{"id":237439,"date":"2023-10-18T10:55:35","date_gmt":"2023-10-18T03:55:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=237439"},"modified":"2023-10-18T10:55:35","modified_gmt":"2023-10-18T03:55:35","slug":"buat-orang-situbondo-cuaca-ini-anget-doang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/buat-orang-situbondo-cuaca-ini-anget-doang\/","title":{"rendered":"Kalian Anggap Suhu Sekarang Ini Panas? Lemah, buat Orang Situbondo Ini Mah Anget doang"},"content":{"rendered":"<p><em>Kek gini panas? Kalian lemah. Bagi orang Situbondo mah, ginian anget.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan saya untuk melanjutkan studi pascasarjana membuat saya sering keluar kota belakangan ini. Oleh karena jarak kampus dan rumah hanya 2 jam perjalanan dan kuliahnya hanya 2 hari seminggu, saya akhirnya memutuskan untuk pulang-pergi saja tiap minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti biasa, setiap minggunya pasti dipenuhi dengan candaan dan basa-basi antarteman sekelas. Tapi, sejak beberapa minggu terakhir obrolan selalu berkutat tentang suhu udara yang terasa panas belakangan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari fasilitas kelas yang sudah dilengkapi AC pembikin adem suasana, obrolan soal suhu udara yang panas itu tetap saja jadi bahan pembicaraan. Saya yang orang Situbondo ya ikut-ikut saja mendengarkan biar tidak mati kutu yekan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo bagi saya, suhu udara ini masih tergolong hangat. Belum masuk kategori panas. Malahan, suhu udara kampus saya di Kabupaten Jember jauh lebih adem daripada Situbondo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, Situbondo itu punya garis pantai yang panjang banget, <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/safrezi\/berita\/61bad70159102\/mengenal-pantai-pasir-putih-situbondo-yang-penuh-pesona\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terpanjang nomor dua di Indonesia<\/a>. Kalian jelas bisa bayangkan sendiri efeknya apa, panasnya jadi luar biasa. Belum juga minimnya pohon dan ruang terbuka hijau. Panasnya tuh luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo daerah lain udah mulai ngeluh terasa panas, apa kabar Situbondo? Berkali-kali lipat panasnya. Tapi, namanya juga minoritas, ya ikutan ngaku kepanasan juga akhirnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Duh rek, kok yo cek panas e belakangan,&#8221; gaya Ssya meniru bahasa unik Jemberan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Hangat gini kok dibilang panas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, dan (mungkin) orang Situbondo lainnya, suhu udara belakangan ini masih tergolong hangat. Belum masuk kategori panas. Kok bisa? Ya karena sudah terbiasa dengan panas yang nggak ngotak. Jadi, ketika daerah lain merasa suhu udara kian memanas, orang Situbondo mah udah kebal. Semacam udah imun gitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak tau kalau orang Semarang ya, kalau kata <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-semarang-nggak-kebal-panas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mbak Paula<\/a> sih nggak kebal juga. Mungkin emang beda aja. Ini semua tergantung genset.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian, panasnya suhu udara ini juga ulah kita sendiri yang nggak mau jaga lingkungan. Ya jangan ngeluh aja, cobalah tanam pohon biar bisa menikmati rindangnya pohon di tengah panasnya siang hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh, kita berangkat kerja pagi-pagi, terik matahari belum maksimal dan juga bagus untuk kesehatan. Pulang kerja juga sore hari, matahari udah males-malesan di ufuk barat hendak terbenam tak lama kemudian. Udah jan ngeluh, bentar lagi juga udah musim hujan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Bertamu siang hari tetap disuguhi kopi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, kenapa saya bilang suhu udara masih tergolong hangat bagi orang Situbondo? Karena, kalo bertamu siang-siang di Situbondo itu masih disuguhi secangkir kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan harap kalian bakal disuguhi segelas es teh atau es jeruk ketika bertamu ke orang Situbondo. Ngimpi, yang ada kalian bakalan disuguhi kopi hitam setelah perjalanan jauh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Monggo, diminum kopinya biar ndak ngantuk. Pasti capek jauh-jauh ke Situbondo,&#8221; ungkap Tuan Rumah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Situbondo kebagian hujan belakangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalo udah hangat-hangat begini, itu artinya udah mau musim hujan. Selayaknya pertanda hujan yang biasanya ditandai dengan suhu udara yang terasa sumuk kemudian dilanjutkan dengan guyuran hujan menyegarkan dan aroma petrichor menenangkan ketika hujan reda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udara hangat begini bagi orang Situbondo juga dimaknai sebagai pertanda datangnya musim penghujan dan akhir musim kemarau. Meski Situbondo keseringan dapat hujan sisa-sisa dan hanya kebagian angin gherring (bahasa setempat untuk angin banter yang bikin orang masuk angin). Kita juga berharap kepada datangnya musim hujan kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan turun hujan ini bukan karena apa, karena panasnya suhu udara ini suka bikin orang gampang emosian. Iya, yang bikin kesel pas suhu udara panas ini bukan gerah dan panas terik matahari. Bukan juga soal nyari es untuk mendinginkan tenggorokan. Hal yang saya tidak suka ketika musim kemarau adalah emosi orang-orang yang ikutan naik karena panasnya suhu udara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa iya, yang mau pinjem duit lebih galak daripada yang mau minjemin? Itu pasti efek suhu udara yang memanas.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Agus Miftahorrahman<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/situbondo-tempat-tinggal-terbaik-dan-kota-sederhana\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalo daerah lain udah mulai ngeluh terasa panas, apa kabar Situbondo? Berkali-kali lipat panasnya. Yang sekarang mah anget doang.<\/p>\n","protected":false},"author":2155,"featured_media":236467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7332,7333,10709],"class_list":["post-237439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cuaca","tag-panas","tag-situbondo"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2155"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=237439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=237439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=237439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=237439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}