{"id":246134,"date":"2023-12-06T11:25:11","date_gmt":"2023-12-06T04:25:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=246134"},"modified":"2023-12-06T19:23:33","modified_gmt":"2023-12-06T12:23:33","slug":"yamaha-aerox-motor-matik-paling-aneh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-aerox-motor-matik-paling-aneh\/","title":{"rendered":"Yamaha Aerox: Motor Yamaha yang Aneh karena Mahal, Boros BBM, Suspensi Keras kayak Batu tapi Jadi Favorit Anak Muda"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pengguna Yamaha Aerox 155cc, saya kadang heran kenapa motor kayak gini bisa menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kelebihan-motor-honda-scoopy-yang-tetap-dihujat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kegemaran anak muda<\/a>. Memang, ia motor Yamaha yang gagah, sporty, dan desainnya oke, menurut saya. Namun, motor ini juga mempunyai kelemahan yang sebetulnya cukup mengganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya pembaca bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas, izinkan saya menjelaskan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kelebihan motor Yamaha Aerox yang membuat saya jatuh cinta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin motor Yamaha Aerox itu halus, tapi responsif. Cocok untuk saya yang masih muda ini hehehe. Selain itu, panel speedometer-nya terbilang lengkap. Misalnya, Yamaha menggunakan speedometer LCD dengan indikator putaran mesin (RPM), pengatur kecerahan layar, dan jam. Menurut saya, panel speedometer Aerox New adalah yang paling lengkap di kelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita bergeser ke desain <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-cara-mengatasi-tangki-bensin-sepeda-motor-bocor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tangki bensin<\/a>, di mana motor Yamaha Aerox unggul dari pesaingnya. Jadi, tangki bensinnya itu ada di bagian deck, sehingga pengguna tidak perlu repot-repot untuk membuka jok motor ketika mengisi bensin. Sudah begitu, bagasinya luas, sebesar 25 liter<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, keberadaan fitur Y-Connect untuk mengetahui informasi tentang motor kita. Misalnya, ada GPS, info temperatur mesin, ODOmeter, dan lain-lain. Makanya, motor Yamaha Aerox itu motor canggih dan memiliki fitur fungsional.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kekurangan motor kegemaran anak muda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, motor Yamaha Aerox itu boros bensin. Apalagi jika kita membandingkannya dengan <a href=\"https:\/\/www.astra-honda.com\/product\/vario-160\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Honda Vario 160<\/a>, sang kompetitor. Perbandingannya seperti ini. Untuk 1 liter bensin, Aerox hanya bisa menempuh 37 kilometer. Sementara itu, Vario 160 bisa sampai 45 kilometer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah boros, suspensinya keras kayak batu. Iya, walaupun Yamaha sudah melengkapinya dengan dualshock, motor ini memiliki bantingan yang keras. Makanya, saya sering agak terpental saat melewati jalan rusak atau polisi tidur.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-aerox-motor-matik-paling-aneh\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Hari gini rem tromol?<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelemahan lain dari motor Yamaha Aerox adalah rem belakang masih tromol. Alasan menggunakan tromol karena motor ini memiliki bobot yang ringan. Namun, setelah menggunakan motor ini saya merasa rem tromol tidak sepadan. Maklum, tenaga motor ini tergolong besar, sehingga pengereman jadi tidak maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah rem tidak maksimal, fitur keamanannya juga tidak lengkap. Motor ini tidak menyediakan fitur smart key atau keyless. Iya, nggak ada smart key padahal ini motor mahal. Yamaha membanderolnya di kisaran 27 hingga 32 juta rupiah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan saya sebagai pengguna<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motor Yamaha Aerox, secara tampilan, memang cocok untuk anak muda kayak saya hahaha. Ini motor matic sport dengan mesin yang tangguh dan design keren.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, calon pembeli perlu mempertimbangkan beberapa kekurangan yang sudah saya jelaskan. Yah, kalau saya boleh menyarankan, ini tetap motor yang layak kamu bawa pulang. Beberapa kekurangan yang ada bisa diatasi dengan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merombak-motor-bekas-honda-tiger-menjadi-cb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">modifikasi ringan<\/a>, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, build quality motor ini jauh di atas pesaing terdekatnya, yaitu Vario 160. Yah, pada akhirnya, semua terserah selera dan budget kamu, kan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: David Sherano<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/yamaha-all-new-nmax-155-motor-kok-nanggung-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Yamaha All New NMAX 155: Bikin Motor kok Nanggung Banget, Nggak Worth untuk Dibeli<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yamaha Aerox itu motor Yamaha yang aneh. Ini motor yang mahal, boros bensin, dan suspensinya keras. Namun, malah jadi favorit anak muda. Aneh!<\/p>\n","protected":false},"author":2486,"featured_media":250472,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[18535,22015,20891,22014,22017,22016,7778,19909],"class_list":["post-246134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-aerox","tag-honda-vario-160","tag-motor-yamaha","tag-motor-yamaha-aerox","tag-rekomendasi-motor-matik","tag-vario-160","tag-yamaha","tag-yamaha-aerox"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2486"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=246134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/246134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/250472"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=246134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=246134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=246134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}