{"id":242878,"date":"2023-11-19T17:05:28","date_gmt":"2023-11-19T10:05:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242878"},"modified":"2023-11-19T17:01:46","modified_gmt":"2023-11-19T10:01:46","slug":"mars-pan-adalah-mars-partai-politik-terbaik-perindo-lewat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mars-pan-adalah-mars-partai-politik-terbaik-perindo-lewat\/","title":{"rendered":"3 Alasan Mars PAN Adalah Mars Partai Politik Terbaik, Perindo Lewat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara berbagai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kotak-suara\/3-lagu-partai-yang-viral-mana-yang-paling-terngiang-di-kuping-kalian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mars partai politik<\/a> yang berseliweran di TV dan media sosial, saya menilai mars PAN yang paling baik. Partai politik berlogo matahari putih itu punya mars yang terus terngiang-ngiang di telinga. Liriknya mudah dipahami, nadanya sederhana, dan yang paling penting, kerap dinyanyikan kadernya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, sebelum mars PAN ini berseliweran, Perindo terlebih dahulu berjaya. Mars Perindo banyak diputar di jaringan TV milik Hary Tanoe. Asal tahu saja, Hary Tanoe adalah pendiri dan Ketua Umum Perindo. Namun, posisi itu kini tergeser oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PAN PAN PAN Terdepan karena beberapa alasan<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Memadukan alat musik tradisional dan modern<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi musik, menurut saya PAN sangat kreatif dan mau mengikuti perkembangan zaman. Intro musik mars berjudul &#8220;<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=lFMsSEd7wKw\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PAN PAN PAN TerdePAN<\/a>&#8221; saja sudah menarik perhatian, yakni musik elektronik dengan dentuman bas yang membentuk tempo cukup cepat. Belum lagi layer alunan gamelan dan suara terompet yang meliuk-liuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Musiknya sangat cerdas dengan membuat semacam bridge untuk menandakan aba-aba dimulainya bernyanyi. Bridge-nya nggak main-main, yaitu alunan synthesizer dengan ritme yang lebih pelan dari sebelumnya, lalu ditutup dengan musik gamelan singkat sebagai pembuka lirik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barulah di sini para penyanyi membuka suara dengan \u201cnyok nyok nyok\u201d. Dari sini, saya menilai bahwa PAN mampu memadukan dua jenis musik yang saling bertolak belakang, yakni musik DJ dan elektronik dengan alat musik tradisional gamelan. Suara yang dihasilkan pun sangat catchy dan dapat diterima masyarakat luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Lirik mars PAN yang unik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan mars partai politik pada umumnya, PAN membuat mars dengan lirik yang unik. Terus terang, saya sebenarnya\u00a0 bosan dengan lirik mars yang selalu berkutat pada diksi yang itu-itu saja, seolah memang sudah ada pakemnya. Kalau nggak pakai kata jayalah, majulah, atau sejahtera.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PAN juga terjebak dalam diksi-diksi itu. Namun, ada sedikit sisi segar dari lagunya dengan memadukan bahasa Betawi dengan Bahasa Indonesia. Liriknya juga tidak yang terlalu panjang sehingga mudah diingat. Ditambah chorus \u201cPAN PAN PAN\u201d yang diulang-ulang membuat lagu ini bisa terngiang-ngiang terus di kepala. Saya juga salut bagaimana PAN bisa bermain rima -an seperti \u201cPAN PAN PAN hidup semakin mapan.\u201d Kalau begini, harusnya PAN bikin lagu rap saja nggak sih?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Video klip mars PAN yang oke<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Video klip mars PAN juga nggak kalah oke. Ketimbang memperlihatkan ketua partai bagi-bagi sumbangan, rapat, dan orasi sana-sini, PAN sekali lagi menempuh jalan berbeda. Partai serba biru ini malah menyoroti keseruan aktivitas partainya. Misalnya, nih, di awal video klip malah memperlihatkan barisan artis berjoget dengan baju serba putih sambil menunjukkan gestur tangan menembak. Gestur ini merupakan gestur resmi PAN.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PAN yang biasa diplesetkan menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kotak-suara\/pan-mengusung-17-artis-jadi-caleg\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Partai Artis Nasional<\/a> ini memang doyan menyorot kadernya yang rata-rata artis. Seolah-olah video klipnya ingin menunjukkan \u201ckalau ikutan PAN bisa seru kayak artis-artis gini lho, yakin nggak mau?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia 3 alasan mengapa mars PAN layak dikatakan sebagai mars terbaik. Saya memang awam soal musik, tapi bukan berarti saya nggak tahu lagu enak itu seperti apa. Semoga partai-partai lain bisa belajar dari tim kreatif PAN biar lagu marsnya nggak begitu-begitu saja!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Bella Yuninda Putri<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/review-mars-partai-politik-dari-orang-yang-kurang-percaya-partai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mars PAN lebih baik dibanding mars partai politik lain. Mars PAN punya musik yang unik, lirik mudah dihapal, dan video klip yang menarik. <\/p>\n","protected":false},"author":1616,"featured_media":242920,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[21657,5333,12582,4021,21658],"class_list":["post-242878","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-mars-pan","tag-pan","tag-parpol","tag-partai-politik","tag-perindo"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242878","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242878"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242878\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}