{"id":242258,"date":"2023-11-15T18:00:44","date_gmt":"2023-11-15T11:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242258"},"modified":"2023-11-15T17:57:41","modified_gmt":"2023-11-15T10:57:41","slug":"gen-z-terlanjur-dicap-nggak-becus-di-dunia-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gen-z-terlanjur-dicap-nggak-becus-di-dunia-kerja\/","title":{"rendered":"Malangnya Nasib Gen Z, Terlanjur Dicap Nggak Becus di Dunia Kerja"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sial betul nasib Gen Z hari ini. Eksistensinya menjadi olok-olokan generasi sebelumnya yang merasa lebih tahu dan paling senior dalam banyak hal. Gen Z dikomentari terkait pertemanan, media sosial, mengatur uang, hingga dinamika dunia kerja. Semuanya serba salah\u2014bahkan nyaris selalu dianggap salah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, wahai Gen Z. Saya bilang sejak awal, kalian sial di hari ini saja, tidak dengan hari depan. Percaya sama saya, isu soal Gen Z yang selalu bikin mangkel akan lenyap seiring munculnya generasi baru yang dianggap lebih menyebalkan. Begitulah template-nya. Saya dan rekan-rekan angkatan Gen Y (milenial) juga pernah ada di posisi serupa. Kami dilabeli pemalas, manja, dan dikit-dikit handphone\/media sosial oleh Gen X. Bisa jadi, Gen X juga mendapat perlakuan yang sama dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/baby-boomers-sotoy-bilang-milenial-dan-genz-hidup-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Boomers<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gen Z dan dunia kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang perlu menjadi sorotan saat ini, para Gen Z mulai memasuki dunia kerja. Sementara, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-kebohongan-di-dunia-kerja-yang-masih-dipercayai-karyawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dunia kerja<\/a> masih didominasi oleh generasi-generasi lebih tua yang menganggap mereka sebelah mata. G<\/span>enerasi lebih tua kadung melabeli mereka dengan banyak hal, seperti punya mentalnya lemah, nggak sopan, maunya kerja gaji dua digit, dan banyak hal negatif lain.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau tidak mau, suka atau tidak, karyawan yang lebih senior atau atasan di kantor, harus berdamai dengan keberadaan Gen Z. Toh pada akhirnya, generasi yang banyak diolok-olok itulah yang akan menjadi partner kolaborasi di masa depan. Daripada memfokuskan energi untuk melihat kelemahan-kelemahan generasi ini, atasan di kantor bisa mulai mencari cara agar para Gen Z tetap nyaman selama bekerja. Menyusun strategi agar Gen Z punya motivasi mumpuni dan memiliki pencapaian sesuai dengan KPI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya generasi-generasi sebelumnya hanya perlu sedikit mengambil jarak dari label-label Gen Z yang terlanjur melekat selama ini. Mereka perlu melihat secara jernih, apakah generasi yang kerap diolok-olok itu memang demikian? Niscaya akan ada jalan tengah mempertemukan Gen Z dengan generasi-generasi sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Glorifikasi mental health<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini saya lihat beberapa perusahaan atau kantor mulai memiliki jalan tengah untuk menghadapi isu-isu yang kerap disuarakan Gen Z. Soal <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/survei-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-punya-masalah-kesehatan-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kesehatan mental<\/a> yang kerap diglorifikasi misalnya. Beberapa perusahaan atau kantor sudah menyediakan psikolog atau biaya konsultasi ditanggung oleh kantor. Gen Z bisa memanfaatkan fasilitas semacam itu untuk tidak self-diagnose.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila memang perlu ke profesional, mereka perlu komunikasi hal ini ke atasan. Sebaliknya, atasan perlu menormalisasi hal ini. Toh, akan secara tidak langsung akan terlihat dari kinerjanya, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Gen Z tidak sopan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon, masalah lainnya dari generasi ini adalah terlalu blak-blakan. Output-nya menjadi nggak sopan kepada kolega, senior, dan atasan. Hal ini akan menjadi sederhana jika atasan bersedia untuk melakukan coaching secara personal. Agar masing-masing individu saling memahami maksud dan tujuan satu sama lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atasan punya peranan penting untuk menjadi penengah. Senior\u2014apalagi yang mengaku dari Gen X dan Y\u2014sudah selayaknya belajar memberi arahan. Bukan memperkeruh dengan cara mencaci di balik layar. Percuma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak perlu Gen Z. Ente-ente sekalian juga kalau bermasalah, kemudian nggak diingatkan secara langsung, malah kacau, kan? Bagaimana bisa tau letak kesalahan seseorang apabila tidak ada yang mengingatkan dan mengarahkan? Jadi nggak usah baper dan bawa-bawa generasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sedang melakukan kesalahan, ya, beri tahu salahnya di mana. Apa yang harus dilakukan, dibenahi, agar ke depannya bisa bekerja sesuai SOP. Bila perlu, ketika melakukan kesalahan, minta bukti\/ceritakan alur kerja mereka sebelumnya seperti apa. Sebaliknya, ketika sedang melakukan hal yang benar, lakukan recognition. Mention dan sampaikan bahwa mereka sudah melakukan hal yang sesuai dengan tanggung jawab dan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Prosedur_operasi_standar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">SOP<\/a>.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gaji dua digit, tapi nggak mau kerja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait anggapan Gen Z itu pintar, tapi nggak mau kerja. Sebenarnya mudah saja membongkar stereotip ini. Tinggal menggunakan KPI untuk mengukurnya. Gen Z maupun pegawai lainnya yang bisa memenuhinya, berarti mereka bisa bekerja dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soal gaji yang ingin langsung dapat dua digit, tenang saja, berjalannya waktu mereka akan sadar dengan sendirinya kok. Seiring pengalaman kerja yang didapat, mereka akan sadar bahwa gaji dua digit itu tidak mudah. Mereka akan menyadari standar skill dan jabatan yang harus dimiliki untuk <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-ngiler-gaji-2-digit-dan-posisi-manager-fresh-graduate-perlu-tahu-3-hal-berikut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">gaji dua digit<\/a>.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dipikir-pikir lagi, bukankah kita semua seperti Gen Z pada zamannya? Sebagai pemula di dunia kerja, kita juga sempat menginginkan banyak hal yang muluk-muluk dari kantor kita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boleh jadi solusi yang saya sampaikan terkesan sederhana. Namun, coba direnungkan kembali, beberapa di antaranya terlalu sering diabaikan dan tidak ada tindakan nyata, kan? Padahal mau dari generasi mana pun, dalam bekerja, fairness, recognition, dan saling support menjadi salah tiga komponen yang penting untuk diaplikasikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Seto Wicaksono<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/uneg-uneg\/gen-z-sukses-di-usia-muda\/\"><b>Gen Z yang Terbebani karena Selalu Dituntut Sukses di Usia Muda<\/b><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sial betul nasib Gen Z hari ini. Mereka terlanjur dicap tidak becus bekerja sebelum mendapatkan kesempatan membuktikannya. <\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":242279,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[2710,4448,848,507,72,185],"class_list":["post-242258","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-dunia-kerja","tag-gen-z","tag-lowongan-kerja","tag-milenial","tag-pekerjaan","tag-stereotip"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242258"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242258\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}