{"id":244177,"date":"2023-11-27T10:46:57","date_gmt":"2023-11-27T03:46:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=244177"},"modified":"2023-11-27T10:46:57","modified_gmt":"2023-11-27T03:46:57","slug":"jakarta-nggak-ada-keras-kerasnya-buat-orang-cikarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jakarta-nggak-ada-keras-kerasnya-buat-orang-cikarang\/","title":{"rendered":"Buat Orang Cikarang, Jakarta Itu Nggak ada Keras-kerasnya karena Gaya Hidup Pekerjanya Saja yang Bikin Ogah Kerja di Sana"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang Cikarang yang pernah kerja di Jakarta, menurut saya, ibu kota itu nggak keras-keras amat. Minimal nggak seperti yang disampaikan perantau asal desa yang baru keluar dari desanya. Mungkin lebih tepatnya kerja di ibu kota itu lebih disiplin, ketat, dan penuh persaingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas mengapa saya tidak melanjutkan karier di Jakarta? Memang benar kerja di J-Town itu biasa saja menurut standar saya. Namun, yang berat adalah gaya hidup pekerjanya yang selangit. Gaya hidup pekerja di sana jauh lebih tinggi ketimbang daerah-daerah lain yang bahkan punya standar upah yang lebih baik macam <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-orang-bekasi-merantau-padahal-umk-nya-besar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bekasi<\/a>, Karawang, dan Cikarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Di Jakarta, ngopi bisa hampir setiap hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa-rasanya, lambung orang-orang yang kerja di Jakarta itu kuat-kuat semua. Bagaimana tidak? Lha wong banyak pekerja di ibu kota punya kebiasaan selalu ngopi setiap hari. Waktu ngopinya pun sangat fleksibel, bisa dimulai pagi, siang, atau malam. Tempatnya pun beragam, ada yang ngopi di tempat pricey kayak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menu-red-flag-starbucks-yang-berpotensi-bikin-kecewa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Starbucks<\/a> sampai di toko retail modern macam Family Mart.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus terang, sebagai orang Cikarang penyintas penyakit lambung, saya sulit mengikuti kebiasaan tersebut. Jangankan setiap hari, ngopi seminggu sekali saja bisa bikin penyakit saya kumat. Terlebih bila ngopi saat kondisi perut kosong.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pagi kerja, malam pesta<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tua, saya makin membutuhkan istirahat yang cukup. Terutama pada malam hari. Tak penting lagi rasanya begadang seperti saat kuliah dulu. Di titik ini, saya merasa pesan dalam lagu \u201cBegadang\u201d yang dibawakan oleh <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Rhoma_Irama\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bang Haji Rhoma Irama<\/a> ada benarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, istirahat yang cukup di malam hari bukan gaya sebagian pekerja Jakarta. Setelah pulang kantor, segelintir pekerja bersama rekan sejawat kadang ke tempat hiburan malam sampai dini hari. Hebatnya, pagi harinya, mereka mampu masuk pagi dengan tepat waktu. Istilah, pagi kerja, malam pesta. Orang Cikarang nggak relate, karena sampai rumah saja sudah harus menempuh perjalanan jauh. Mending cepet tiidur, udah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerap terjadi perselingkuhan di kantor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu gaya hidup yang aneh banget di mata saya, orang Cikarang, adalah selingkuh dengan teman kantor. Mau sesama pegawai atau sama bawahan\/atasan, ada saja kejadian. Saya belum pernah memergoki secara langsung. Namun, saya cukup sering mendengar istilah \u201cmain cantik\u201d karena perselingkuhan yang tidak kunjung terbongkar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Melaksanakan ibadah wajib saja sudah dianggap alim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tipe orang yang nggak mau ngurusin ibadah orang lain. Jika rekan kerja mau diajak salat jamaah, saya sudah sangat bersyukur. Kalau nggak mau, ya itu sudah urusan masing-masing. Saya nggak mau memaksa sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang menjadi masalah adalah penyematan stigma alim kepada saya yang hanya menjalankan ibadah wajib. Buat saya, yang orang Cikarang, itu sangat aneh. Pasalnya, orang alim itu bukan hanya melaksanakan ibadah wajib doang. Melainkan menjalankan ibadah sunnah pula, berilmu tinggi, serta menjauhi segala larangan Tuhan. Ciri yang sangat jauh dari diri saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Punya starterpack barang mewah untuk ngantor, di mana orang Cikarang nggak relate<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah menjadi rahasia umum kalau pekerja di Jakarta punya starterpack barang mewah untuk ngantor. Khususnya daerah perkantoran elite kayak SCBD. Salah satu starterpack barang mewah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-kelebihan-pekerja-cikarang-dibanding-pekerja-scbd-jakarta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pekerja SCBD<\/a> adalah lanyard dari brand Coach.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Starterpack barang mewah ala SCBD ini sepertinya nggak bisa saya ikuti. Selain karena harganya yang mahal, saya melihat barang dari kegunaan dan keawetan. Bukan dari kemewahannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Selalu mengikuti perkembangan fashion<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pekerja di Jakarta tidak bisa tidak mengikuti perkembangan fashion. Selain itu, kebijakan aturan pakaian bebas asal sopan menjadi salah satu pemicunya. Jadi, nggak perlu lagi pakai seragam kayak zaman dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukannya nggak mau ngikutin perkembangan fashion, cuma buta saja sama dunia seperti itu. Lagian pakai fashion terkini juga nggak mempengaruhi kinerja saat bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah gaya hidup pekerja Jakarta yang nggak relate sama orang Cikarang dan bikin saya nggak sanggup bekerja di sana. Kalau kalian mampu menghadapi itu semua, jangan ragu-ragu untuk merantau di ibu kota. Silakan taklukan ibu kota dengan jerih payah dan keringat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Ahmad Arief Widodo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cikarang-status-pns-nggak-menarik-untuk-buruh-pabrik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Di Cikarang, Status PNS Tidak Terlihat Menarik. Status Karyawan Tetap Pabrik Adalah Impian yang Lebih Menjanjikan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memang benar, kerja di Jakarta itu biasa saja menurut standar saya orang Cikarang. Yang berat adalah gaya hidup pekerjanya yang selangit.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":244208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[7211,21796,21797,20832,3235,529,15046],"class_list":["post-244177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-cikarang","tag-gaji-bekasi","tag-gaji-cikarang","tag-gaji-jakarta","tag-ibu-kota","tag-jakarta","tag-scbd"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244177"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244177\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}