{"id":238064,"date":"2023-10-22T08:00:34","date_gmt":"2023-10-22T01:00:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=238064"},"modified":"2023-10-22T00:37:35","modified_gmt":"2023-10-21T17:37:35","slug":"mie-ongklok-nggak-seenak-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mie-ongklok-nggak-seenak-itu\/","title":{"rendered":"Culture Shock Pertama Kali Coba Mie Ongklok, Makanan Khas Dieng, Wonosobo: Katanya Seenak Itu, tapi kok Rasanya Gimana Gitu"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dieng, Wonosobo memiliki pesonanya tersendiri. Selain kawah, candi, hingga telaga di sekitarnya wajib dikunjungi. Namun, di balik itu selalu ada kuliner unik yang mengiringi perjalanan dan wajib dicoba. Kalian nggak perlu tebak, tentu saja mie ongklok. Apa yang lebih Dieng ketimbang mie ongklok?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mie legendaris dari Dieng ini memiliki pesona yang nggak boleh dilewatkan begitu saja. \u201cNggak afdal kalau belum makan mie ongklok pas ke Dieng\u201d, begitu kurang lebih motto wisatawan jika berkunjung ke Dieng, Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar hal itu, hati saya tergerak untuk mencicipi sajian khas ini. Sebelum menuju ke <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kawah_Sikidang\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kawah Sikidang<\/a>, saya menepi di salah satu warung yang menjual makanan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMbak, mie ongkloknya satu ya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembari pesan, sambil menggesekkan tangan, pandangan mata saya melihat bagaimana penjual meracik mie ini. Salah satunya mereka menggunakan alat masak yang terbuat dari anyaman kayu atau bambu yang disebut ongklok. Kalau nggak salah itulah sebab kenapa mie ini dinamakan mie ongklok. Cara buatnya dengan merebus mi, kol, dan daun kucai kemudian disiram dengan kuah kental yang sepertinya terbuat dari tepung tapioka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesanan datang, saatnya mencoba. Lidah saya kaget dengan rasa minya, kurang familiar untuk saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Rasa mie ongklok dominan manis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suapan pertama, saya kira rasa mie ongklok bakal seperti mie ayam. Setelah sampai di mulut, rasanya begitu manis dan gurih. First impression saya dengan mie ini ternyata kurang cocok di lidah saya. Tekstur minya sih seperti mie pada umumnya. Tapi rasanya baru ini saya temukan, mie dengan sentuhan tapioka kental yang rasanya begitu legit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengimbangi rasa manis mie ongklok, biasanya disediakan potongan cabai untuk kalian pencinta pedas. Rempahnya juga cukup kuat, sangat Nusantara sekali. Bagi kalian penyuka makanan manis akan suka dengan mie ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuah kental mie ongklok<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nggak salah lo, yang bikin mi ini khas itu gara-gara kuahnya. Kuah ini berbahan dasar tepung tapioka, atau tepung kanji. Makanya nggak salah, kalau kuahnya kental banget, bukan kuah tekstur creamy. Kuahnya ini yang bikin saya eneg, menurut saya perpaduan mie dengan kuah tapioka ini kurang cocok. Apa karena saya yang baru mencobanya? Jadinya belum terbiasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tahu jadi topping mie?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin saya kaget adalah topping tahu yang diletakkan di atas mi. Tahunya seperti tahu semur. Namun, lagi-lagi itu kurang cocok di lidah saya jika disantap bersamaan dengan mie kental satu ini. Kalau dimakan tidak bersamaan dengan mienya sih, tahunya sangat sedap. Tapi kalau digabung, duh rasanya kurang pas. Untungnya ada potongan bawang goreng yang jadi penyeimbang rasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Daun kucai dan sate-satean penyeimbang rasa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada hal yang membuat rasa dari mie ini seimbang, ketika menambahkan sate-satean sewaktu makan mie ini. Sate sapi atau tempe kemul bisa dijadikan pilihan ketika makan mie ini. Nggak hanya itu, untuk menambah rasa segar, bisa minta ke penjualnya untuk nambahin banyak daun kucai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah culture shock yang saya rasakan sewaktu makan mie ongklok. Kentalnya tepung tapioka dengan campuran mie dan rempah-rempahnya yang kuat kurang cocok di lidah saya. Tapi sate-sateannya enak sekali. Makanan ini wajib kamu coba kalau berkunjung ke Dieng, Wonosobo. Kapan lagi bisa menemukan mie yang diguyur dengan olahan tapioka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ini hanya berdasar pengalaman pribadi ya, soal lidah jadi nggak perlu diperdebatkan. Di sepanjang Dieng, kamu bisa menemukan mie ini. Selamat mencoba dan rasakan keunikannya!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Wulan Maulina<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-tempat-wisata-gratis-di-boyolali-yang-wajib-dikunjungi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">5 Tempat Wisata Gratis di Boyolali yang Wajib Dikunjungi<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak seenak kata orang-orang.<\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":238185,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[5619,7592,21059,8615],"class_list":["post-238064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-dieng","tag-mie","tag-mie-ongklok","tag-wonosobo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=238064"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238064\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/238185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=238064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=238064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=238064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}