{"id":242996,"date":"2023-11-20T11:03:50","date_gmt":"2023-11-20T04:03:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242996"},"modified":"2023-11-20T10:55:42","modified_gmt":"2023-11-20T03:55:42","slug":"malbi-makanan-khas-palembang-yang-kalah-pamor-dibandingkan-pempek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/malbi-makanan-khas-palembang-yang-kalah-pamor-dibandingkan-pempek\/","title":{"rendered":"Malbi, Makanan Khas Palembang yang Kalah Pamor Dibandingkan Pempek"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat betapa luasnya Indonesia, tentu saja setiap bahan baku utama, seperti daging sapi, dapat diolah dengan beragam cara. Misalnya saja di Padang, daging biasa diolah menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/rendang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rendang<\/a> dan dendeng. Daging juga sering dijadikan kondimen utama dalam berbagai jenis soto Nusantara. Jika selama ini Palembang dikenal dengan berbagai makanan khas berbahan dasar ikan, kini sudah saatnya Anda mengenal malbi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi orang Palembang, olahan daging ini tentu sudah nggak asing. Malbi kerap hadir di berbagai acara dan perayaan besar di rumah orang Palembang. Bagi orang kampung saya, malbi bahkan sering kali menjadi penentu berada atau tidaknya si tuan rumah. Maklum, harga daging sapi cukup mahal dan konon makanan ini merupakan makanan keluarga sultan. Ketika merantau, barulah saya menyadari bahwa makanan khas Palembang ini tidak begitu dikenal di luar Sumatra.<\/span><\/p>\n<h2><b>Malbi, semur daging khas Palembang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak makanan akulturasi di Indonesia, sebut saja bakpia, bakso, lumpia, dll. Begitu pula dengan malbi, sebenarnya malbi adalah makanan akulturasi budaya India, Arab, dan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/palembang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Palembang.<\/a> Perbedaan paling signifikan dari semur daging pada umumnya dengan malbi ada pada kekentalan kuahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malbi memiliki kuah yang lebih kental dibandingkan semur. Hal ini dipengaruhi proses memasaknya yang bisa dibilang cukup lama. Saya kurang tahu berapa lama tepatnya waktu yang dibutuhkan untuk memasak makanan khas Palembang ini, tapi kalau sedang ada acara keluarga, biasanya makanan ini dibuat dari pagi sampai jam makan siang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mirip semur daging, secara visual, malbi agak menyerupai rendang. Namun, berbeda dengan rendang yang pedas, makanan khas satu ini memiliki cita rasa yang dominan manis gurih.<\/span><\/p>\n<h2><b>Paling cocok dipadukan dengan nasi minyak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasi minyak yang saya maksudkan di sini bukanlah nasi minyak asal Surabaya yang sajiannya diguyur minyak panas bekas penggorengan, ya. <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2023\/01\/22\/162523378\/sejarah-nasi-minyak-khas-palembang-asal-usul-dan-cara-memasaknya?page=all\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nasi minyak<\/a> yang saya maksud merupakan nasi yang dimasak dengan berbagai rempah dan minyak samin. Selain malbi, nasi minyak adalah makanan paling dicari di kampung saya kalau ada yang mengadakan hajatan. Bagi orang kampung saya, nasi minyak bisa disebut indikator orang-orang bersemangat datang ke acara hajatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, makanan satu ini memang jarang ditemui sehari-hari di rumah. Mengingat memasaknya butuh waktu lama, jarang sekali ada orang yang niat memasak ini kecuali memang lagi ngidam. Wqwqwq. Nasi minyak dan malbi adalah perpaduan terbaik. Ditambah dengan pedas dari sambal nanas dan asam dari acar timun, saya jamin Anda bakal ketagihan menyantap makanan khas Palembang ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak yang nggak tahu soal makanan khas Palembang ini<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sesama perantau, membicarakan masakan khas suatu daerah tentu saja ada di daftar utama obrolan. Awalnya, saya mengira malbi merupakan makanan khas Palembang yang juga diadaptasi oleh berbagai daerah. Kayak soto gitu, kan ada soto kuning, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/coto-makassar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">coto Makassar,<\/a> soto Betawi, hingga soto mie Bogor. Namun, ternyata ketika saya menyebutkan malbi, teman-teman saya banyak yang nggak tahu. Mereka lebih familier dengan pempek sebagai makanan khas Palembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya jelaskan bahwa malbi mirip dengan semur daging, barulah teman-teman saya mengiyakan ucapan saya. Saya juga baru tahu setelah merantau kalau malbi kalah pamor dibandingkan pempek. Semua orang tahu pempek adalah makanan khas Palembang, tapi nggak tahu kalau ada malbi. Malbi jarang masuk daftar utama makanan yang direkomendasikan saat berkunjung ke Palembang. Orang cenderung akan merekomendasikan mie celor dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/pempek\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">beragam jenis pempek<\/a> kepada wisatawan yang datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking nggak terkenalnya malbi, kalau Anda mengetikkan &#8220;malbi&#8221; di kolom pencarian Terminal Mojok pun Anda nggak akan menemukan artikel soal ini, kecuali artikel saya ini berhasil tembus meja redaksi. Wqwqwq. Semoga kelak malbi bisa lebih terkenal agar orang-orang tahu bahwa di Palembang juga ada makanan khas yang terbuat dari daging sapi, bukan ikan melulu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Aulia Syafitri<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasta-pempek-menurut-orang-palembang-dilihat-dari-isinya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kasta Pempek menurut Orang Palembang Dilihat dari Isinya<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak seperti pempek yang namanya sudah tersohor sebagai makanan khas Palembang, malbi justru terdengar asing. Makanan seperti apa sih malbi?<\/p>\n","protected":false},"author":2152,"featured_media":243019,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[18955,21663,7729,7731],"class_list":["post-242996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-makanan-khas-palembang","tag-malbi","tag-palembang","tag-pempek"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242996"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242996\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/243019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}