{"id":239658,"date":"2023-11-01T12:03:13","date_gmt":"2023-11-01T05:03:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=239658"},"modified":"2023-11-01T14:07:31","modified_gmt":"2023-11-01T07:07:31","slug":"pengalaman-guru-yang-nggak-bisa-bahasa-isyarat-mengajar-murid-tuli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-guru-yang-nggak-bisa-bahasa-isyarat-mengajar-murid-tuli\/","title":{"rendered":"Pengalaman Guru yang Nggak Bisa Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengajar murid Tuli sejak 2018. Saya bertemu dengan banyak murid dengan kemampuan komunikasi yang beragam. Ada murid Tuli yang kemampuan bicara secara oral sudah bagus, ada murid Tuli yang lebih menguasai bahasa isyarat. Ada juga murid yang kemampuan dalam bicara secara oral maupun isyarat amat minim.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama hampir enam tahun saya mengajar untuk murid Tuli, saya lebih banyak mengajar murid pada jenjang SMPLB ataupun SMALB. Rata-rata murid di jenjang itu sudah mempunyai banyak perbendaharaan kata. Mereka juga sudah memahami bahasa dengan cukup baik, walau terkadang penyusunan kalimatnya masih sering terbolak-balik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan mengajar murid Tuli selama hampir enam tahun memang tidak terasa. Selama perjalanan ini saya selalu teringat tahun pertama saya mengajar untuk murid Tuli. Ada salah seorang murid yang mengkritik saya. Dia meragukan kemampuan saya menjadi guru untuk murid Tuli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan yang terlontar bukan tanpa sebab. Saya menyadari betul, di awal-awal mengajar, kemampuan berbahasa isyarat saya sangat minim. Saya hanya menguasai isyarat huruf A sampai Z, lalu isyarat bilangan 1 sampai 100. Selebihnya hanya kata dasar yang biasa digunakan sehari-hari, seperti kata saya, kamu, siapa, dan, apa, sebab.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Pada saat itu saya selalu penasaran dengan apa yang para<span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0murid obrolkan dengan bahasa isyarat. Kemampuan bahasa isyarat saya tidak cukup baik untuk menangkap pembicaraan mereka. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Saya cuma <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngang ngong ngang ngong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saja melihat mereka bisa begitu lancar dan asyik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-alasan-asyiknya-bisa-bahasa-isyarat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengobrol dalam bahasa isyarat<\/a>.\u00a0 Bahkan tidak jarang saya merasa curiga, jangan-jangan yang mereka memperbincangkan adalah saya, gurunya sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengombinasikan bahasa isyarat dengan media lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jangan-mudah-marah-critic-dan-shaming-itu-berbeda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kritikan dari murid<\/a> yang terlontar saat awal masa awal mengajar tidak mematahkan semangat saya menjadi guru. Pada saat itu saya meyakini ada banyak cara untuk mengajar murid Tuli. Guru yang lebih senior pun banyak memberikan petuah bagaimana mengatasi kondisi guru yang belum mahir berisyarat, tapi harus mengajar murid Tuli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Guru senior pernah bilang, bahasa isyarat bukan satu-satunya media komunikasi yang bisa dilakukan dengan murid Tuli. Walau memang, menguasai bahasa isyarat memang akan memudahkan. Apabila guru belum menguasai bahasa isyarat, guru bisa mengkombinasikannya dengan kemampuan bicara, tulisan, gambar dan juga gerakan tubuh ketika mengajar. Menurut guru senior itu kombinasi cara mengajar seperti itu tidak menjadi persoalan. Banyak murid Tuli yang dari kecil tidak dibiasakan memakai bahasa isyarat, sehingga dalam kesehariannya memakai oral atau dengan cara bicara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu kecepatan dalam berkomunikasi perlu disesuaikan dengan kondisi murid. Guru senior selalu mengingatkan, ketika berbicara dengan murid perlu secara pelan dan jelas. Apabila perlu, bisa diulang berkali-kali agar murid bisa menangkap\u00a0 maknanya yang dimaksud.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menghadapi murid Tuli kelas rendah lebih menantang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain lagi jika guru menghadapi murid Tuli yang masih kelas rendah, seperti di TKLB ataupun di SDLB kelas 1, 2, dan 3. Kemampuan bahasa isyarat murid di kelas tersebut biasanya masih terbatas. Mereka lebih banyak berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh yang cenderung sulit dipahami. Sementara kemampuan berkomunikasi secara oral juga tidak jelas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila menghadapi murid dengan kemampuan seperti itu, satu-satunya metode komunikasi yang bisa digunakan adalah gambar. Oleh karena itu, apabila perlu, guru dan murid bisa membawa papan tulis kecil untuk membantu berkomunikasi. Mereka bisa menggambar atau menuliskan kata-kata yang ingin dikomunikasikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja metode ini banyak tantangan, salah satunya, gambar yang dibuat tidak sesuai dengan yang dimaksud murid. Mau gak mau jadi semacam kuis tebak gambar, di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Eat_Bulaga!_Indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">reality show Eat Bulaga SCTV<\/a>. Perbedaannya, komunikasi semacam ini hampir terjadi setiap hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Denny Abdurrachman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/anak-saya-tuli-dan-saya-harus-berterima-kasih-ke-bu-risma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Anak Saya Tuli dan Saya Harus Berterima Kasih ke Bu Risma<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain meningkatkan kemampuan bahasa isyarat, guru yang mengajar murid Tuli perlu juga bisa berkomunikasi dengan bahasa tubuh, tulisan, dan gambar.<\/p>\n","protected":false},"author":2418,"featured_media":239798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12910],"tags":[7268,2094,21234,21238,21236,21235,21237,12042],"class_list":["post-239658","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-bahasa-isyarat","tag-guru","tag-murid-tuli","tag-sdlb","tag-smalb","tag-smplb","tag-tklb","tag-tunarungu"],"modified_by":"Kenia Intan","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239658","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2418"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239658"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239658\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/239798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}