{"id":243943,"date":"2023-11-26T11:10:58","date_gmt":"2023-11-26T04:10:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=243943"},"modified":"2023-11-26T11:10:58","modified_gmt":"2023-11-26T04:10:58","slug":"nasi-boran-kasta-tertinggi-kuliner-khas-lamongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-boran-kasta-tertinggi-kuliner-khas-lamongan\/","title":{"rendered":"Nasi Boran, Kasta Tertinggi Kuliner Khas Lamongan.\u00a0Melebihi Pecel dan Soto"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi Boran adalah kuliner khas Lamongan yang paling khas. Ia menempati kasta tertinggi dibanding <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lamongan-sampai-kapan-meromantisasi-soto-dan-pecel-lele\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kuliner asli Lamongan<\/a> lainnya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sego Boran atau Nasi Boran adalah hidangan tradisional dan otentik dari Lamongan, Jawa Timur. Indonesia. \u201cBoran\u201d berasal dari ember anyaman bambu yang digunakan untuk menyimpan beras. Penjual biasanya membawa ember anyaman bambu itu menggunakan selendang, digendong di bagian belakang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini sudah populer di kalangan warga lokal. Namun bagi warga dari luar Lamongan, Nasi Boran masih asing. Itu mengapa, pendatang dan wisatawan lebih tertarik dan penasaran dengan Nasi Boran daripada kuliner khas Lamongan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa penasaran semakin besar ketika tahu bahwa kebanyakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sego-boran-kuliner-legendaris-yang-cuma-ada-di-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penjual Sego Boran<\/a> hanya berjualan di Kota Lamongan. Penjual makanan yang satu ini tidak banyak yang keluar dari Lamongan demi mempertahankan rasa dari resep asli turun-temurun. Adapun penjualnya kebanyakan dari desa, salah satunya Dusun Kaotan. Upaya-upaya mempertahankan keaslian inilah yang menjadikan Nasi Boran sebagai kuliner yang mungkin paling murni di Lamongan. Minim penyelewengan dari pakemnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-usul\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari mulut ke mulut, konon katanya, nasi boranan sudah ada sejak tahun 1944. Menu ini berasal dari Dusun Kaotan, Desa Sumberejo, Lamongan. Awalnya, pada tahun itu, hanya ada satu penjual Sego Boran. Seiring waktu berjalan, jumlah penjualnya semakin banyak. Kini, sebagian besar penduduk Desa Sumberejo menjadi penjual Nasi Boran, jumlahnya mencapai 80 persen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menganut resep aslinya, Nasi Boranan terbuat dari nasi putih yang dimasak dengan santan dan daun pandan. Nasi ini mempunyai aroma harum dan rasa sedikit manis. Biasanya nasi akan disajikan dengan berbagai lauk pauk dan sambal pedas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lauk pauknya, Sego Boran menawarkan banyak pilihan seperti\u00a0 ayam, bandeng, lele, udang, jeroan ayam, ikan mujair, telur, dan ikan sili yang merupakan produk lokal khas Lamongan. Sebelum disantap, Sego Boran akan ditaburi berbagai bumbu yang mirip bumbu Bali dengan rasa pedas yang dicampur dengan kelapa parut. Lalu di atasnya ditambahkan kacang renyah dan roti dedak (sisa nasi).<\/span><\/p>\n<h2><b>Memperkenalkan Sego Boran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat potensinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Lamongan\u00a0 berupaya memperkenalkan Sego Boran kepada masyarakat yang lebih luas. Salah satunya dengan menyelenggarakan <a href=\"https:\/\/kominfo.jatimprov.go.id\/berita\/sajikan-4-504-porsi-sego-boran-lamongan-siap-pecahkan-rekor-muri\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">festival Sego Boran<\/a>. Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan lahan untuk digunakan sebagai Pusat Penjualan Sego Boran, di dekat kawasan Plaza Lamongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua upaya tersebut bertujuan agar Sego Boran dapat dikenal sebagai salah satu simbol Kota Lamongan. Harapannya, Sego Boran dapat lestari hingga bisa dinikmati oleh anak cucu kita senantiasa di masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, Nasi Boran memang sepenting itu. Hidangan ini sudah menginspirasi ekspresi budaya lainnya yakni tarian tradisional Tari Boran. Tarian ini terinspirasi dari aktivitas pedagang kaki lima Nasi Boran. Makanan khas yang satu ini memang sudah berbeda level. Sekarang coba ingat-ingat, kuliner khas Lamongan apa yang sudah menjadi inspirasi budaya lain?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Amier Sajidin<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-bikin-saya-bangga-jadi-warga-lamongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Bikin Saya Bangga Jadi Warga Lamongan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain soto dan pecel, Lamongan juga punya Nasi Boran. Nasinya harum dan sedikit manis, disajikan dengan baragam lauk-pauk dan bumbu.<\/p>\n","protected":false},"author":2463,"featured_media":244050,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2250,18387,15742],"class_list":["post-243943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-lamongan","tag-nasi-boran","tag-sego-boran"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2463"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243943"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243943\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/244050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}