman kalau dihubungi dengan cara yang terlalu formal. Jadi tetap lihat-lihat atau sesuaikan preferensi dosennya ya.\u00a0 \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosen-pembimbing-nggak-harus-bantu-mahasiswa-saat-sempro\/\">Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung<\/a>!<\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara chat dosen pembimbing perlu diperhatikan. Jangan sampai mahasiswa lulus lama hanya karena salah cara berkomunikasi dengan dosbing. <\/p>\n","protected":false},"author":2221,"featured_media":246984,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[21982,21918,1116,34],"class_list":["post-246768","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-cara-chat-dosen-pembimbing","tag-dosbing","tag-dosen-pembimbing","tag-mahasiswa"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=246768"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246768\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/246984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=246768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=246768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=246768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}