{"id":239342,"date":"2023-10-29T18:00:51","date_gmt":"2023-10-29T11:00:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=239342"},"modified":"2023-10-29T13:05:52","modified_gmt":"2023-10-29T06:05:52","slug":"sistem-satu-arah-24-jam-bukan-solusi-kemacetan-jember","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sistem-satu-arah-24-jam-bukan-solusi-kemacetan-jember\/","title":{"rendered":"Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemacetan di daerah kampus Jember adalah kisah lama yang masih belum ditemukan solusinya hingga saat ini. Meski sudah ada beberapa upaya, mulai dari penggunaan kembali bundaran Mastrip hingga SSA 24 jam yang mulai diberlakukan mulai Sabtu (28\/10\/2023) masih belum menjadi solusi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesungguhnya, kampus-kampus besar di Jember dengan ribuan mahasiswa baru setiap tahun membawa banyak manfaat untuk perekonomian masyarakat yang berputar semakin cepat dengan hadirnya ribuan mahasiswa dari berbagai daerah. Namun, banyaknya mahasiswa itu juga membawa beban pikiran besar bernama kemacetan yang sampai saat ini belum ditemukan solusinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencairkan kemacetan, khususnya di lingkungan kampus dengan lalu lintas yang luar biasa padat, dishub Jember melakukan uji coba sistem satu arah. Awalnya, saya rasa skema itu berhasil. Kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Jawa dan Kalimantan mulai terasa sedikit mencair berkat aturan satu arah selama 24 jam sehari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati berhasil, pertanyaannya adalah, emang harus ya Sistem Satu Arah (SSA) diberlakukan 24 jam? Yakin nih mecahin masalah? Bukannya nambah masalah lainnya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dear dishub dan pihak berwenang, mumpung masih tahapan ujicoba, berikut beberapa pertimbangan dan komentar saya yang kebetulan ngontrak di wilayah Mastrip, Jember.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>SSA 24 jam Jember masih bukan solusi, malah makin macet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, SSA ini saya rasa masih bukan solusi. Saya akan mulai dengan pertimbangan pribadi terlebih dahulu dan hal-hal yang saya rasakan tentang SSA 24 Jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, mirip seperti pengalihan lalu lintas dengan penggunaan bundaran Mastrip beberapa waktu silam yang juga masih bukan solusi untuk kemacetan Jember, SSA 24 jam saya nilai juga tidak berbeda jauh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan skema satu jalur, jalanan memang jadi lebih luas. Dari satu ruas yang dipakai, kini jadi dua ruas. Tapi, rasanya tetep kayak macet lho. Kendaraan yang jadi tidak teratur malah bikin ruas jalan yang sebenarnya tambah luas nggak ada bedanya. Malahan, ruas jalan makin terasa sempit karena kendaraan yang makin nggak karuan. Mau nyebrang pun jadi susah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gara-gara SSA, orang mau nyebrang jadi susah karena lalu lintas yang nggak putus-putus karena berubah menjadi satu arah. Niatnya mau beli rokok satu batang di seberang jalan jadi susah luar biasa karena nyebrang jalan aja nggak bisa. Uangel men pokok e.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Beli makan malam-malam harus muter jauh<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, masih dari penilaian pribadi. Berkat SSA 24 jam, saya yang kalo malem-malem tiba-tiba lapar dan mau cari makan harus muter jauh untuk bisa beli makan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal lokasinya dekat dan tinggal nyebrang, tapi, berkat SSA 24 jam, saya harus muter 360 derajat menyusuri Jalan Mastrip, belok kanan ke Riau, kemudian belok kanan lagi ke Jalan Jawa, dilanjutkan perjalanan singkat di Jalan Kalimantan menikmati keindahan Double Way <a href=\"https:\/\/unej.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Unej<\/a> sebelum belok kanan lagi untuk kembali ke Jalan Mastrip. Golek mangan neng Jember rumit tenan, Rek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal cuma mau jelasin perjalanan pulang beli makan, eh malah jadi sangat panjang karena SSA 24 jam. Keburu lapar lagi pas udah sampe di kontrakan sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Arus kendaraan masuk ke perumahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, berkat SSA 24 jam di Jember, arus kendaraan yang biasanya terpusat di jalan-jalan sekitar kampus mulai pecah dan pindah ke perumahan. Mulai dari mobil hingga sepeda motor dengan knalpot nyaring bikin gendang telinga nggak nyaman masuk semua ke perumahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak mempermasalahkan ramai dan sakitnya gendang telinga knalpot brong mahasiswa. Cuma, di perumahan itu banyak anak-anak yang suka main di depan rumah sepulang sekolah. Apakah tidak berbahaya dengan banyak lalu lintas kendaraan yang masuk perumahan buat anak-anak yang sudah dari awal menjadikan halaman rumah sebagai tempat bermain?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo nyetirnya normal dan tahu tata krama dengan gas pelan mah aman. La wong banyak juga yang kayak orang balapan masuk ke perumahan. Iya, sekarang memang belum ada kejadian, dan semoga nggak sampe kejadian.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Harga properti di Jember turun, warung di sisi kanan jalan jadi sepi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, SSA 24 jam ini juga memengaruhi harga properti di Jember. Lho kok bisa? Ya bisa dong! Hal yang ditawarkan pemilik kos dan kontrakan adalah akses jalan yang mudah dan dekat dengan kampus. Bagi yang tinggal di Mastrip tentu tujuannya adalah agar dekat dengan kampus dan tinggal nyebrang ke Gerbang belakang Unej. Tapi, berkat SSA 24 jam, mahasiswa harus muter dulu sebelum bisa sampai di kampus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kost dan kontrakan yang awalnya pakai jargon dekat dengan kampus dan tinggal nyebrang langsung ketar ketir sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, berkat SSA yang bikin pengguna jalan susah nyebrang juga memengaruhi pemasukan pemilik warung di sisi kanan jalan. Proses nyebrang yang jadi susah bikin banyak orang milih beralih ke warung-warung di sisi kiri agar tidak perlu nyebrang. Hasilnya, pemilik warung di sisi kanan jalan pemasukannya cukup terdampak sih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa kali kesempatan saya cari makan, warung-warung di sisi kanan yang biasanya penuh dengan kendaraan dan pelanggan perlahan mulai sepi dan beralih ke warung di sisi kiri jalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui pertimbangan di atas, saya rasa Sistem SSA 24 jam yang hari ini sudah masuk hari keduanya masih bukan solusi atas kemacetan di Jember. Nambah masalah sih iya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Agus Miftahorrahman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-satu-arah-bukan-solusi-kemacetan-jember\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jalur Satu Arah Bukan Solusi Kemacetan Jember, Mindah Macet sih Iya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya rasa Sistem SSA 24 jam masih bukan solusi atas kemacetan di Jember. Nambah masalah sih iya.<\/p>\n","protected":false},"author":2155,"featured_media":239355,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20030,8794,911,12292,21177],"class_list":["post-239342","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan-satu-arah","tag-jember","tag-kemacetan","tag-solusi","tag-ssa"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239342","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2155"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=239342"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/239342\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/239355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=239342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=239342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=239342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}