{"id":246171,"date":"2023-12-04T11:54:35","date_gmt":"2023-12-04T04:54:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=246171"},"modified":"2023-12-04T11:54:35","modified_gmt":"2023-12-04T04:54:35","slug":"6-rekomendasi-babi-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-rekomendasi-babi-jogja\/","title":{"rendered":"6 Rekomendasi Kuliner Babi di Jogja yang Bisa Kalian Coba Saat Liburan Natal dan Tahun Baru"},"content":{"rendered":"<p><em> Bagi kalian yang berdomisili di Jogja dan nggak sempet masak waktu Natal, ini 6 rekomendasi babi Jogja yang bisa kalian sambangi.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Mariah Carey mulai merajai Spotify dan mal-mal terdekat, artinya Natal makin dekat. Dan Natal tak pernah biasa bagi orang yang merayakannya. Sebab ya, hari itu adalah hari paling ditunggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Natal, selain hari besar keagamaan, juga jadi hari pesta makanan bagi penganutnya. Kurang afdal rasanya Natal kok nggak makan bersama. Dan lebih nggak lengkap lagi kalau nggak makan babi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, nggak semua orang bisa masak babi, atau nggak sempat karena kesibukan menerpa. Perlu dimaklumi, Desember itu waktunya perusahaan menutup buku dan bikin perencanaan untuk tahun depan. Jadi ya, apa pun agamamu, kau tetap saja dihajar kesibukan. Dan kalau sudah begini, rekomendasi kuliner babi jadi salah satu kata kunci paling rame mendekati Natal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi yang kebetulan hidup di Jogja, saya punya 6 rekomendasi babi di Jogja yang bisa kalian sambangi. Untuk yang luar kota, coba cari sendiri. Saya nggak tahu je.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa berlama-lama, ini daftarnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rekomendasi babi Jogja pertama, Warung Babi Khas Batak Toba Tabo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasanya nggak lengkap ngasih rekomendasi kuliner babi kalau nggak memasukkan warung batak ke dalamnya. Warung babi khas Batak Toba Tabo adalah salah satu warung yang menyajikan kuliner babi khas Batak Toba yang dijamin otentik. Seperti babi panggang, saksang, babi goreng, sate babi, dan olahan babi lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Warung ini juga menyediakan 3 jenis sambal khas Batak. Yaitu sambal andaliman, sambal bawang, dan kuah saksang. Saya rekomendasikan untuk mencoba babi panggang serta saksang. Untuk saya pribadi, menu babi panggang paling pas jika dipadukan dengan sambal andaliman. Sedangkan untuk saksang sudah nikmat dimakan tanpa ditambahi sambal. Karena saksang sendiri sudah kaya dengan rasa. Oh, bagi kalian yang nggak suka babi, tempat makan ini juga menyediakan menu non babi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ngapain juga ya ke warung babi tapi nggak beli babi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi tempat makannya sangat strategis, berada di daerah Timoho. Tepatnya di pinggir Jalan Ipda Tut Harsono. Tempatnya sederhana dan tidak begitu luas. Tersedia area parkir yang cukup untuk menampung motor dan mobil. Salah satu keuntungan setelah makan di sini adalah mendapatkan member card. Kalian bisa dapat menu gratis juga, tapi ada syarat dan ketentuan ya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kedai C_lenk<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi babi Jogja selanjutnya adalah tempat makan khusus olahan babi hutan alias celeng. Jujur saja saat pertama kali berkunjung ke <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/kedaic_lenk\/?hl=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kedai C_lenk<\/a>, saya bingung mau pilih menu yang mana. Karena menu yang ditawarkan sangat variatif. Rasanya ingin coba satu per satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun olahan kedai ini menggunakan daging celeng, tapi dijamin tidak akan amis dan alot. Karakter masakan tempat ini cenderung gurih manis khas masakan Jawa. Kalau ke sini wajib banget pesan babi panggang, primadona dari Kedai C_lenk. Selain itu, menu yang tak kalah enak adalah babi goreng dan babi rica. Babi gorengnya cukup unik, bumbunya lebih mirip sate goreng khas Jawa. Kalau babi ricanya berani bumbu dan pedas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi tempat makan ini ada di Jalan Kaliurang. Persis di belakang komplek Gereja Katolik Keluarga Kudus Banteng. Karena tempat makan ini berada di tengah pemukiman penduduk, saya sarankan untuk stand by Gmaps jika hendak berkunjung. Namun, jangan khawatir, untuk area parkir tersedia cukup luas baik motor ataupun mobil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rekomendasi babi Jogja ketiga, Warung Bakso Babi 08<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekomendasi babi Jogja selanjutnya untuk kalian yang bosan menyantap makanan berat, yaitu Warung Bakso Babi 08. Hidangan utama di sini adalah bakso babi. Sangat cocok dinikmati apalagi pas musim hujan seperti sekarang ini. Selain bakso babi tempat ini juga menyediakan sate babi. Kedua menu tersebut sangat terjangkau. Seporsi bakso babi hanya dua belas ribu rupiah saja, sedangkan sate babi hanya lima ribu rupiah per tusuknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semangkok bakso babi komplit berisi bakso, mie, tahu, sayur serta tetelan. Masih dilengkapi dengan keripik pangsit. Tekstur baksonya lembut, kenyal, serta terasa dagingnya. Kuah kaldunya juga segar. Sengaja tidak dibikin asin, maka disediakan garam untuk menyesuaikan rasa asin. Kalau sate babinya rasanya simpel dengan bumbu kecap yang khas. Dagingnya empuk dan potongannya juga besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan ini berlokasi di Jalan Forlantas, tepatnya utara Jalan Godean KM 7,5. Tersedia parkiran untuk motor, kalau mobil hanya muat maksimal 3 saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Porkylicious Bah Pong<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan yang satu ini lokasinya sangat strategis. Berada di pusat kota serta dekat destinasi wisata Jogja. Menu yang ditawarkan Porkylicious ada bakso babi, babi kecap, babi lada hitam, bakmi babi dan nasi goreng babi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat dari cara masaknya, saya menduga juru masak di warung ini profesional. Dan terbukti masakannya enak. Menu andalan di sini adalah babi lada hitam. Tapi saya merekomendasikan nasi gorengnya. Cita rasa masakannya bergaya Chinese Food. Rasa nasi gorengnya gurih sedikit manis. Rasa spicy dari lada cukup kuat. Makin sempurna dengan aroma smokey yang khas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan ini ada di Jalan Parangtritis. Tepat di sebelah selatan Pojok Beteng Wetan. Tapi parkirannya agak PR ya, Gais. Saran saya sih, pakai transportasi umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggandul truk, misale.<\/span><\/p>\n<h2><b>Babi Geprek Bang Jack<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau menikmati olahan babi yang tak biasa? Warung Babi Geprek Bang Jack bisa menjadi jawaban, sebab menu utama di sini adalah babi geprek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Babi geprek di sini beneran digeprek ya. Tidak sekadar dioles dengan sambal. Daging babinya digoreng crispy lalu digeprek dengan sambal mentah sesuai kaidah pergeprekan. Untuk tingkat kepedasannya kalian bisa tentukan sendiri. Tenang, menu babi geprek ini sudah sepaket dengan nasi putih sehingga hemat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasinya ada di Gamping Sleman. Tepatnya di utara SPBU Ambarketawang. Tempatnya di tengah kampung, jadi jangan lupa membuka Gmaps. Cita rasanya sebanding dengan effort untuk mengunjungi tempat ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rekomendasi babi Jogja terakhir, Warung Bu Sri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kalian sedang berziarah ke Gua Maria Jatiningsih, kalian bisa mampir ke Warung Bu Sri. Agar kebutuhan rohani dan jasmani sama-sama terpenuhi. Lho jangan salah, rohani yang tenang butuh jasmani yang kenyang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat makan ini sangat sederhana .Tapi rasa masakannya boleh diadu dengan restoran. Cita rasa masakan Warung Bu Sri khas Jawa yang cenderung manis. Tersedia menu sate babi, tongseng babi, dan bakso babi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sate babi di sini berisi 4 tusuk per porsi. Rasanya gurih manis, dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Makin nikmat jika dipadukan sambal kecap. Kalau tongseng babi memang cenderung manis. Tapi masih cocok di lidah saya karena tidak terlalu manis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi Warung Bu Sri ada di utara parkiran Gua Maria Jatiningsih. Tepatnya di sisi kanan jalan jika dari parkiran. Jadi tak perlu pindah parkir motor atau mobil setelah selesai ziarah. Jalan beberapa langkah saja sudah sampai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">******<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 6 rekomendasi kuliner babi Jogja yang bisa kalian kunjungi saat libur Natal dan Tahun Baru. Jadi tidak perlu bingung lagi untuk mencari tempat makan bersama keluarga. Yang pasti jangan lupa beribadah, juga bahagia bersama. Selamat menyongsong Natal!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Maria Assumpta Dyah Putri Utami<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/warung-masakan-babi-di-jogja-yang-bikin-ngiler\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Warung Masakan Babi di Jogja yang Bikin Ngiler<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minoritas, berkumpul!<\/p>\n","protected":false},"author":2479,"featured_media":246759,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[21973,115,21974,6165],"class_list":["post-246171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-babi-jogja","tag-jogja","tag-olahan-babi","tag-rekomendasi"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2479"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=246171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/246759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=246171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=246171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=246171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}