{"id":240531,"date":"2023-11-05T09:36:15","date_gmt":"2023-11-05T02:36:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=240531"},"modified":"2023-11-06T07:45:01","modified_gmt":"2023-11-06T00:45:01","slug":"purwokerto-mulai-tidak-aman-bagi-mahasiswa-pendatang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-mulai-tidak-aman-bagi-mahasiswa-pendatang\/","title":{"rendered":"Purwokerto yang Sejuk dan Tenteram Mulai Menjelma Menjadi Kota yang Tidak Aman Bagi Mahasiswa Pendatang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah orang yang cukup iseng. Salah satunya, saya pernah menanyakan alasan teman-teman dari luar kota memilih Purwokerto sebagai tujuan pendidikan. Lalu, saya juga menanyakan alasan mereka kenapa tidak memilih kota lain saja. Padahal, masih ada daerah lain yang sudah terkenal sebagai kota pendidikan seperti Jogja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman-teman menjawab dengan serius. Muncul jawaban logis, ada juga jawaban nyeleneh dan nggak bermutu. Namun, secara garis besar, saya bisa mengelompokan jawaban mereka memilih Purwokerto sebagai kota tujuan studi menjadi 3 alasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kualitas udara yang masih baik. Kedua, biaya hidup dan harga makanan di Purwokerto termasuk murah. Alasan kedua ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi mahasiswa rantau. Ketiga, kondisi kota yang relatif aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa mahasiswa baru di Purwokerto yang enggan memilih <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jika-istilah-klitih-diganti-apakah-jogja-akan-lebih-baik-baik-saja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jogja<\/a> sebagai pilihan utama melanjutkan studi. Alasannya karena takut klitih. Mereka merasa kejahatan jalan ini sangat mengganggu. Oleh sebab itu, mereka melihat Purwokerto dilihat sebagai manifestasi sebuah kenyamanan dan ketentraman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saat ini, saya merasa 3 alasan di atas sudah mulai tidak relevan. Lantas, apa yang membuat saya menilai Purwokerto mulai menjelma kota yang tidak aman bagi mahasiswa pendatang?<\/span><\/p>\n<h2><b>Tingkat pencurian motor mulai menanjak naik dan sangat meresahkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir Agustus 2023 yang lalu, secara tidak sengaja saya membaca status WA teman. Dia baru saja menjadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-spare-part-motor-yang-sering-hilang-saat-sedang-di-parkiran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">korban pencurian motor<\/a>. Aksi kejahatan tersebut terjadi sekitar pukul 01:30 dini hari. Lokasi kos kawan saya ini berada di di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto utara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat pantauan CCTV, pelaku yang berjumlah 2 orang melakukan aksinya dengan waktu yang singkat dan begitu cekatan. Berapa bulan sudah berlalu, tidak ada hilal atau tanda-tanda motornya akan kembali. Dia sudah mulai merelakan motor Honda Beat-nya raib selamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kejadian tersebut, saya mendengar lagi berapa kasus pencurian motor terjadi di Kota Satria. Para pelakunya beraksi pada jam yang sama. Melihat 2 kejadian itu, saya menyimpulkan bahwa keamanan yang mutlak dari sebuah wilayah hanya fatamorgana belaka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maling memang selalu beraksi karena ada kesempatan. Namun, di sisi lain, keamanan bagi warga juga belum maksimal. Seharusnya ini menjadi keprihatinan bersama, baik warga maupun pihak berwajib.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-mulai-tidak-aman-bagi-mahasiswa-pendatang\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Tingkat kenakalan remaja semakin meningkat&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Di Purwokerto, tingkat kenakalan remaja semakin meningkat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agustus 2022, saya mendengar kabar dari seorang kawan bahwa telah terjadi peristiwa yang mencengangkan. Kebetulan, waktu itu saya sedang KKN di luar kota. Peristiwa yang dimaksud adalah kenakalan remaja yang dilakukan oleh sekelompok anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, beberapa anak tersebut mengendarai motor melaju dari arah Jalan Jendral Soedirman. Saat melewati Alun-Alun Purwokerto, salah satu dari mereka melemparkan petasan ke arah para pengunjung yang sedang duduk-duduk. Untung saja tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejadian seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jogja. Masih teringat dalam benak kita mengenai kejadian seorang anak muda yang tiba-tiba <a href=\"https:\/\/regional.kompas.com\/read\/2023\/02\/09\/195950178\/kasus-pembacokan-di-titik-nol-km-yogyakarta-polisi-sebut-motifnya-senggolan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">membacok orang di area nol kilometer Jogja<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dua kejadian tersebut semakin menegaskan bahwa para pemuda saat ini memiliki tingkat kenakalan yang tinggi. Minimnya ruang publik dan tempat penyaluran bakat menjadi salah satu penyebab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apakah kalian akan tetap mengatakan bahwa Purwokerto masih kota yang aman bagi para mahasiswa pendatang? Silakan kalian menilai sendiri. Intinya, kewaspadaan menjadi kunci bagi kalian yang hendak menempuh studi di luar kota. Selain itu, pihak-pihak terkait kudu bekerja lebih keras demi kenyamanan semua warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-yang-tak-lagi-eksotis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purwokerto, Kota Pensiunan yang Makin Kehilangan Identitasnya sebagai Kota Tua yang Eksotis<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Purwokerto dulu terkenal sejuk, biaya hidup terjangkau, dan aman. Namun, kini tak lagi relevan. Kota ini tak aman bagi mahasiswa pendatang.<\/p>\n","protected":false},"author":1840,"featured_media":240552,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[12564,17290,7769,10004,1409,8526],"class_list":["post-240531","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-alun-alun-purwokerto","tag-curanmor","tag-honda-beat","tag-jawa-tengah","tag-kenakalan-remaja","tag-purwokerto"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=240531"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240531\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/240552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=240531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=240531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=240531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}