{"id":23816,"date":"2019-12-27T13:09:17","date_gmt":"2019-12-27T06:09:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=23816"},"modified":"2019-12-27T13:09:17","modified_gmt":"2019-12-27T06:09:17","slug":"di-desa-yang-nggak-ada-polisi-maksa-pakai-helm-eh-pas-di-kota-males","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/di-desa-yang-nggak-ada-polisi-maksa-pakai-helm-eh-pas-di-kota-males\/","title":{"rendered":"Di Desa yang Nggak Ada Polisi Maksa Pakai Helm, Eh Pas di Kota Males"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya seorang pengguna rutin<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/cerita-pengemudi-menguak-eksploitasi-di-gojek-grab-dan-uber-84599\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> ojek online<\/a>. Terutama sekarang ketika sudah mulai \u2018berkarir\u2019 di ibukota. Walau jarak kantor hanya berjarak sepelemparan batu, tapi seringkali saya memilih menggunakan jasa ojol ke kantor, terlebih ketika pulang kantor lebih malam, selepas hujan, atau ya karena lagi males aja. he he<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Atau saya juga punya sebuah alasan klise yaitu saya ingin memberikan sumbangsih dalam perputaran roda ekonomi ibukota. Tsaaah~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh kantornya di deket situ ya, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, Pak. Tapi ini saya ini saya lagi males aja, Pak. Makanya saya naik ojol. Biasanya mah saya jalan kaki.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh spontan bapaknya jawab dong, \u201cWah, jangan jalan kaki, Mbak. Naik ojol aja setiap hari, biar saya dan temen-temen ada kerjaan.\u201d\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya bisa ha ha he he menjawab ucapan si Bapak ojol.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saya trenyuh sekaligus pengen ketawa. Kok bisa-bisanya. Saya bahkan nggak tahu ini si Bapak lagi becanda atau beneran lagi curcol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, jadi gini sebenarnya ada satu hal yang mengganjal selama saya menggunakan jasa ojol di ibukota yaitu masalah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/helm-buat-ngelindungin-kepala-atau-karena-takut-polisi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">penggunaan helm<\/a>. Awal-awal saya selalu meminta helm kemanapun saya pergi dengan ojol, baik dekat ataupun jauh. Pernah juga sih sekali Bapaknya menolak dengan alasan jaraknya terlalu dekat. Padahal mayan lo satu kilometer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTenang, Mbak. Di sini <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenapa-sih-harus-ada-polisi-tidur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">polisinya pada tidur semua<\/a>,\u201d jawab si <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">driver <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">santuy. Saya ketawa tapi mangkel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja saya adalah orang yang cukup disiplin dalam menggunakan helm ketika berkendara menggunakan motor. Bahkan dulu ketika saya KKN di pelosok Jawa Tengah saya cukup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kekeuh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mempertahankan idealisme saya ini: pokoknya saya pakai helm kalo naik motor, ke manapun saya pergi untuk jarak dekat atau pun jauh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMau ke mana Neng kok pakai helm?\u201d\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNgapain ke pasar aja pake helm. Gerah nanti.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak usah pakai helm lah nanti bikin rambutnya bau.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah kira-kira respon dari beberapa orang yang saya temui ketika saya memaksa untuk memakai helm ketika akan bepergian untuk belanja mingguan ke ibukota kecamatan. Padahal lumayan sih jarak dari desa ke ibukota kecamatan, sekitar 10 kilometer an mungkin. Memang sih sepanjang jalan yang dilewati hanyalah jalan desa dan sesekali diselingi oleh hutan kecil. Tapi kan ya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">safety first<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> guys~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kok rasa-rasanya sekarang ini saya menyadari bahwa saya mulai merasakan perubahan dalam diri saya. Seperti yang baru saja terjadi tadi pagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPakai helm nggak, Mbak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak usah, Pak. Kan kantor saya deket ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah saya ingat-ingat ini sudah ke sekian kalinya terjadi. Namun saya baru agak tersadar tadi pagi. Ada apa dengan diri ini? Ada apa?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mumpung momennya lagi pas juga, mungkin salah satu resolusi tahun baru saya nanti adalah untuk lebih disiplin lagi dalam berkendara. Salah satunya adalah dengan tetap pakai helm walau jarak kantor tidak lebih dari 1 kilometer. Ini resolusiku, apa resolusimu?<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rasanya-naik-ojol-di-bandung-jogja-jakarta-dan-malang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rasanya Naik Ojol di Bandung, Jogja, Jakarta dan Malang<\/a> atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/zahrohayu\/\">Zahroh Ayu<\/a>\u00a0lainnya. <\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Awalnya saya adalah orang yang disiplin pakai helm ketika berkendara menggunakan motor. Kan safety first~ Tapi pas pindah Jakarta, saya kok malah jadi males&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23834,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1205,529,5011],"class_list":["post-23816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-helm","tag-jakarta","tag-naik-ojol"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23816"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23816\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}