{"id":240860,"date":"2023-11-08T09:00:27","date_gmt":"2023-11-08T02:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=240860"},"modified":"2023-11-08T01:11:13","modified_gmt":"2023-11-07T18:11:13","slug":"lokasi-coffee-shop-terdekat-nggak-menjamin-pelanggan-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lokasi-coffee-shop-terdekat-nggak-menjamin-pelanggan-kembali\/","title":{"rendered":"Perkara Coffee Shop, Lokasi Tak Melulu Menentukan Prestasi, Kadang Malah Bikin Gigit Jari!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan paling simpel orang mau datang ke coffee shop adalah lokasi coffee shop terdekat dengan tempatmu tinggal. Mau sebagus apa pun coffee shop itu, mau seenak apa pun kopinya, kalau lokasinya jauh, pasti dah males duluan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya kalo lokasinya deket, misal menunya nggak terlalu enak, ada aja potensi disamperin. Minimal kalo nggak terlalu enak ya nggak butuh effort buat dateng lah. Apalagi kalo harganya relatif murah. Apalagi kalo wifinya kenceng. Dan yang terakhir, apalagi kalo baristanya ramah. Makin sering main pasti!<\/span><\/p>\n<h2><b>Lokasi coffee shop terdekat adalah kunci<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi yang aku maksud itu nggak melulu deket tempat tinggal. Ya itu tetep faktor paling gede sih. Tapi bisa juga deket tempat kerja, deket kos pacar, atau bahkan searah dengan perjalanan berangkat dan pulang kerja. Intinya lokasi coffee shop terdekat ada di radius aktivitas sehari-hari, dan nggak perlu keluar dari area tersebut. Keluar dari area dikit nggak masalah, asal nggak yang sampe menguras dua strip indikator bensin!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau sudah memenuhi kriteria lokasi itu, maka sebuah coffee shop pasti berpotensi disamperin. Akan tetapi itu berlalu kalo weekdays. Beda cerita lagi kalau weekend.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo weekdays biasanya cenderung mencari coffee shop yang dekat, untuk nongkrong sepulang kerja, sambil dikit-dikit ngerjain urusan kantor yang belum kelar. Sedangkan kalo weekend beda lagi urusannya. Biasanya sengaja nyari coffee shop yang jauh juga nggak apa-apa, asalkan tempatnya menarik dan kopinya enak. Semacam piknik gitulah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda cerita lagi kalo emang mau nongkrong sama temen-temen. Nggak mungkin bagi satu tongkrongan tinggalnya di lokasi yang sama. Karena itu sesekali nongkrong bareng pasti nyari yang lokasinya menjadi titik tengah di antara mereka. Kalo nggak bisa nemu yang bener-bener titik tengah ya satu atau dua orang dikorbanin karena paling jauh sih wajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi entah itu weekend atau nongkrong sama temen sesekali, kan bukan aktivitas rutin sehari-hari. Jadinya ya faktor lokasi yang deket itu bisa dikesampingkan terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lokasi coffee shop bisa mendatangkan pengunjung, tetapi belum tentu membuat mereka kembali<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau weekdays, pokoknya pasti milih nyamperin yang lokasinya deket. Masalahnya, sekarang ini kan coffee shop banyak banget! Mau milih yang deket pun udah bejibun! Gimana mau milih yang deket kalo semuanya udah deket? Mlengos dikit aja nyampe ke coffee shop. Geser dikit dah ke coffee shop lain. Semuanya deket meski menu kopinya gitu-gitu aja!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya ya kalo udah gini faktor-faktor lain yang akan bekerja. Lokasi coffee shop terdekat itu cuma jadi alasan kenapa coffee shop didatengi. Celakanya, hanya karena udah didatengi, belum tentu disukai, kan? Bisa aja hari itu dateng. Karena kecewa, ya ogah balek lagi ke sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tuh coffee shop searah pulang kerja yang konsep sawah-sawah. Lokasinya enak, strategis. Tapi baristanya judesnya minta ampun, makanan dan minumannya biasa aja, ya males mau dateng! Pokoknya sejudes-judesnya barista ada di sono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangin, pelanggan datang ke bar mau pesen, malah dicuekin. Pelanggan bingung milih menu, kagak ada bantuan sama sekali. Baristanya rombongan. Ada yang cuma diem di depan pelanggan. Ada yang lagi bikin pesenan. Bahkan ada yang lagi mainan Mobile Legends! Rasanya pingin aku semangatin biar tahun depan ikutan MPL dan resign dari coffee shop itu!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelayanan model gini nih yang bikin coffee shop bangkrut sendiri. Lokasi dah strategis tapi pelayanannya mengecewakan ya mohon maap, kagak bakal balik. Mohon maap nih, nggak sampe lima ratus meter dari sono ada kok coffee shop lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu aku mikir kalau lokasi coffee shop terdekat yang nggak perlu effort untuk ke sana, pasti jadi pilihan pertama. Lah sekarang banyak yang kayak gitu. Banyak yang bisa jadi pilihan pertama. Sifat dasar manusia, atau sifat dasarku pribadi, kalo dikasih pilihan, ya pasti bakal milih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalo cuma mengandalkan lokasi, yang lain juga gitu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah <a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2019\/12\/23\/style\/coffee-lichen-regular-visitors.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">too much coffee shop in town<\/a> itu nyata. Jadinya jangan merasa karena lokasinya dah strategis terus bakalan didatengin terus. Orang cuma butuh dateng sekali dan bakal tau mau balik lagi apa enggak. Lokasi strategis itu kan cuma cara biar orang-orang lebih mudah tau kalo ada coffee shop di sana, sehingga nggak perlu terlalu effort untuk mempromosikan coffee shop biar dikenal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo cuma mau mengandalkan lokasi strategis, ayolah, tinggal belok di perempatan depan aja ada coffee shop yang juga strategis lokasinya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Riyanto<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/barista-jogja-antara-seksi-romantis-dan-upah-kelewat-rendah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lokasi tak selalu menentukan prestasi.<\/p>\n","protected":false},"author":702,"featured_media":241008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[6855,635,21384,20303],"class_list":["post-240860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-barista","tag-coffee-shop","tag-lokasi-coffee-shop-terdekat","tag-strategis"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/702"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=240860"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240860\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=240860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=240860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=240860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}