{"id":242122,"date":"2023-11-15T11:29:14","date_gmt":"2023-11-15T04:29:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=242122"},"modified":"2023-11-15T11:29:14","modified_gmt":"2023-11-15T04:29:14","slug":"3-jalur-cepat-untuk-menjadi-ketua-organisasi-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-jalur-cepat-untuk-menjadi-ketua-organisasi-mahasiswa\/","title":{"rendered":"3 Jalur Cepat untuk Menjadi Ketua Organisasi Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun zaman semakin modern, tetap ada mahasiswa yang ingin masuk ke organisasi mahasiswa internal maupun eksternal. Well, walaupun menurut saya organisasi eksternal dewasa ini mulai kurang taringnya, tapi tetap ada beberapa hal yang barangkali menjadi kelebihan di mata mahasiswa sekarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang cukup organisatoris, walaupun biasa-biasa saja kariernya (saya nggak ambisius), saya mengerti dan memahami bagaimana alur menjadi pucuk pimpinan pada sebuah organisasi eksternal. Entah karena beruntung atau sudah jalannya, saya selalu berada di dekat lingkaran orang-orang yang ada di pucuk tertinggi organisasi eksternal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengamatan saya, ada banyak jalur yang bisa dilakukan jika ingin berada di pucuk pimpinan, dan menurut saya jalur paling tercepat adalah yang paling \u201ccurang\u201d dan paling privilege. Mungkin tidak baik, tapi mau bagaimana lagi, hal-hal seperti ini sudah terjadi sekian lamanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalur jilat senior\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah jadi hal yang lumrah, kalau di organisasi kampus sering dikaitkan dengan senior. Kalau kamu dekat dengan senior berpengaruh, seringkali nurut dengan yang bersangkutan dan selalu membantunya, bukan hal yang aneh nanti dia akan membantu kalau kamu berniat menjadi ketum, ketua BEM, sekjen dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kalau senior tersebut adalah senior yang paling dipandang dan dianggap sosok tunggal tanpa lawan. Makin lancar jaya dirimu untuk meraih kekuasaan setelahnya. Percayalah, banyak yang melakukan cara ini walaupun risikonya akan dianggap sebagai \u201ckader\u201ddari yang bersangkutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau senior tersebut sudah bersabda dan mendukung kamu, effortless deh. Paling banter kamu hanya perlu mengalahkan lawan eksternal saja. Sebab, masalah internal sudah beres dan terkendali.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi ketua organisasi mahasiswa jalur good looking<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sedikit pula ada organisasi yang mencalonkan orang karena tampang doang. Asli. Modal tampang, adalah modal paling enak karena cuman butuh wajah saja. Memang tidak seadil itu, tapi hal seperti ini sering terjadi. Saya punya kok, temen yang\u00a0 baru ikut organisasi dengan niat untuk menjadi ketua BEM. Tapi bisa jadi ketua BEM, karena punya tampang yang good looking.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di masa sekarang yang sangat visual banget, tampang jadi hal yang utama. Orang-orang jadi gampang ingat. Kalau good looking, orang pasti menilai kayak, \u201cMilih dia ah, yang ganteng itu, loh.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita kasih perbandingan saja. Misalnya, ada dua calon ketua BEM, satunya ganteng plus pinter. Satunya lagi biasa saja plus pinter pake banget. Pasti orang-orang kebanyakan akan milih yang ganteng, karena sudah ganteng tambah pintar pula. Kalau yang biasa-biasa aja? Sama lawannya bakal diserang sebagai orang yang fafifu wasweswos doang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Jalur nasab<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/jabar\/nasab-adalah-keturunan-berikut-pengertian-dan-hukumnya-dalam-islam-kln.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur nasab<\/a> adalah yang paling banget teramat bangke. Ada beberapa organisasi mahasiswa yang saya tahu, masih sangat mengutamakan nasab. Misalnya dia anak ulama, anak kiai, atau anak tokoh dari organisasi tersebut, maka pasti yang bakal dipilih. Macam dinasti saja. Kalau bapaknya sosok besar, ya, anak keturunannya lah yang pantas meneruskan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah kalau misalnya dengan jalur senior. Seniormu adalah abangmu misalnya, double banget itu damagenya. Kamu di organisasi mahasiswa yang memuja nasab, dan seniormu adalah abang\/kakak kandung sendiri. Walah, udah nggak ada lawan banget itu. Tenang untuk meraih kekuasaan selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau kamu pinter kek, ganteng kek, atau berprestasi kek, kalau \u201csalah masuk\u201d ke organisasi mahasiswa semacam ini, wassalam. Nggak bakal bisa menandingi kekuatan nasab. Wallah, susah banget. Mending pindah organisasi yang lain aja, yang sekiranya masih bisa buat jilatin senior, misalnya kamu sangat berambisi banget.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, kalau misalnya ada yang nggak sepakat dengan tulisan saya monggo balas. Saya menulis karena pengalaman saya pribadi saat dulu sebagai mahasiswa melihat dinamika politik kampus yang ada. Kalau misalnya sepakat dengan tulisan saya, coba tambahin ada jalur lain yang sama kocaknya, nggak?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nasrulloh Alif Suherman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ormawa-itu-memang-bukan-keluarga\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ormawa Itu Memang Bukan Keluarga, Ngapain Ngebet Dibikin kayak Keluarga sih?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dari pengamatan saya, ada banyak jalur yang bisa ditempuh jika ingin berada di pucuk pimpinan organisasi mahasiswa.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":242202,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[17830,9802,6342,5090],"class_list":["post-242122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jalur","tag-ketua","tag-organisasi-mahasiswa","tag-privilese"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=242122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/242122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/242202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=242122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=242122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=242122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}