{"id":244204,"date":"2023-11-27T13:27:42","date_gmt":"2023-11-27T06:27:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=244204"},"modified":"2023-11-27T13:27:42","modified_gmt":"2023-11-27T06:27:42","slug":"desa-wanurejo-dekat-candi-borobudur-melengkapi-liburanmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/desa-wanurejo-dekat-candi-borobudur-melengkapi-liburanmu\/","title":{"rendered":"Desa Wanurejo, Desa Wisata Dekat Candi Borobudur yang Bisa Melengkapi Liburanmu"},"content":{"rendered":"<p><em>Mampir ke Desa Wanurejo setelah mengunjungi Candi Borobudur akan menyempurnakan liburanmu.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Borobudur masih menjadi primadona destinasi wisata di Indonesia. Candi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah itu dikunjungi hingga jutaan wisatawan setiap tahun,\u00a0 baik dari domestik maupun mancanegara. Tidak heran sih, candi ini magnetnya begitu besar karena tercatat dalam dalam tujuh keajaiban dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu terakhir, pemerintah melalui Badan Otorita Borobudur melakukan pembatasan demi menjaga kelestarian candi. Salah satunya, wisatawan tidak bisa lagi naik ke Candi Borobudur. Tentu banyak wisatawan yang kecewa dengan pembatasan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, seiring dengan adanya pembatasan itu, daerah sekitar Candi Borobudur kian berkembang. Destinasi di sekitar candi tidak kalah indah sehingga bisa mengobati kekecewaan pengunjung. Sebut saja Punthuk Setumbu di Desa Karangrejo dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sebagai-orang-magelang-saya-menuntut-adanya-malioboro-di-kota-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gereja Ayam Desa di Desa Kembanglimus.\u00a0<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dua destinasi wisata yang terkenal karena film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), sebenarnya masih ada Desa Wisata Wanurejo yang menawarkan pemandangan indah, wisata sejarah, dan wisata seni. Sangat sayang kalau kalian ke Borobudur tapi hanya ke lokasi-lokasi yang sudah mainstream itu, sekali-kali cobalah menikmati Desa Wisata Wanurejo.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pemandangan Desa Wanurejo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanurejo lebih datar dibanding beberapa desa di sekitar Borobudur. Desa ini tergolong dengan dengan Candi Borobudur sehingga mudah dijangkau dengan fasilitas publik. Walau mudah dijangkau, pemandangan yang ditawarkan Desa Wanurejo masih asri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu spot yang menjadi favorit wisatawan adalah ladang di Dusun Pondok Tingal. Spot itu menyajikan pemandangan sawah dan kebun petani lengkap dengan pagar bukit menoreh. Jika melihat lebih detail, dari spot itu tampak Hotel Mata langit yang berada di atas bukit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tanpa harus lelah-lelah mendaki, wisatawan bisa mendapat spot yang Instagramable. Lokasi tersebut belum punya pengelola sehingga benar-benar masih natural. Masuk ke lokasi juga tidak dipungut biaya. tidak dikelola jadi benar2 terasa natural apa adanya. Karena natural sudah pasti spot ini gratis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak jauh dari spot ladang, ada Balkondes Wanurejo yang juga menawarkan pemandangan tidak kalah indah. Bahkan, dari titik ini kalian bisa melihat langsung Candi Borobudur dari kejauhan. Balkondes merupakan balai ekonomi desa yang mendapat bantuan CSR dari BUMN. Biasanya akan dibangun restoran dan penginapan yang estetik agar bisa memutar roda perekonomian desa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Wisata sejarah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya pemandangan yang indah, Desa Wanurejo juga menyajikan wisata sejarah. Di sana terdapat <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Candi_Pawon\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Candi Pawon<\/a>, petirtaan dan makam bersejarah. Sudah sejak dahulu, ketiga lokasi itu kerap dikunjungi orang-orang ketika berkunjung ke Borobudur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Candi Pawon terletak di Dusun Brojonalan. Candi Buddha ini menjadi bagian dari<a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/buddha-waisak-dan-pesan-toleransi-sriwijaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> ritual Waisak<\/a>. Bicara Waisak, dalam ritualnya terdapat komponen yang harus ada yaitu air suci. Air suci diambil dari tujuh tempat yang berbeda, salah satunya di petirtaan di Dusun Brojonalan dekat Candi Pawon itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Petirtaan yang letaknya di atas Sungai Progo kini sudah dipercantik dan nyaman. Dekat dengan petirtaan terdapat sebuah situs dengan batuan struktur candi. Di dusun ini juga ada makam pendiri Desa Wanurejo.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Wisata seni dan budaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berwisata kurang lengkap tanpa mengenal budaya dan seni daerah setempat. Selain membawa pulang pengalaman, kalian juga bisa menjadikan benda-benda seni di destinasi wisata sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan. Melihat peluang ini, Desa Wanurejo menawarkan wisata budaya dan seni bagi wisatwan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang suka menonton pertunjukan tari dan kerajinan batik, wisatawan bisa berkunjung ke Dusun Pondok Tingal. Disana terdapat sanggar tari tradisional dan juga terdapat pengrajin batik. Selain itu, terdapat satu galeri seni yg terkenal di Pondok Tingal bernama Limanjawi. Di sana sering digelar event seni bertaraf nasional dan internasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa keunggulan Desa Wisata Wanurejo yang terletak tidak jauh dari Candi Borobudur. Liburanmu akan semakin lengkap dengan lebih mengenal kehidupan warga sekitar Borobudur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Lia Budiarti<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/candi-borobudur-di-jogja-sampai-kapan-salah-sebut-begini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mau Sampai Kapan Salah Menyebutkan Candi Borobudur Terletak di Jogja?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kunjungi Desa Wanurejo ketika mengunjungi Candi Borobudur. Di desa wisata itu kalian bisa melihat pemandangan indah, wisata sejarah, dan wisata seni budaya.  <\/p>\n","protected":false},"author":2457,"featured_media":244248,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[19414,21800,10004,3224],"class_list":["post-244204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-candi-borobudur","tag-desa-wanurejo","tag-jawa-tengah","tag-wisata"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2457"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244204"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244204\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}