{"id":243627,"date":"2023-11-24T14:41:52","date_gmt":"2023-11-24T07:41:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=243627"},"modified":"2023-11-25T09:23:57","modified_gmt":"2023-11-25T02:23:57","slug":"ironi-kota-solo-nyaman-ditinggali-biaya-hidupnya-begitu-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-kota-solo-nyaman-ditinggali-biaya-hidupnya-begitu-tinggi\/","title":{"rendered":"Ironi Kota Solo: Kotanya Nyaman untuk Ditinggali, tapi Biaya Hidupnya Begitu Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Kota Solo memang menyenangkan dan indah, ada bahaya mengintai dari sudut yang tak terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tribun Solo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 9 November 2023, menunjukkan bahwa biaya hidup di Solo raya mencapai 3,5 juta rupiah per bulan menurut Survei Kebutuhan Hidup Layak (KLH). Angka ini tentu saja cukup mengejutkan. Terlebih, angka ini jauh dari UMR Solo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini memang agak membingungkan. Solo dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, sebuah pernyataan yang juga disetujui oleh banyak pendatang yang datang ke sana. Tapi sayangnya perkara biaya hidup ini juga jadi masalah. Agak aneh kan, kota yang nyaman justru biaya hidupnya tinggi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat dimungkiri, masih ada banyak kamar kos atau kontrakan dengan harga yang terjangkau di Solo. Bahkan, biaya makanan di kota ini juga masih tergolong bisa dikatakan sangat murah. Tapi hidup tak perkara kos dan makanan saja. Masih ada listrik, biaya beli rumah, biaya jajan, pendidikan, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih, perkara rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka yang ingin menetap, memiliki rumah sendiri merupakan keinginan yang lumrah. Namun, harga rumah di Solo begitu tinggi. Sedangkan upah tidak naik secara drastis. Mirip seperti apa yang dialami Jogja. Sebenarnya ya, perkara properti ini jadi masalah banyak kota. Tak hanya Jogja, tak hanya Solo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski masalah Jogja tetap lebih lucu, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solo memang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Tapi kesenjangan antara kebutuhan pokok dan UMR membuat kelayakan ini jadi dipertanyakan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ironi-kota-solo-nyaman-ditinggali-biaya-hidupnya-begitu-tinggi\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Harga makanan murah, tapi&#8230;<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Harga makanan di Solo memang murah, tapi&#8230;<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kan harga makanan murah, masalahnya di mana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba baca masalah UMR Jogja di <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id\/article\/v7dz99\/faktor-penyebab-umr-jogja-termasuk-rendah-di-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel <em>Vice Indonesia<\/em> berikut ini<\/a>. Harga makanan murah di suatu daerah, kadang, malah justru jadi masalah karena bikin kesejahteraan nggak meningkat. Sebagai contoh, kalau UMR rendah, nggak mungkin kan beli makanan agak mahal?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus kalau nggak bisa beli makanan mahal, atau pada harga aslinya lah, lalu gimana pedagang untung?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya hidup di Solo cukup tinggi adalah masalah yang harus segera diselesaikan. Tentu bukan saya yang menyelesaikan dan memberi solusi. Jika memang ingin makin melesat, setidaknya, bikin warganya tak lagi pucat.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nurul Fauziah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-hanya-bisa-anda-dapatkan-di-kota-solo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Hal yang Hanya Bisa Anda Dapatkan di Kota Solo<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oh, the irony.<\/p>\n","protected":false},"author":1860,"featured_media":242897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7539,2284,6094,21757],"class_list":["post-243627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-biaya-hidup","tag-solo","tag-umr-jogja","tag-umr-solo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1860"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243627\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}