{"id":244030,"date":"2023-11-28T10:21:48","date_gmt":"2023-11-28T03:21:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=244030"},"modified":"2023-11-27T23:45:50","modified_gmt":"2023-11-27T16:45:50","slug":"tujuan-p5-adalah-penanaman-nilai-pancasila-bukan-bikin-pentas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tujuan-p5-adalah-penanaman-nilai-pancasila-bukan-bikin-pentas\/","title":{"rendered":"Tujuan P5 Adalah Penanaman Nilai Pancasila, Bukan Bikin Pentas!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir semester pelajaran tiba ditandai dengan ramainya P5. Buat kalian yang belum tahu, P5 adalah Projek Pengamalan Profil Pelajar Pancasila. P5 ini wajib diadakan minimal satu kali dalam satu tahun pelajaran. Begitu kurang lebih hal yang disampaikan oleh kepala sekolah saya saat menjelaskan kegiatan P5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai salah satu guru yang belum mendapatkan apa-apa dari kurikulum merdeka karena mengajar kelas 6, saya awalnya iya-iya saja. Beberapa guru yang mendapatkan pelatihan pun manggut-manggut saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betul, kita semua sama-sama bingung. Kata Bang Aldi Taher mah, nanti di surga baru nggak bingung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah bermula dari siapa dan bagaimana, semua guru menganggap P5 adalah sebuah pesta besar untuk peserta didik tiap akhir tahun. Ya lumrahnya pesta SD lah. Pentas tari, musik, drama, dan seterusnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa sekolah di lingkungan tempat saya mengajar akhirnya berlomba untuk menunjukan dirinya. Mulai dari flyer desain dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/canva\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Canva,<\/a> spanduk pengumuman, hingga panggung bahkan tenda yang disewa khusus untuk terselenggaranya acara P5. Semua berlomba dalam status WhatsApp, dan bahkan tidak jarang share ke grup WhatsApp yang sedang sepi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Guru salah paham, orang tua nggak mau ribet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, tentu guru-guru di sekolah tempat saya mengajar pun tak mau kalah. Dan saat itu kepala sekolah menugaskan saya sebagai ketua pelaksana. Karena saya juga belum mendapatkan konsep dan gagasan yang utuh tentang P5 adalah apa, akhirnya saya buat acara semeriah mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa konsep diramu menjadi satu. Ada kelas yang menjadi petugas market day. Barang-barang yang dijual adalah makanan khas daerah Betawi. Ada kelas yang difokuskan pada tampilan bernyanyi, menari, bahkan palang pintu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menyiapkan tampilan-tampilan itu, tentu guru menyisihkan waktu belajar agar penampilan anak-anak muridnya bagus, atau minimal nggak buat malu gurunya. Waktu belajar akhirnya terganggu dengan jadwal P5.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di internal guru pun secara tidak langsung akhirnya terjadi persaingan. Hingga yang terjadi bukan saling dukung, tetapi saling kritik. Masalah yang timbul sekecil apa pun harus dicari siapa yang salah dan ditujukan kesalahannya di depan yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sisi orang tua sebenernya mereka setengah-setengah, ya mau ya nggak. Menurut beberapa orang tua yang mengeluh ke saya, mengapa harus ada P5 dan mengapa harus ini dan itu. Poin utama mereka adalah keberatan untuk mengeluarkan uang. Karena harga sewa kostum tari saja sudah lumayan, masih ditambah make up. Sementara pendapatan mereka sedang kurang lancar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka juga nggak mau ribet. Banyak orang tua yang ogah berkontribusi. Misalnya bantu mengawasi murid saat berlangsung market day, atau menyediakan makanan tradisional untuk bahan dagangan anaknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan kegiatan bersama pun mereka ogah-ogahan. Sebenarnya saya sedih sih, untuk menyisihkan sedikit waktu mengapresiasi anak-anak saja susah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tujuan utama P5 simpel banget<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya jika mau berdiskusi lebih panjang, membaca lebih banyak, dan mendengar lebih lama tentang konsep kurikulum merdeka. Tujuan dari pelaksanaan P5 adalah penanaman <a href=\"https:\/\/banpaudpnf.kemdikbud.go.id\/upload\/download-center\/V2_Dimensi%20elemen%20subelemen%20Profil%20Pelajar%20Pancasi_1676900742.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">enam profil pelajar Pancasila<\/a>. Sesimpel itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut diskusi dengan teman saya yang juga guru sekolah penggerak angkatan pertama. Bahwa untuk melaksanakan P5 guru tidak perlu seheboh itu. Sebab P5 bukan acara puncak. Sekali lagi, P5 adalah penanaman enam profil Pancasila. Sesimpel itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru harus cermat untuk melihat masalah yang dihadapi murid, misalnya masalah lingkungan. Berangkat dari masalah tersebut guru merancang kegiatan bersama-sama murid untuk memberikan solusi yang mungkin dampaknya kecil atau bahkan tidak ada. Namun yang dinilai adalah upaya memberikan solusi dan menyelesaikan masalahnya sesuai dengan enam profil pelajar Pancasila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini bisa memacu kita untuk memahami lebih dalam tentang tujuan pelaksanaan P5. Jangan malah fokus ke acaranya. Bukan itu, bukan.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Sugeng Riyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kurikulum-merdeka-guru-merdeka-siswa-terjajah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kurikulum Merdeka: Kurikulum yang Membuat Guru Merasa Merdeka, tapi Malah Menjajah para Siswa<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tujuan dari pelaksanaan P5 adalah penanaman enam profil pelajar Pancasila. Sesimpel itu. Bukan bikin pentas, bukan bikin ribet.<\/p>\n","protected":false},"author":1934,"featured_media":244329,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[2094,8821,21807,12351,359],"class_list":["post-244030","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-guru","tag-kemendikbud","tag-p5-adalah","tag-pentas","tag-sekolah"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1934"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=244030"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/244030\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=244030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=244030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=244030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}