{"id":240669,"date":"2023-11-06T10:19:24","date_gmt":"2023-11-06T03:19:24","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=240669"},"modified":"2023-11-06T10:19:24","modified_gmt":"2023-11-06T03:19:24","slug":"langkat-di-sumatera-utara-masyarakatnya-fasih-berbahasa-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/langkat-di-sumatera-utara-masyarakatnya-fasih-berbahasa-jawa\/","title":{"rendered":"Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang Masyarakatnya Fasih Berbahasa Jawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bulan terakhir saya merasa beruntung. Saya diberi kesempatan menyelenggarakan sebuah program sosialisasi ke daerah-daerah yang asing di telinga, salah satunya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Jujur, daerah ini pertama kali saya dengar pada Januari tahun lalu ketika ramai pemberitaan bupatinya terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebelumnya, saya sama sekali tidak mengenal kabupaten yang dihimpit Deli Serdang dan Binjai itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika tiba di Langkat, saya merasa sangat kupe. Banyak hal tentang negeri sendiri yang tidak saya ketahui. Perjalanan ke Langkat membawa saya pada sebuah fakta unik. Ternyata, mayoritas masyarakat setempat berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Jawa. Mereka menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hargai-orang-yang-belajar-bahasa-jawa-dong-jangan-sedikit-sedikit-dibilang-nggak-pantas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bahasa Jawa<\/a> dengan bumbu logat melayu, tidak ada medhok-medhoknya sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pikir saya waktu itu, yah mungkin orang-orang ini adalah perantauan dari Jawa. Namun anehnya, ketika saya memperkenalkan diri sebagai individu yang punya keturunan Jawa dan bisa berbahasa Jawa, mereka tidak lantas mengajak saya berbincang dengan bahasa Jawa. Mereka tetap mengajak saya berbincang dengan bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keanehan lain, mereka tidak begitu memahami daerah-daerah di Jawa. Saya menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi di Langkat juga dilakukan di beberapa daerah seperti Magelang, Kudus, dan Semarang, Surabaya, Malang, dan Kediri. Mereka hanya mengetahui Semarang dan Surabaya. Daerah lainnya mereka seperti menerka-nerka di mana posisi pastinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh Kudus itu daerah Jawa Tengah ya mas?\u201d celetuk salah satu dari masyarakat setempat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kemudian bertanya-tanya, kenapa orang-orang di Langkat ini fasih berbahasa Jawa, tapi kurang familiar dengan daerah-daerah di Jawa. Mereka tidak seperti orang Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Orang Langkat keturunan Jawa<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya salah satu dari mereka menceritakan, penduduk di Langkat, Sumatera Utara memang didominasi keturunan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-stereotip-orang-jawa-yang-kerap-dianggap-sebagai-kebenaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">suku Jawa<\/a>. Pada masa Orde Baru, sekitar\u00a0 tahun 70-an, banyak orang Jawa yang mengikuti program transmigrasi ke daerah Langkat. Ribuan orang yang meninggalkan Pulau Jawa itu mayoritas berasal dari Solo, Magelang, Banyumas, dan Yogyakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat Jawa di Langkat kemudian membentuk sebuah pemukiman yang awalnya hanya terdiri dari dua desa, yaitu Desa Bukit Mas dan Desa Muka Paya. Seiring berkembangnya zaman, penyebaran masyarakat Jawa pun meluas hingga mendominasi satu kecamatan. Saat ini kecamatan yang paling terkenal sebagai kawasannya orang-orang keturunan Jawa adalah C<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laporan sensus penduduk pada tahun 2000 juga mencatat, komposisi masyarakat Jawa di Langkat mencapai 56 persen dari total penduduknya yang mencapai lebih dari 1,1 juta orang. Sementara persentase suku Batak dan Melayu di Langkat hanya mencapai masing-masing 17 persen dan 14 persen. Sisanya diisi oleh penduduk dari suku Minangkabau, Toba, Mandaling, dan Tionghoa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini total penduduk di Langkat sudah hampir menyentuh angka 2 juta. Tentu komposisi masyarakat keturunan Jawa ikut meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk. Kebanyakan dari mereka adalah generasi ke-2 dan ke-3 dari ribuan suku Jawa yang merantau ketika Orba. Itu mengapa mereka hanya tahu bahasa Jawa sebagai cara berkomunikasi orang tua dan buyut. Mereka tidak pernah tahu seluk beluk daerah asal buyutnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Sumatera Utara rasa Jawa<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berada di Kota Stabat (Ibukota Langkat), suasana yang ditawarkan seperti mengunjungi daerah-daerah di Jawa. Arsitektur bangunan seperti alun-alun, perkantoran, dan rumah-rumah penduduk identik dengan bangunan limasan khas masyarakat Jawa. Konsep a<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lun-alun di Langkat yang bernama Tengku Amir Hamzah juga mirip dengan alun-alun yang ada di Jawa. Di sekitar alun-alun terdapat masjid, kantor pemerintahan, dan monumen di tengah lapangan yang ukurannya sangat luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan-makanan yang ada di Langkat kebanyakan bercita rasa manis yang kuat. Cita rasa yang bakal mengingatkan kalian dengan makanan-makanan di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Salah satu makanan yang terkenal di sini adalah Halua yang ini mirip manisan dan umumnya terbuat dari buah-buahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tidak berhubungan dengan suku Jawa sih, tapi fakta menarik lainnya tentang Langkat adalah lokasinya yang dekat dengan <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Taman_Nasional_Gunung_Leuser\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Taman Nasional Gunung Leuser<\/a>. Pemerintah dan masyarakat kemudian bekerja sama untuk membangun kawasan wisata yang ramah lingkungan. Mereka membentuk sebuah cagar budaya yang di dalamnya berdiri gubuk-gubuk kecil di beberapa titik. Gubug-gubug itu berhadapan langsung dengan hijaunya hutan leuser yang menyegarkan mata. Itu menjadi pemandangan yang cocok bagi mereka yang membutuhkan tempat tenang yang menyatu dengan alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkat, Sumatera Utara cukup menarik bukan? Monggo diagendakan main ke kabupaten ini mumpung sebentar lagi akhir tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi<br \/>\nEditor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/istilah-bahasa-jawa-yang-susah-diartikan-ke-bahasa-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">11 Istilah Bahasa Jawa yang Susah Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini\u00a0<\/a>ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Langkat, Kabupaten di Sumatera Utara yang penduduknya fasih berbahasa Jawa. Mereka keturunan orang Jawa yang bertransmigrasi ketika Orba.<\/p>\n","protected":false},"author":232,"featured_media":240673,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1164,763,21351,21350,7929,2397,6304],"class_list":["post-240669","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-jawa","tag-kecamatan-susutan","tag-langkat","tag-suku-jawa","tag-sumatera-utara","tag-transmigrasi"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240669","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/232"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=240669"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240669\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/240673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=240669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=240669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=240669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}