{"id":242488,"date":"2023-11-17T13:13:12","date_gmt":"2023-11-17T06:13:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242488"},"modified":"2023-11-17T12:53:07","modified_gmt":"2023-11-17T05:53:07","slug":"perantau-dari-palembang-bersiaplah-menerima-pertanyaan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perantau-dari-palembang-bersiaplah-menerima-pertanyaan-ini\/","title":{"rendered":"Perantau dari Palembang Bersiaplah Menerima Pertanyaan-pertanyaan Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perantau harus siap mengikuti aturan main tempat di mana mereka menetap. Selain mengikuti tradisi warga setempat, mereka juga harus siap menerima berbagai pertanyaan. Sebagai perantau dari Palembang, saya selalu siap dengan dua hal ini. Bahkan, saya sengaja membekali diri dengan banyak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-hal-unik-yang-hanya-bisa-kalian-temukan-pada-orang-palembang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pengetahuan terkait Palembang<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, ketika merantau, saya banyak menerima pertanyaan dan pernyataan terkait tempat asal. Untung saya sudah persiapan, jadi setidaknya nggak mempermalukan daerah asal lah ya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagi kalian yang ingin merantau keluar Palembang bersiaplah menerima pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>#1 Perantau dari Palembang akan ditanyai seputar pempek<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas Palembang yang satu ini memang sudah terkenal di berbagai daerah di Indonesia. Panganan berbahan dasar ikan ini sepertinya cocok di lidah orang Indonesia dari daerah manapun. Tidak heran banyak orang yang kemudian meminta oleh-oleh ketika saya pulang kampung. Saya tahu permintaan itu hanya basa-basi saja, tapi mereka tampak senang sekali kalau dibawakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait panganan yang satu ini, orang-orang biasanya juga menanyakan cita rasa asli pempek dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tempat-beli-pempek-di-palembang-yang-paling-direkomendasikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat makan yang menjual pempek enak<\/a>. Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu kalian harus punya pengalaman mengunjungi rumah makan-rumah makan di Palembang. Kalau belum punya, jangan lupa untuk mencari informasi dahulu di internet.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Palembang kota atau kabupaten?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga kerap mendapat pertanyaan semacam ini. Mereka yang bertanya seperti ini berarti memiliki pengetahuan lebih luas terkait orang Palembang. Provinsi Sumatera Selatan itu luas, secara total terdiri atas 13 kabupaten dan 4 kota. Biasanya, orang-orang<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sumatera_Selatan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> Sumatera Selatan<\/a> akan menyebut dirinya dari Palembang supaya pembicaraan tidak rumit. Toh kalau dijelaskan kabupaten atau kota selain Palembang, orang-orang jarang ada yang ngerti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, ketika ada lawan bicara yang menanyakan lebih detail, barulah perantau dari Palembang menjelaskan asal kota atau kabupaten yang sebenarnya.\u00a0 Respon orang-orang setelah mendengar jawaban biasanya hanya ngangguk-ngangguk saja.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja rumah saya tidak begitu jauh dari Jembatan Ampera, tempat ikonik dan bersejarah di Palembang. Hampir setiap orang yang ke Palembang sudah pasti ke tempat ini. Jadi, bagi saya, cukup mudah menjelaskan tempat tinggal ke orang-orang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Disapa wong kito galo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ini bukan pertanyaan sih. \u201cWong kito galo\u201d adalah sapaan dengan bahasa daerah, semacam \u201choras\u201d kalau di Medan atau \u201cewako\u201d di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/20-kata-slang-makassar-yang-biasa-digunakan-dalam-percakapan-anak-muda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makassar.<\/a> \u201cWong kito galo\u201d artinya orang kita semua. Saya juga tidak paham asal-usul kenapa sapaan ini bisa sangat terkenal, sehingga orang-orang akan mengucapkan sapaan ini ketika bertemu orang Palembang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, teman-teman saya yang mengatakan sapaan itu kerap kali meleset di pengucapan huruf \u201co\u201d. Kebanyakan dari kawan saya berasal dari suku Jawa dan Sunda, sehingga pengucapan huruf \u201co\u201d sedikit berbeda dari seharusnya. Biasanya kalau ada yang memulai menyapa dengan kalimat ini akan berakhir dengan saya mengajarkan pengucapan yang benar.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa hal yang perlu kalian ketahui sebelum menjadi perantau dari Palembang. Ke mana pun kalian merantau, pertanyaan-pertanyaan itu akan membayangi, jadi jangan lupa mempersiapkan diri ya. Hitung-hitung sekalian memperkenalkan Palembang ke masyarakat luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Aulia Syafitri<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><b>5 <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/basa-basi-bahasa-sunda-agar-pendatang-tidak-dikira-sombong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Basa-basi Bahasa Sunda, Panduan bagi Pendatang agar Tidak Dikira Sombong\u00a0<\/a><\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a> ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perantau dari Palembang bersiaplah menerima pertantaan seputar daerah asal-usul kalian. <\/p>\n","protected":false},"author":2152,"featured_media":242572,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1418,7729,7731,5807,21616,575],"class_list":["post-242488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-merantau","tag-palembang","tag-pempek","tag-perantau","tag-perantau-dari-palembang","tag-sulawesi-selatan"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2152"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}