{"id":244113,"date":"2023-11-26T16:14:08","date_gmt":"2023-11-26T09:14:08","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=244113"},"modified":"2023-11-26T16:14:08","modified_gmt":"2023-11-26T09:14:08","slug":"panduan-menghadapi-barista-yang-berusaha-upselling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/panduan-menghadapi-barista-yang-berusaha-upselling\/","title":{"rendered":"Panduan Berhadapan dengan Rayuan Sakti Barista yang Berusaha Upselling  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barista coffee shop yang ramah dan bisa akrab banget sama pelanggan itu punya nilai plus sendiri. Meski begitu, ada juga jenis pelanggan yang nggak mau basa-basi dan pinginnya pesen, bayar, dan duduk. Nah, tipe pelanggan seperti ini biasanya memang terlampau introvert, atau justru trauma dengan keramahtamahan si barista di masa lalu. Udah ramah-ramah, eh nggak taunya malah upselling.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kadar traumanya mirip orang mendadak jadi baik banget, tau-tau maju caleg.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan yang trauma itu akhirnya membentengi diri sendiri dan nggak mau terperdaya omongan manis si barista. Bodo amat mau ditawarin apa aja, yang penting udah punya pendirian mau pesen apa tanpa ekrta-ekstra yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Celakanya, banyak pelanggan yang nggak sadar dan terlena akan teknik upselling para barista. Untungnya, sangat sedikit coffee shop yang memberikan training super sakti ke barista biar jago upselling. Bahasa mudahnya, banyak coffee shop yang baristanya nggak jago upselling. Datanglah ke coffee shop ijo di mall-mall kalo emang pingin menguji ketahanan terhadap bujuk rayu barista. Soalnya harus diakui, barista di coffee shop ijo itu emang jago banget upselling. Lengah dikit, tagihan pesenan bakal melebihi perkiraan. Karena itulah, saya bakal memberikan panduan gimana caranya biar kalian nggak terkena jebakan rayuan barista yang upselling.<\/span><\/p>\n<h2><b>Saran tambahan dari barista berpotensi bagian dari upselling<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempo hari, saya pernah menulis tentang barista yang kalo ditanya rekomendasi jawabannya malah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tergantung-selera-kata-haram-untuk-barista\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tergantung selera<\/a>. Meski nyebelin, tetapi jenis barista yang kayak gitu justru adalah barista level aman dan kecil kemungkinan melakukan upselling. Beda cerita kalo ketemu barista yang pas pesen es kopi susu gula aren, malah pelanggan ditanya mau ganti ke susu oat apa enggak, ganti ke susu almond apa enggak, espressonya mau double apa enggak, bahkan sampe ke mau tambah sirup lain apa nggak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas saja semua pertanyaan itu, kalo dijawab dengan mengangguk oleh pelanggan, maka bakal kena tambahan biaya karena termasuk upgrade bahan-bahan. Pertanyaan dengan gimmick saran kayak gini sangat bikin pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, pelanggan cuma mau pesen minuman, eh malah berasa kayak diminta ngeracik menu sendiri. Mau ngopi biar nggek pusing, malah pusing duluan disuruh bongkar pasang bahan-bahan minuman. Kedua, belum tentu kalo dah bongkar pasang bahan menu, hasil minumannya jadi lebih enak. Bisa aja malah amburadul. Nggak bisa komplain ke barista dong, kan yang custom si pelanggan. Ketiga, ya itu tadi, pelanggan yang nggak ngeh, bakal bayar dengan duit ekstra karena mengiyakan semua pertanyaan dengan gimmick saran dari si barista.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu, apabila sudah ada saran dari barista untuk bongkar pasang bahan menu, patut diwaspadai potensi upselling. Percaya aja kalo setelah bongkar pasang bahan menu, hasilnya nggak akan seenak itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pertanyaan kopinya mau strong atau soft itu berbahaya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini biasanya terjadi di coffee shop ijo di mall-mall. Hati-hati kalau pesen varian kopi apa pun dan ditanya kopinya mau strong atau soft. Pertanyaan ini, jawaban apa pun yang diberikan, akan dicap sebagai persetujuan untuk penambahan extra shot. Kalau kita menjawab strong, maka akan dikenakan tambahan <a href=\"https:\/\/ottencoffee.co.id\/majalah\/jenis-jenis-variabel-shot-espresso-2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">double shot espresso<\/a>. Kalau kita menjawab soft, maka akan dikenakan tambahan single shot espresso. Lengah sedikit saja, kita bakal kena tambahan biaya extra shot espresso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan lain yang mirip-mirip adalah, \u201cEspressonya mau Single Shot atau Double Shot?\u201d Jawaban apa pun yang diberikan pelanggan juga dianggap persetujuan untuk menambah biaya extra shot. Kalau menjawab single shot, ya bakal dikenakan tambahan single shot. Hal yang sama juga terjadi kalau bilang double shot. Pelanggan yang nggak ngeh, ngiranya kalau menjawab single shot, ya artinya kopinya sesuai standar yang udah single shot. Padahal kenyataannya, itu adalah pertanyaan untuk extra shot yang mau ditambahkan. Kalau sudah demikian, lantas harus menjawab apa biar nggak kena jebakan dari rayuan sang barista?<\/span><\/p>\n<h2><b>Jawablah dengan nggak, nggak, dan nggak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ketemu barista jago upselling penuh rayuan gini, sebisa mungkin jangan akrab-akrab dulu. Di luar akrab nggak apa-apa. Kalau di situasi kerja, nggak dulu deh. Biar nggak terkena rayuan sakti upselling, setelah menentukan mau pesan apa, jawablah semua pertanyaan si barista dengan kata, \u201cNggak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena semua jawaban yang diberikan pelanggan adalah lampu hijau penambahan biaya tambahan, karena itu menjawab dengan penolakan adalah langkah paling aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKopinya mau strong, kak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cNggak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, berarti soft ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cNggak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cExtra Caramelnya mau dipake, kak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201cNggak!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPaymentnya mau pake apa, kak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak!\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Jawablah dengan \u201cdisesuaikan standar saja!\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menjawab dengan kata \u201cnggak\u201d masih dirasa kurang ampuh, maka ada jawaban lain yang akan membuat Barista si ahli rayu ini terdiam. Jawaban itu adalah, \u201cSesuai standar aja!\u201d kalo dah dijawab begitu, peluang si barista untuk lanjut mencoba upselling akan mengecil. Kalau sudah pesan, semua pertanyaan dari si barista, meski terdengar basa-basi, langsung jawab aja dengan, \u201cSesuai standar aja!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini jawaban tersebut sangat ampuh saya gunakan untuk berhadapan dengan barista di coffee shop hijau di mall-mall tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan terlena teknik manipulasi barista yang merayu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin ke sini, para barista di coffee shop ijo itu makin jago upselling. Sepertinya mereka rutin ditraining soal teknik manipulasi pelanggan biar nggak sadar melakukan upselling. Kalau tulisan ini nanti dibaca oleh trainer barista itu, sepertinya mereka akan mencari cara agar para barista bisa upselling dengan cara terbaru yang nggak disadari pelanggan sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itulah, para pelanggan yang nggak mau kena upselling, harus sadar bahwa dirinya sedang menjadi target upselling. Kita akan diberikan dua pilihan dan seolah nggak ada pilihan lain. Kedua pilihan sama-sama menguntungkan pihak coffee shop. Karena itulah harus siap dengan jawaban seperti yang sudah saya tulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau, kalau memang nggak sengaja terlena rayuan manis barista, pilihan terakhir adalah dengan memperhatikan ketika si barista membacakan ulang pesanan. Kalau dirasa ada penambahan yang nggak kita kehendaki, bisa langsung minta dihapus saja penambahan tersebut. Dengan demikian, maka kita akan terbebas dari bujuk rayu mengerikan barista upselling.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Riyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/barista-jogja-antara-seksi-romantis-dan-upah-kelewat-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semakin ke sini, para barista di coffee shop ijo itu makin jago upselling. Sepertinya mereka rutin ditraining soal teknik manipulasi.<\/p>\n","protected":false},"author":702,"featured_media":241268,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[6855,635,6599,19337],"class_list":["post-244113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-barista","tag-coffee-shop","tag-strategi","tag-upselling"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/702"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244113"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244113\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}