{"id":242138,"date":"2023-11-15T10:30:42","date_gmt":"2023-11-15T03:30:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242138"},"modified":"2023-11-15T10:30:42","modified_gmt":"2023-11-15T03:30:42","slug":"dosa-purwokerto-kepada-dunia-literasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dosa-purwokerto-kepada-dunia-literasi\/","title":{"rendered":"Dosa Purwokerto kepada Dunia Literasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saat awal-awal kuliah di Purwokerto, dosen memberi tugas untuk merangkum sebuah buku. Tugas ini menjadi agenda wajib bagi mahasiswa baru. Oleh karena itu, setiap mahasiswa lantas membeli sebuah buku sebagai bahan rangkuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah sengaja atau tidak, setelah tugas itu turun, muncul beberapa lapak toko buku &#8220;dadakan&#8221; di area kampus. Umumnya, meski best seller, mereka menjualnya dengan harga murah. Yah, maklum, namanya saja <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daripada-beli-buku-bajakan-beli-buku-bekas-nyatanya-lebih-terhormat-dan-keren\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buku bekas<\/a>. Banyak penjual buku memanfaatkan kesempatan ini untuk \u201ccuci gudang\u201d. Itulah pertama kalinya saya menemukan bazar buku di Purwokerto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seingat saya, bazar buku itu menjadi yang pertama dan satu-satunya yang saya temui selama menempuh studi di sana. Hingga kini, saya tidak pernah mendengar ada bazar buku lagi di sana. Bahkan, seorang kawan menyatakan jika bazar buku di sana itu bagaikan fatamorgana semata. Inilah dosa Purwokerto kepada dunia literasi.<\/span><\/p>\n<h2><b>100 ribu jumlah mahasiswa di Purwokerto tidak menjamin kecintaan pada dunia literasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Purwokerto saat ini menjadi salah satu kota tujuan pendidikan di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-batang-di-jawa-tengah-nggak-terkenal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Tengah<\/a>. Apalagi, kota satu ini memiliki biaya hidup yang sangat mendukung keberlangsungan para mahasiswa. Maka, tak jarang, jika banyak mahasiswa dari luar kota yang melanjutkan pendidikan di kota penghasil mendoan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, jumlah mahasiswa di sini sudah lebih dari 100 ribu orang. Angka ini seharusnya sudah mampu membuka mata para penerbit dan insan perbukuan untuk mengadakan bazar buku di Purwokerto. Masalahnya, Purwokerto selalu kalah pamor dengan Solo dan Semarang yang sering menjadi tujuan para penerbit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jumlah mahasiswa yang sudah mencapai angka 100 ribu tidak berbanding dengan pertumbuhan dunia literasi. Berdasarkan pengamatan saya, kecintaan para mahasiswa kepada dunia literasi di kota yang terkenal dengan bahasa ngapaknya ini masih begitu rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Konser musik lebih menarik bagi mahasiswa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sempat melakukan pengamatan dari September hingga November 2023. Hampir setiap weekend, selalu ada konser musik. Acara-acara tersebut terjadi sebagai bagian dari kegiatan banyak kampus yang mengadakan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Dies_Natalis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dies natalis<\/a> fakultas dan universitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih mengadakan acara yang mengedukasi mahasiswanya, banyak kampus yang lebih memilih untuk mengundang penyanyi dan band papan atas. Apa salah menjadikan acara dies natalis sebagai ajang pesta dan bersuka ria? Tentu tidak salah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya rasa, rangkaian acara seperti dies natalis bisa disertai dengan acara positif yang mengedukasi, misalnya bazar buku. Bazar buku bisa menjadi win-win solution bagi pihak kampus di Purwokerto agar tidak larut dalam perayaan dies natalis saja. Bazar buku bisa menjadi ajang reflektif untuk menambah antusias serta kecintaan pada dunia literasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya rasa, upaya untuk memupuk kecintaan pada dunia literasi menjadi tanggung jawab kaum terpelajar, insan perbukuan, dan pemerintah. Semua demi lestarinya gagasan dan keilmuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-mulai-tidak-aman-bagi-mahasiswa-pendatang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em style=\"color: #333333; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; font-size: 15px;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a> ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa di Purwokerto lebih suka konser. Tidak salah, tetapi bazar buku dan sejenisnya jadi terlupakan. Dunia literasi jadi menderita.<\/p>\n","protected":false},"author":1840,"featured_media":242181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[10004,21563,8526,21562],"class_list":["post-242138","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-jawa-tengah","tag-kampus-di-purwokerto","tag-purwokerto","tag-toko-buku-di-purwokerto"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242138"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242138\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}