{"id":2434,"date":"2019-05-29T19:00:02","date_gmt":"2019-05-29T12:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2434"},"modified":"2021-10-05T13:16:23","modified_gmt":"2021-10-05T06:16:23","slug":"hai-mantan-sudah-bahagia-belum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hai-mantan-sudah-bahagia-belum\/","title":{"rendered":"Hai Mantan, Sudah Bahagia Belum?"},"content":{"rendered":"<p>Bagaimana kalau kamu bangun tidur kemudian ketika akan sahur mendapati pesan masuk dari sang mantan yang isinya, \u201cHai Mantan, sudah bahagia belum?\u201d\u2014lebih baik diacuhkan atau perlu kita <em>forward<\/em> ke pacar baru dan teman dekat?<\/p>\n<p>Begitulah pertanyaan yang keluar dari teman sebangku di kedai kopi semalam. Diakui atau tidak kedai kopi adalah tempat pertukaran ilmu, informasi, <em>bribikan<\/em>, keluh kesah, hingga hal-hal remeh macam melepas penat dan mencari tempat tidur. Namun pilihan terakhir tidak sering dilakukan bila teman sebangkunya asik\u2014minimal dari asik adalah tidak asik sendiri.<\/p>\n<p>Pada akhirnya nanti pemilik kedai kopi akan mengklaim tempatnya sebagai poros utama perputaran pengetahuan atau ekonomi berkedok literasi\u2014dan itu tidak selamanya salah dan tidak selamanya benar. Bingung kan, la iya jelas bingung, kenapa klaim itu menutup kebenaran lain bahwa tempat itu sebenarnya hanyalah kedai kopi\u2014terutama yang buka 24 jam\u2014sedangkan kenyataanya kedai kopi tak ubahnya pos kamling. Dan dil uar klaim realitas memang terus berjalan dan kedai kopi akan selalu riuh bagai gerimis atau terminal dan stasiun.<\/p>\n<p>Aku menatap langit, langit tak peduli\u2014tapi bulan yang menggantung di langit kian putih seakan menatap padaku. Saat itulah teman-teman sebangku saya cerita bahwa mantannya sering kirim pesan teror gitu.<\/p>\n<p>\u201cBayangkan saja bisa sehari 5 kali kirim pesan\u2014udah kayak Pancasila, Boi. Saya pikir-pikir kok ya malu kalau mau balikan sama dia. Apalagi dia kirim pesan begituan karena sudah punya pacar baru yang dijadikan <em>story<\/em>.\u201d<\/p>\n<p>Ia meletakkan hapenya sebelum bicara panjang lebar.<\/p>\n<p>\u201cIa sudah punya pacar baru, kamu juga sudah. Kebutuhan apa lagi yang perlu dilakukan bagi kalian yang sudah pisah? Hidup di masa lalu?\u201d teman saya langsung menganalisis tanpa disuruh.<\/p>\n<p>Aku masih terdiam dan mulai melihat asap lisong yang mengudara memenuhi cahaya lampu. Entah mengapa setiap asap yang menguap akan membuat garis-garis lampu itu semakin indah. Paling tidak jikalau kalian di kota, lihatlah lampu jalanan yang berdiri di tengah-tengah trotoar dan tiba saat embun membasahi bumi\u2014pemandangan jalan raya yang tersembunyi sedang kamu nikmati. Dan teman-teman sebangku di kedai kopi masih berseteru atau mendengarkan yang sedang terkena teror dari mantannya.<\/p>\n<p>\u201cPaling tidak saya jadi tahu, semua pertalian pertemanan kita adalah bom waktu!\u201d begitulah pesan penutup dari teman sebangku dan kami kembali sibuk nge-<em>game<\/em>, buat <em>story<\/em> WhatsApp atau japri-japri teman lawan jenis, dan mungkin ada yang diam-diam mengetik di aplikasi Word lalu dikirim ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\">Terminal Mojok<\/a>.<br \/>\nKami tidak pernah tahu satu sama lain secara berlebihan\u2014secukupnya dan sebutuhnya. Bahkan jarang sekali kalau para laki-laki macam kita saling ulur tangan dan sebut nama. Apalagi <em>cipika-cipiki<\/em>, bisa dikatakan 1:1000\u2014bukan sombong melainkan waktulah penentu kita kenapa harus kenal.<\/p>\n<p>Dari awak kopi agak manis diletakkan di depan bangku ativitas saya memandang bulan dan garis-garis lampu membuat cerita lewat begitu saja. Saat itu menjelang sahur, Saya dan si An membeli bahan-bahan mentah di toko sembako. Si An bukan teman sebangku saya di kedai kopi\u2014yang pasti dia teman.<br \/>\nKami berdua niat masak sahur dan seperti yang <em>everybody know<\/em> bahwa kami akan tidak pernah melewati proses makan, memasak, belanja dengan obrolan kosong. Tentu kita membahas apa saja yang menarik dan asyik didengar. Kata si An, \u201cGhibah menjadi legal saat menjadi karya fiksi. Kamu aman mas,\u201d aku pun senyum dan terus berjalan pelan mengendarai motor menuju kosnya.<\/p>\n<p>\u201cJadi mas, setiap wanita itu punya kapasitas rindu lebih tinggi dari pada laki-laki.\u201d sambil memotong cabe sesampainya di kos. \u201cBeberapa perempuan itu wajar saja kalau bilang ke mantannya\u2014ya macam sudah bahagia belum, udah dapat yang lebih baik dariku belum, selamat menempuh hidup baru, wahai Mantan.\u201d<\/p>\n<p>Aku berdiri di sampingnya menghadap kompor berisi wajan, minyak, dan beberapa tempe yang berbaring di atasnya. Ingatan pun pelan-pelan kembali saat tempe-tempe mentas dari wajan. Namun si An lebih dulu nyerocos, \u201cYa kamu dengerin lagu itu lo, mas. Siapa deh penulis Dilan itu\u2014nah ya The Panasdalam yang punya imam besar bernama Pidi Baiq itu punya lagu keren dan solutif. Judulnya &#8216;Tenang Saja&#8217;.\u201d \u2014tanpa di aba-aba pun dia bernyanyi.<\/p>\n<p><em>Tenang saja, perpisahan tak menyakitkan<\/em><\/p>\n<p><em>yang menyakitkan adalah bila habis ini saling benci<\/em><\/p>\n<p><em>Bahwa kita pernah, selalu bersama-sama<\/em><\/p>\n<p><em>lalu kita sadar bahwa kita harus berpisah.<\/em><\/p>\n<p>Si An nyanyi begitu doang, lalu ia terangkan lagi tentang komunikasi hubungan dan psikologi pacaran serupa dosen Fakultas Humaniora gitu, \u201cMana ada yang mau berpisah mas? Mana ada perempuan ingin bersikap dewasa namun dihalang-halangin sama laki-laki dengan alasan kita lebay. Lalu dengan apalagi agar semua yang dilakukan perempuan itu tidak hanya di mata laki-laki.\u201d<\/p>\n<p>Kami pun kenyang dan membikin tali simpul bersama-sama bahwa satu waktu aku bertemu dengan perempuan macam si An dan di waktu yang lain bertemu dengan orang macam teman-teman sebangku di kedai kopi. Di sanalah saya ditempa untuk terus belatih menjadi pendengar yang baik\u2014kemudian mencatatnya menjadi satu <em>file<\/em> ingatan hingga nanti dikembalikan ke khalayak umum lagi\u2014yang bukan diriku.<\/p>\n<p>Karena mau tidak mau\u2014kisah dari luar dirimu yang masuk, alangkah baiknya kembali keluar dari dirimu di waktu yang lain guna berbagi pengalaman jejak kehidupan dengan media apapun yang kita punya dan sanggup dilakukan.<\/p>\n<p>Aku membalas pesan dia kemudian, &#8220;<a href=\"https:\/\/tirto.id\/tabiat-simpan-atau-hapus-foto-mantan-anda-termasuk-yang-mana-cJYU\">Hai juga Mantan<\/a>, saya bahagia seperti kamu bahagia sekarang.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana kalau kamu bangun tidur kemudian ketika akan sahur mendapati pesan masuk dari sang mantan yang isinya, \u201cHai Mantan, sudah bahagia belum?\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":45,"featured_media":2483,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[16,224,666,544],"class_list":["post-2434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-hubungan","tag-mantan","tag-mantan-sudah-bahagia","tag-masa-lalu"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/45"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2434"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2434\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}