{"id":237377,"date":"2023-10-16T10:55:23","date_gmt":"2023-10-16T03:55:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=237377"},"modified":"2023-10-16T10:55:23","modified_gmt":"2023-10-16T03:55:23","slug":"supra-x-125-lebih-modern-tapi-terbaik-tetap-honda-karisma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/supra-x-125-lebih-modern-tapi-terbaik-tetap-honda-karisma\/","title":{"rendered":"Motor Honda Terbaik Adalah Honda Karisma yang \u201cPantatnya Bahenol\u201d Itu, Bukan Supra X 125 yang Lebih Modern"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang dulu sangat menikmati motor Honda Karisma, saya sempat sedikit kecewa. Iya, sedikit saja. Saya bisa memahami kalau Karisma memang lebih tua jika membandingkannya dengan Honda Supra X 125. Ketika Honda resmi tidak memproduksi Karisma, lagi, mereka mulai memasarkan Supra X 125.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi saat itu, Supra X 125 adalah motor Honda pertama mempunyai sistem injeksi. Perpaduan tone untuk bodinya juga terlihat lebih segar dan modern. Saya masih ingat saat itu adik saya membeli Supra X 125 dan sudah merasa jemawa hanya karena motornya \u201clebih muda\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan dia berani-beraninya menganjurkan untuk menjual Karisma 2002 saya lalu ganti motor yang sama dengan dirinya. Ya maaf saja, sebagai ultras Karisma, hati saya tak mudah goyah. Maklum, saya merawat dan memperjuangkan motor ini sepenuh hati. Bahkan sampai 2023, mesin Karisma saya masih terasa \u201csegar\u201d. Sementara itu, adik saya sudah menjual motornya lalu ganti <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-beat-motor-terbaik-untuk-mengais-rezeki\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">motor matik<\/a>. Dasar bocil tua nggak setia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pantat bahenol Karisma kayak pantat bebek<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan cuma di circle keluarga, ledekan kepada Honda Karisma, juga terjadi di lingkaran pertemanan. Saat itu, banyak yang meledek pengendara Karisma adalah bapak-bapak PNS. Sudah CC-nya kecil, nggak bisa lari lagi. Sialnya, di dekat rumah saya, banyak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/motor-honda-revo-ngenes-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tukang tarik iuran koperasi<\/a> yang pakainya Karisma.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, banyak yang menganggap Supra X 125 sebagai motor modern pada zamannya. Tampilannya ketika bagian shock dipendekkan memang lebih cantik. Sementara itu, \u201cpantat\u201d Karisma memang lebih bahenol. Makanya kurang cocok kalau, misalnya, diceperin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, suatu kali, karena pengin terlihat mengikuti zaman, saya pernah menceperkan Karisma. Celakanya, motor saya malah terlihat bantat dengan \u201cpantat yang turun\u201d dan sungguh menggoda untuk disepak itu. Mau modifikasi bodi, tapi saya sayang sama biayanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, karena nggak tahan sama ledekan soal \u201cpantat bebek\u201d, saya kembalikan modifikasi ke default. Saya amati motor ini lekat-lekat dalam waktu lama. Saya lantas membatin, apa sih yang membuat kita \u201cjatuh cinta\u201d kepada benda mati?<\/span><\/p>\n<h2><b>Supra 125 X memang oke, tapi saya nggak beralih ke lain mesin<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah memikirkannya agak lama, jawabannya ternyata sederhana. Semuanya soal kecocokan dan kenyamanan. Sebagai sama-sama produk Honda, Karisma dan Supra X 125 sama-sama menyodorkan kenyamanan berkendara. Lagipula, keduanya juga sangat irit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengisi bensin setiap 4 atau 5 hari sekali. <a href=\"https:\/\/ekonomi.republika.co.id\/berita\/s24v70490\/jangan-lupa-harga-bbm-sudah-naik-cek-daftar-lengkapnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pertamax<\/a> Rp20 ribu saja. Untuk Sabtu dan Minggu, saya ada di rumah. Ada yang bilang irit karena jarang ngebut. Nah, ini saya nggak tahu hitungannya gimana. Namun, kalau pakai Karisma atau Honda Supra X 125 memang paling enak jalan santai di 60 sampai 70 km\/jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, pada akhirnya, untuk kelas bebek, beberapa kelebihan menjadi pesona tersendiri. Misalnya, mesinnya halus, perpindahan gigi juga lancar, dan suspensi enak. Dan yang pasti, semua komponen jadi awet. Syaratnya cuma satu: merawatnya dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terakhir, kalau membandingkan, berdasarkan kecocokan, Karisma masih lebih mantab. Ini saya membandingkan dengan Supra X 125, ya. Bukan dengan motor lain. Apalagi yang usia lebih muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/honda-supra-x-100-rapuh-tapi-tak-ternilai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Motor Honda Supra X 100: Motor Tua dengan Sejuta Kenangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Supra X 125 memang lebih modern dan cantik. Namun, bagi saya, motor Honda terbaik tetap Honda Karisma yang pantatnya bahenol itu. <\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":237378,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[2133,20989,20990,6989,7975,8204],"class_list":["post-237377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-honda","tag-honda-karisma","tag-karisma","tag-motor-honda","tag-supra-x","tag-supra-x-125"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=237377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237377\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/237378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=237377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=237377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=237377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}