{"id":244409,"date":"2023-11-28T13:40:17","date_gmt":"2023-11-28T06:40:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=244409"},"modified":"2023-11-28T13:40:17","modified_gmt":"2023-11-28T06:40:17","slug":"sederhana-tapi-bikin-sinoman-marah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sederhana-tapi-bikin-sinoman-marah\/","title":{"rendered":"3 Hal Sederhana yang Dilakukan Tamu Undangan, tapi Bikin Sinoman Marah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinoman menjadi bagian penting dalam sebuah hajatan. Kelompok pemuda yang diharapkan selalu hadir untuk membantu pemilik hajatan dalam menjamu tamu mereka. Oleh sebab itu sinoman harus memiliki sifat sabar supaya menyenangkan para tamu. Dalam tembang sinom <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gadhung Melati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bahkan dijelaskan bahwa seorang pemuda harus memiliki nilai pengendalian diri dan kebijaksanaan. Watak-watak itulah yang seharusnya ada dalam diri seorang sinoman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi jika melihat perilaku tamu yang sering mengabaikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">basic manners <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam bertamu, sepertinya sinoman berhak marah dan mengabaikan nasihat dalam tembang <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=newqZ-FIEjw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gadhung Melati<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Seperti beberapa perilaku menjengkelkan tamu berikut, yang mungkin sederhana tapi bisa bikin sinoman marah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Datang terlambat, kerja sinoman jadi gawat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menggambarkan betapa menjengkelkannya tamu telat, sedikit saya gambarkan sistem kerja sinoman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinoman adalah penanggung jawab penyajian konsumsi kepada tamu. Biasanya waktu kapan konsumsi tersebut disajikan sudah diatur sedemikian rupa supaya flow kerja dan penyajian makanan dapat berjalan dengan nyaman. Misal setelah ijab qobul minum dan snack keluar, lalu setelah sambutan makanan berat keluar, lalu berikutnya makanan penutup. Ketika ada tamu telat yang jumlahnya cukup banyak, kerja akan bertumpuk. Sajian minum dan snack yang seharusnya sudah lewat masa penyajiannya terpaksa harus dikeluarkan ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya ada dua kemungkinan ketika ada tamu telat. Pertama, tamu tersebut tidak kebagian makanan karena sudah keburu diloroti dan habis. Atau tamu tersebut tidak terlayani dengan baik karena sinoman sudah keburu badmood. Jika sudah demikian, sinoman sebagai penanggung jawab pelayanan tamu yang akan disalahkan. Lagi pula, di undangan kan sudah tertera pukul berapa acara dimulai dan selesai. Jadi apa susahnya sih datang on time?\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menyisakan makanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan menyebalkan tamu kondangan berikut ini biasanya terjadi pada acara nikahan yang menggunakan konsep prasmanan. Karena tamu dibebaskan mengambil makanan, terkadang membuat mereka ngawur ketika ambil makanan. Mentang-mentang makan gratis, lalu mengambil makanannya seenak jidat. Tanpa mempedulikan kemampuan pencernaan diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelakuan seperti ini sangatlah bikin jengkel sinoman. Tugas sinoman itu tidak hanya melayani tamu, membereskan sisa makan tamu juga merupakan salah satu tugas sinoman. Makanan yang masih tersisa akan membuat sulit untuk dibereskan. Selain menjijikkan, sisa makanan akan membuat piring sulit ditumpuk dan dibawa kembali ke dapur untuk dicuci.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula, menyisakan makanan dalam budaya Islam bukanlah kebiasaan yang baik. Kalau sekiranya nggak lapar-lapar amat, tolong jangan ambil makanan banyak-banyak. Dunia ini dalam ancaman krisis pangan lho\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menaruh tempat makan di sembarang tempat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membereskan peralatan makan bekas tamu juga menjadi salah satu kewajiban seorang sinoman. Biasanya peralatan makan saat hajatan merupakan barang sewaan, sehingga sebisa mungkin peralatan makan kembali dalam keadaan utuh dan lengkap. Namun sering sekali dijumpai kelakuan tamu yang meletakkan peralatan makan tersebut di sembarang tempat. Ada yang diletakkan di bawah meja kursi, di atas meja prasmanan, dan tempat-tempat yang tidak semestinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika peralatan makan ditaruh di kolong meja atau kursi ada kemungkinan terinjak dan pecah. Mau tidak mau tuan rumah harus ganti rugi. Paling tidak, taruhlah piring kotor tersebut pada tempat yang sekiranya mudah dijangkau. Bisa juga dijadikan satu, lalu ditaruh di meja yang sudah disiapkan panitia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Alah gitu aja manja, kan tugas sinoman memang begitu!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukan tentang manja atau kami para sinoman tidak mau direpotkan. Tapi ini tentang hal baik sederhana yang bikin semua pihak senang. Jika para sinoman sudah berusaha melayani tamu dengan baik. Paling tidak para tamu juga harus menghormati sinoman. Dengan tidak melakukan hal menyebalkan seperti di atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Kuncoro Purnama Aji<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kawula-sinoman-menggugat-sistem-rewang-tanpa-organ-tunggal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawula Sinoman: Menggugat Sistem Rewang Tanpa Organ Tunggal<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saling menghargai kan bisa to, ges.<\/p>\n","protected":false},"author":1325,"featured_media":244444,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[363,365,9875,8793,2757],"class_list":["post-244409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-hajatan","tag-pernikahan","tag-rewang","tag-sinoman","tag-tamu-undangan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1325"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244409"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244409\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}