{"id":238486,"date":"2023-10-24T18:00:20","date_gmt":"2023-10-24T11:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=238486"},"modified":"2023-10-24T13:40:44","modified_gmt":"2023-10-24T06:40:44","slug":"membaca-peluang-suara-ganjar-mahfud-md-di-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membaca-peluang-suara-ganjar-mahfud-md-di-madura\/","title":{"rendered":"Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rabu, tanggal 18 Oktober 2023, para partai koalisi Ganjar Pranowo resmi menunjuk Mahfud MD sebagai cawapres. Keputusan koalisi memilih Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar Pranowo membuat peta politik di Jawa Timur, terutama Madura semakin memanas. Sebagai orang Madura, saya melihat akan ada potensi terjadinya perebutan suara yang sengit di Madura antara pasangan Ganjar-Mahfud dengan Anies-Muhaimin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sengitnya perebutan suara kedua pasangan menjadi hal yang rasional. Muhaimin dengan representasi NU, mampu menarik minat masyarakat Madura untuk memilih pasangan Anies-Muhaimin. Mengingat, NU menjadi basis dominan di Madura. Melalui kekuatan identitas NU dari Muhaimin, bagaimana dengan suara Ganjar-Mahfud di Madura?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Muhaimin memiliki identitas NU yang kuat, tetapi keberadaan Mahfud MD sebagai putra daerah, bisa menjadi modal besar untuk menyaingi suara Anies-Muhaimin. Bahkan, tidak berlebihan jika mengatakan Ganjar-Mahfud memiliki peluang lebih besar untuk mendulang banyak suara di Madura. Ini bukan tanpa alasan. Dengan identitas Mahfud MD sebagai orang Madura, maka masyarakat Madura lebih tergerak hatinya untuk memilih Ganjar-Mahfud.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><strong>Settong dhere<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tergeraknya hati masyarakat Madura untuk memilih Ganjar-Mahfud disebabkan oleh adanya slogan settong dhere (satu darah) yang mengakar. Pandangan settong dhere menjadikan masyarakat Madura memiliki prinsip, untuk menolong sesama saudaranya terlebih dahulu, sebelum menolong orang lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor lain yang membuat masyarakat tergerak untuk memilih Ganjar-Mahfud karena kondisi Madura yang masih penuh dengan berbagai permasalahan. Dengan terlahir dan besar di Madura, membuat masyarakat yakin jika Mahfud MD terpilih sebagai wakil presiden, bisa membuat kebijakan yang tepat sasaran untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Madura.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari modal identitas kemaduraannya, pasangan Ganjar-Mahfud sudah memiliki investasi suara yang mapan di Madura. Mapannya suara Ganjar-Mahfud terjadi karena jauh sebelum kontestasi capres-cawapres memanas, PDIP sudah melakukan gerilya politik di Madura. Setiap tahun saat bulan Ramadan, PDIP selalu memberikan bantuan sembako pada keluarga yang kurang mampu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bantuan sembako yang diberikan, membuat PDIP lebih punya elektabilitas pada masyarakat miskin. Secara sosiologis, PDIP sudah dimaknai sebagai partai yang membantu orang miskin. Tetangga saya yang tergolong keluarga miskin, mengatakan bahwa dirinya mau memilih pasangan dari partai PDIP saat pemilihan presiden nantinya. Baginya, PDIP sudah memberikan banyak kebaikan di tengah kemelaratan ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di waktu yang berbeda, saat beli jajan di PKL, saya iseng untuk bertanya perihal pilihan capres-cawapres 2024. Salah satu pedagang menjawab, \u201cKemungkinan besar akan memilih pasangan yang diusung PDIP. Soalnya, PDIP sudah banyak memberikan bantuan secara ekonomi.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><strong>Mahfud MD diragukan anak muda<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak serta merta suara Ganjar-Mahfud berjalan mulus di Madura. Di kelompok anak muda, terutama mahasiswa, banyak yang menyayangkan jika Mahfud menjadi wakil presiden. Ada ketakutan jika Mahfud MD menjadi wakil presiden, khawatir akan kehilangan sikap kritisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketakutan mahasiswa terbentuk akibat adanya wacana yang muncul tentang wakil presiden hanya menjadi ban serep. Sehingga, ketika Mahfud sekadar menjadi ban serep, dikhawatirkan tidak lagi lantang menyuarakan polemik-polemik di Indonesia. Terlebih lagi, wacana tentang \u201ckekuasaan ibu\u201d di tubuh PDIP, semakin menambah kekhawatiran mahasiswa perihal potensi hilangnya sikap kritis Mahfud jika terpilih menjadi wakil presiden.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi dengan adanya kasus Wadas, semakin mengurangi rasa simpati mahasiswa terhadap Ganjar-Mahfud. Mahasiswa menilai Ganjar tidak pro terhadap penolakan perusakan lingkungan di Wadas. Sehingga, terbentuk pandangan di mahasiswa bahwa Ganjar Pranowo telah gagal menjalankan kebijakan untuk menjaga lingkungan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap acuh tak acuh mahasiswa Madura pada pasangan Ganjar-Mahfud, tentu menjadi PR besar untuk segera diselesaikan. Mengingat, di tahun 2024, anak muda menjadi pemilih terbanyak dengan persentase<\/span><a href=\"https:\/\/news.republika.co.id\/berita\/rx72ap330\/56-persen-pemilih-pemilu-2024-dari-kelompok-gen-z-dan-milenial\"><span style=\"font-weight: 400;\"> sebesar 56%<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Apabila tidak bisa menghilangkan sikap acuh tak acuh di kalangan mahasiswa, bukan tidak mungkin, pasangan Ganjar-Mahfud mengalami kekalahan di Madura.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mampukah Ganjar-Mahfud meyakinkan mahasiswa di Madura? Atau justru mereka mengalami ketergelinciran di tanah sapi kerap? Biarkan waktu yang menjawabnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Akbar Mawlana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/mahfud-md-kena-mental\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mahfud MD Kena Mental, Gus Dur Saja Menyesal Bilang Anggota DPR kayak Taman Kanak-Kanak<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a> ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menarik melihat peluang Mahfud MD, pasangan Ganjar Pranowo ini di Madura. Bisakah mengalahkan Anies atau malah justru pesimis?<\/p>\n","protected":false},"author":891,"featured_media":238631,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12905],"tags":[2021,14311,5020,3875,18346,2801],"class_list":["post-238486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-anies-baswedan","tag-ganjar-pranowo","tag-madura","tag-mahfud-md","tag-muhaimin-iskandar","tag-nu"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/891"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=238486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/238631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=238486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=238486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=238486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}