{"id":243624,"date":"2023-11-24T11:00:31","date_gmt":"2023-11-24T04:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=243624"},"modified":"2023-11-24T10:40:48","modified_gmt":"2023-11-24T03:40:48","slug":"kebun-raya-bogor-perlu-berinovasi-seperti-taman-safari-bogor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebun-raya-bogor-perlu-berinovasi-seperti-taman-safari-bogor\/","title":{"rendered":"Kebun Raya Bogor Perlu Belajar dari Taman Safari Bogor agar Tidak Ditinggalkan\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota Bogor punya banyak tempat wisata yang ikonik dan tersebar di berbagai sudut wilayahnya. Salah satunya, Kebun Raya Bogor yang hingga saat ini masih menjadi primadona. Letaknya yang strategis menjadikan kebun ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi. Tidak heran kalau Kebun Raya Bogor nyaris selalu ramai dikunjungi di akhir pekan atau selama libur sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengakui kebun dengan 15.000 jenis koleksi itu memang punya daya tarik yang besar bagi pengunjung dari luar Bogor. Namun, bagi warga Bogor, kebun ini sudah kehilangan daya pikatnya. Saya beberapa kali mengajak teman-teman semasa sekolah dahulu untuk reuni kecil-kecilan di Kebun Raya Bogor. Mereka selalu menolak. \u201cDi tempat lain aja. Di Kebun Raya cuman gitu-gitu doang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih, semua kenalan saya atau kerabat yang sudah lama tinggal di Bogor setidaknya pernah ke kebun ini minimal satu kali dalam hidupnya. Kunjungan itu biasanya terjadi saat mereka kecil bersama keluarga, di waktu ada acara perpisahan sekolah (antara TK-SD), atau kegiatan seperti munggah atau cucurak sebelum puasa Ramadhan tiba.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya,\u00a0 Kebun Raya Bogor tidak lagi menjadi pilihan utama bagi warganya sendiri. Apalagi dari dulu sampai sekarang, isi, susana, dan pemandangan di sana tidak banyak berubah. Begitu-begitu saja. Jadinya nggak bikin penasaran, bukan begitu, warga Bogor?<\/span><\/p>\n<h2><b>Perlu belajar dari Taman Safari Bogor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin akan berbeda ceritanya kalau Kebun Raya Bogor melakukan banyak inovasi yang signifikan. Bisa jadi kebun seluas 87 hektare itu masih jadi primadona bagi warganya sendiri. Jujur saja sebagai warga Bogor yang sudah beberapa kali ke sana, Bogor yang tidak banyak perubahan memang membosankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal inovasi, mungkin Kebun Raya Bogor bisa belajar dari <a href=\"https:\/\/bogor.tamansafari.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Taman Safari Bogor<\/a> atau Taman Safari Indonesia. Setelah renovasi, Taman Safari Bogor tampil lebih fresh dan modern. Beberapa bagian di dalamnya juga dirombak sehingga menjadi lebih ramah bagi pengunjung dengan berbagai usia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Taman Safari Bogor saja bisa melakukan, kenapa tidak dengan Kebun Raya Bogor? Sangat disayangkan kalau kebun yang begitu ikonik itu melempem karena kurang berinovasi dalam banyak hal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau mau dicermati lagi, kebun ini sebenarnya memiliki potensi menarik banyak pengunjung luar kota maupun dalam kota. Salah satu daya pikatnya adalah bunga Rafflesia Arnoldii dan koleksi tumbuhan dan tanaman yang lengkap. Mereka juga punya kafe Dedaunan yang ikonik dan dengan lahan rerumputan luas yang biasa digunakan untuk berkumpul dalam rangka piknik sekaligus tempat bermain anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh memberi sedikit masukan sederhana, saya berharap Kebun Raya Bogor diberi irisan edukasi yang terdigitalisasi dan interaktif. Ide tersebut sepertinya akan lebih menarik bagi kebanyakan anak-anak sekarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mitos sebagai pemanis Kebun Raya Bogor<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seseorang yang sudah bertahun-tahun hidup di Bogor, saya pernah mendengar <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kebun-raya-bogor-dan-salah-kaprah-tentang-mitos-di-dalamnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mitos-mitos seputar Kebun Raya Bogor.<\/a> Mulai dari jangan main di dekat pohon besar, karena nanti bisa kesurupan makhluk halus. Sampai dengan jangan berkunjung bersama pacar\u00a0 nanti dalam waktu dekat bisa putus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau menurut saya, recognition tentang mitos ini fungsinya untuk lucu-lucuan saja, sebagai pemanis. Nggak perlu terlalu diseriusi. Kalau mitos-mitos diberi bumbu humor yang cocok dengan selera generasi sekarang, boleh jadi malah menjadi daya pikat tersendiri. Kebun Raya Bogor pun menjadi tempat wisata yang nggak formal-formal amat sekaligus menyesuaikan zaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan saya sebagai warga sekitar akan Kebun Raya Bogor itu sebenarnya nggak muluk-muluk amat. Saya cuma ingin kebun yang terletak di pusat kota itu kembali memiliki daya pikat yang kuat sehingga banyak orang Bogor kembali lagi ke sana untuk berbagai kegiatan. Daya pikat bisa ditingkatkan dengan\u00a0 berbagai inovasi yang dicetuskan pengelola.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Seto Wicaksono<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rekomendasi-tempat-jogging-di-bogor-paling-strategis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Rekomendasi Tempat Jogging di Bogor Paling Strategis. Jadi Makin Semangat Olahraga<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/em><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi warga Bogor, Kebun Raya Bogor sudah kehilangan daya pikatnya. Kebun Raya Bogor perlu banyak berinovasi agar kembali dikunjungi warganya.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":243714,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9819,1045,21743,16634],"class_list":["post-243624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bogor","tag-kebun-raya-bogor","tag-taman-safari-bogor","tag-wisata-bogor"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243624"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243624\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/243714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}