{"id":243300,"date":"2023-11-22T15:00:34","date_gmt":"2023-11-22T08:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=243300"},"modified":"2023-11-22T14:46:18","modified_gmt":"2023-11-22T07:46:18","slug":"jurusan-ekonomi-syariah-dan-alasan-saya-malu-jadi-lulusannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jurusan-ekonomi-syariah-dan-alasan-saya-malu-jadi-lulusannya\/","title":{"rendered":"Saya Malu Jadi Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah: Jurusannya Kurang Populer dan Lulusannya yang Galak-galak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di awal masa perkuliahan, saya begitu bangga mengambil jurusan Ekonomi Syariah. Ada perasaan spesial memasuki jurusan ini. Wajar saja, pada saat itu jurusan Ekonomi Syariah hanya dibuka di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/pendidikan\/7-perguruan-tinggi-islam-terbaik-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perguruan tinggi keagamaan Islam<\/a>, seperti UIN atau IAIN saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisinya memang\u00a0 berbeda dengan sekarang. Kini perguruan tinggi non keagamaan pun membuka jurusan Ekonomi Syariah. Ambil contoh\u00a0 Institut Pertanian Bogor (IPB) yang punya jurusan Ilmu Ekonomi Syariah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkembangnya jurusan ini ke perguruan tinggi umum sebenarnya pertanda baik. Artinya jurusan Ekonomi Syariah semakin banyak peminatnya. Namun<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,\u00a0 terus terang saja, saya tetap malu mengakui diri ini sebagai lulusan jurusan ini karena beberapa hal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak populer<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Indonesia mayoritas memang memeluk agama Islam. Namun, itu bukan berarti jurusan-jurusan kuliah yang berkaitan dengan keislaman menjadi favorit. Banyak masyarakat yang masih asing dengan jurusan-jurusan keislaman. Kalau tidak percaya, sekarang coba saja bertanya ke orang-orang, apa itu jurusan Ekonomi Syariah dan prospek kerjanya. Pasti lebih banyak orang yang tidak tahu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang sih, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, jurusan ini semakin banyak peminatnya. Namun, pamornya masih kalah jauh dibanding jurusan-jurusan lain dari rumpun ekonomi. Terlihat dari persaingan masuk ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dear-calon-maba-masuk-feb-nggak-bikin-kamu-lulus-auto-jadi-sultan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jurusan-jurusan di Fakultas Ekonomi <\/a>yang pada umumnya begitu ketat. Ambil contoh jurusan Akuntansi, Manajemen Bisnis,\u00a0 Ekonomi Pembangunan, dan masih banyak lagi. Setiap tahun jurusan-jurusan itu menolak banyak calon mahasiswa saking membeludaknya peminat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kurang populernya jurusan Ekonomi Syariah terkadang membuat saya malu. Ujung-ujungnya, saya malas mengakui jurusan yang saya geluti selama 4 tahun ini. Saya lebih nyaman mengaku kepada orang-orang berkuliah di Fakultas Ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengkhianati prinsip ketika kuliah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat masih kuliah, saya sangat menghindari lembaga keuangan konvensional beserta dengan produk-produknya. Tentu sikap ini berangkat dari kelas-kelas yang saya ambil di jurusan Ekonomi Syariah. Harapan saya pada saat itu, orang lain ikut terinspirasi untuk tidak menggunakan lembaga keuangan konvensional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Idealisme itu luntur ketika <a href=\"https:\/\/mojok.co\/pojokan\/kegoblokan-newbie-dunia-kerja-yang-jangan-sekali-kali-dilakukan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">memasuki dunia kerja<\/a>. Kantor mengirimkan gaji melalui transfer ke bank-bank konvensional. Mau tidak mau saya membuka salah satu rekening bank konvensional. Eh, malah kebablasan sampai hari ini karena promo-promonya yang menarik.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menengok kembali apa yang saya pelajari di bangku kuliah dan sikap saya ketika kuliah, saya jadi malu sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Oknum lulusan jurusan Ekonomi Syariah galak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oknum lulusan ekonomi syariah yang muncul di media sosial itu galak-galak betul. Mereka tak segan \u201cmenghajar\u201d pengguna dan pekerja di <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2022\/05\/19\/103000669\/pengertian-bank-syariah-dan-konvensional-beserta-perbedaannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">jasa keuangan konvensional<\/a>. Saya pernah membaca sebuah postingan, ada oknum lulusan juursan Ekonomi Syariah yang berani menyatakan bahwa gaji bekerja di perusahaan jasa keuangan konvensional itu haram. Jujur, saya malu banget melihat gaya lulusan ekonomi syariah macam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara-cara seperti itu tidak akan menarik simpati orang untuk menggunakan jasa keuangan syariah. Saya yakin yang terjadi justru sebaliknya, masyarakat umum jadi kurang tertarik terhadap produk keuangan syariah. Ekosistem syariah pun tidak akan berkembang.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila benar-benar serius ingin mengembangkan ekonomi syariah, jangan cuma \u201cjualan\u201d mengharamkan bunga saja. Dorong dan kembangkan terus pelayanan serta teknologi sektor jasa keuangan syariah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal yang membuat saya malu menjadi lulusan jurusan Ekonomi Syariah. Sebenarnya saya malu pada diri saya sendiri yang mengkhianati prinsip-prinsip sewaktu kuliah. Selain itu saya juga malu terhadap lulusan jurusan Ekonomi Syariah lainnya yang kerap bersikap menyebalkan. Merasa paling baik sehingga tidak mau berkaca bahwa pelayanan dan teknologi industri keuangan syariah masih jauh tertinggal.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Ahmad Arief Widodo<br \/>\nEditor: Kenia Intan<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-hal-yang-sering-ditutup-tutupi-soal-bank-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Hal yang Sering Ditutup-tutupi Soal Bank Syariah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak lulusan jurusan ekonomi syariah yang tidak segan \u201cmenghajar\u201d industri keuangan konvensional. Bikin malu saja.<\/p>\n","protected":false},"author":1760,"featured_media":243395,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[21705,16658,15655,20584,21704,21703],"class_list":["post-243300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-bank-konvensional","tag-bank-syariah","tag-ekonomi-syariah","tag-fakultas-ekonomi","tag-jasa-keuangan-konvensional","tag-jurusan-ekonomi-syariah"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1760"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=243300"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/243300\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/243395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=243300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=243300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=243300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}