{"id":239727,"date":"2023-11-02T12:51:29","date_gmt":"2023-11-02T05:51:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=239727"},"modified":"2023-11-03T10:31:25","modified_gmt":"2023-11-03T03:31:25","slug":"jalanan-gunung-gumitir-perbatasan-banyuwangi-jember-hindari-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalanan-gunung-gumitir-perbatasan-banyuwangi-jember-hindari-aja\/","title":{"rendered":"Jangan Lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau Kesabaran dan Keberanian Kalian Setipis Tisu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gunung Gumitir menjadi salah satu jalan yang paling saya hindari. Jalan di perbatasan Banyuwangi-Jember itu sangat tidak ramah pengendara, khususnya<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-hal-paling-menjengkelkan-dan-patut-diwaspadai-saat-menyalip-mobil-pakai-sepeda-motor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> pengendara sepeda motor.<\/a> Memang sih, jalannya sejuk dan asri. Namun itu tidak mampu meredam kecemasan saya ketika melintasi Jalan Jalan Gunung Gumitir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak cemas melewati jalan ini? Bayangkan saja, beberapa titik jalan di perbatasan Banyuwangi-Jember itu tidak memiliki penerangan. Padahal rutenya naik-turun dan punya tikungan yang tajam. Berkendara di jalan ini saat malam hari akan sangat berbahaya. Di bawah ini beberapa alasan lain mengapa Jalan Gunung Gumitir membuat pengendara motor seperti saya cemas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rusaknya beberapa besi pengamanan di tepi jalan (W<i>ire Rope Safety)<\/i><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti jalanan di daerah pegunungan pada umumnya, Jalan Gunung Gumitir langsung berbatasan dengan jurang di sisi-sisinya. Keberadaan Wire Rope Safety atau besi pembatas jalan menjadi sangat penting untuk meminimalisir dampak kecelakaan. Apalagi jalan ini merupakan perbatasan dua kabupaten Banyuwangi dan Jember yang sudah pasti banyak dilalui kendaraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, sejauh pengamatan saya, beberapa besi pembatas terlihat sudah usang dan rusak. Bahkan, di beberapa titik malah nggak ada besi pengamanan sama sekali. Bagaimana tidak deg-degan?\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Beradu kecepatan dengan kendaraan besar yang ugal-ugalan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Gunung Gumitir membuka mata saya, bahwa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/penjelasan-sopir-tentang-anggapan-mending-hilang-satu-nyawa-ketimbang-satu-bus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sopir bus<\/a> dan kendaraan berukuran besar lain ternyata menyebalkan. Kendaraan segede gaban suka menyalip sembarangan dan ugal-ugalan. Padahal jalan yang berbatasan langsung dengan jurang itu tidak terlalu lebar. Di sisi lain, jalan perbatasan Banyuwangi dan Jember itu dilalui oleh banyak kendaraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap arogan para pengemudi kendaraan besar ini sering mencelakai kendaraan lain. Entah sudah berapa ratus kali saya mendengar kabar tentang kecelakaan di Jalan Gunung Gumitir karena pengemudi ugal-ugalan. Pokoknya benar-benar mimpi buruk harus berbagi jalan dengan tipe pengemudi yang tidak bertanggung jawab seperti ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalanan-gunung-gumitir-perbatasan-banyuwangi-jember-hindari-aja\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Baca halaman selanjutnya: Jalan Gunung Gumitir sering macet karena banyak pengemis di tepi jalan<\/strong><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><strong>Jalan Gunung Gumitir sering macet karena banyak pengemis di tepi jalan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Poin ini memang sedikit sensitif, tapi akan tetap saya bahas. Terdapat banyak pengemis di beberapa titik Jalan Gunung Gumitir. Tidak sedikit pula pengendara dermawan yang ingin berbagi rezeki kepada mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tindakan para pengemudi itu tidak memikirkan pengendara lainnya. Mereka biasanya melaju pelan secara tiba-tiba dan berhenti sejenak di tempat yang tak semestinya. Benar-benar membahayakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rawan longsor di musim hujan<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/bpbd.bogorkab.go.id\/penyebab-longsor-yang-patut-diwaspadai\/#:~:text=Tanah%20yang%20bergeser%20menyebabkan%20erosi%20tanah%20dan%20kemudian%20terjadi%20longsor.&amp;text=Erosi%20merupakan%20pengikisan%20tanah%20yang,curam%20dan%20menjadi%20penyebab%20longsor.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tanah Longsor<\/a> adalah hal yang paling saya takutkan ketika lewat jalan perbatasan ini. Apalagi ketika musim hujan tiba. Potensi terjadi tanah longsor semakin tinggi. Saya semakin cemas ketika berita yang mengabarkan tanah longsor di beberapa titik di jalan ini banyak berseliweran di media.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Jalan Gunung Gumitir terkenal memiliki penunggu yang suka mengganggu<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menuliskan artikel berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-di-kabupaten-banyuwangi-yang-bikin-merinding\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">3 Jalan di Kabupaten Banyuwangi yang Bikin Merinding jika Dilewati Sendirian di Malam Hari <\/a><span style=\"font-weight: 400;\">di Terminal Mojok. <\/span>Jalan Gunung Gumitir saya masukkan menjadi salah satunya. Bukan tanpa alasan, jalan ini terkenal dengan cerita-cerita horor yang membuat orang-orang enggan melewatinya di malam hari.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah tentang nenek tua yang sering mengganggu para pengendara adalah urban legend yang paling ikonik di jalan ini. Konon hantu nenek tua itu akan mencelakai pengendara dengan cara menyeberang jalan secara tiba-tiba. Selain itu, ada juga\u00a0 pengganggu berwujud wanita cantik. Hantu ini menjelma sebagai pejalan kaki yang meminta tumpangan, kemudian hantu akan hilang tiba-tiba atau menampakkan wujud aslinya. Serem betul.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas beberapa alasan kenapa saya malas melewati Jalan Jalan Gunung Gumitir di perbatasan Banyuwangi-Jember. Kalau kesabaran dan keberanian kalian setipis tisu, mending jangan lewat sini. Lebih baik lewat jalur utara atau naik kereta api sekalian saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Rino Andreanto<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor:\u00a0 Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-semarang-demak-jalan-paling-bikin-emosi-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini\u00a0<\/a>ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan lewat Jalan Gunung Gumitir Perbatasan Banyuwangi-Jember kalau tidak terpaksa. Jalannya berbahaya, apalagi bagi pengendara sepeda motor.<\/p>\n","protected":false},"author":2370,"featured_media":239999,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6216,9502,29,21258,8794,12192,17831],"class_list":["post-239727","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyuwangi","tag-berbahaya","tag-horor","tag-jalan-gunung-gumitir","tag-jember","tag-kabupaten","tag-rawan-longsor"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239727","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2370"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/239999"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}