{"id":237361,"date":"2023-10-16T09:51:47","date_gmt":"2023-10-16T02:51:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=237361"},"modified":"2023-10-16T09:51:47","modified_gmt":"2023-10-16T02:51:47","slug":"po-haryanto-sultan-kudus-dengan-penggemar-terbanyak-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/po-haryanto-sultan-kudus-dengan-penggemar-terbanyak-di-indonesia\/","title":{"rendered":"PO Haryanto, Sultan Kudus yang Menjadi Sumber Kebahagiaan Nggak Heran Punya Penggemar Terbanyak di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok cukup sering menayangkan artikel yang membahas soal Kudus, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-semarang-demak-jalan-paling-bikin-emosi-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Tengah<\/a>. Kebanyakan, Terminal membahas soal kuliner dan tempat wisata. Namun, di balik itu semua, ada satu sumber kebahagiaan bernama PO Haryanto. Dan tahukah kamu, mereka adalah perusahaan bus dengan penggemar terbanyak di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu nggak salah membaca. Saat ini, penggemar PO Haryanto mencapai 191 ribu orang. Mereka memberi nama Haryanto Mania sebagai wadah komunitas pencinta bus asal Kudus ini. Dulu, ketika awal \u201cmengaspal\u201d di jalanan Indonesia, mereka hanya mempunyai 6 armada. Namun, ketika artikel ini tayang, kalau tidak salah, jumlah armada mereka sudah tembus 250 unit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan PO Haryanto mampu menjaring banyak bus manis adalah karena kehebatan mereka membuka jalur. Saat ini, mereka sudah mengaspal di jalur Muria Raya dengan rute\u00a0 Jakarta \u2013 Pamekasan \u2013 Sumenep (PP). Jakarta \u2013 Solo \u2013 Ponorogo dan kota di sekitarnya antara lain Solo Raya, Klaten dan Gemolong. Selain itu ada juga rute menuju Bojonegoro dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-raya-purwodadi-blora-bikin-resah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Purwodadi<\/a>. Kalau dulu, mereka hanya melayani jalur Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati, dan Jakarta-Jepara.<\/span><\/p>\n<h2><b>PO Haryanto, sumber kebahagian dari Kudus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namanya Mujib, dia adalah salah satu teman saya yang sangat menggemari bus. Bahkan, dia pernah resign dari pekerjaannya di toko buku online demi mengejar cita-cita. Jadi, salah satu cita-cita Mujib adalah menjadi supir <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/naik-bus-akap-jangan-lakukan-3-hal-ini\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bus AKAP<\/a>. Dia sudah memendam cita-cita ini sejak lama. Kalau tidak salah sudah sejak dari SMP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mujib ini adalah salah satu bus mania pencari adrenalin. Dia akan sangat menikmati perjalanan ketika bus melaju kencang. Kepada saya, dia pernah bercerita begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya nggak heran kalau bus pelari seperti PO Haryanto kerap mendahului dari kiri, zig-zag di jalan tol mencari jalur kosong. Sebabnya, jalur kanan diisi para lane hogger yang merepotkan. Bahkan, tidak jarang bus menggunakan bahu jalan untuk mendahului karena tidak adanya jalur kosong di sisi kanan. Atau, biasa disebut \u201cseset kiwa (kiri).\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasannya jelas. Jalur mendahului digunakan pemuja lane hogger. Hal-hal seperti ini sudah pasti hanya pengemudi dengan tingkat presisi dan jam terbang tinggi yang mampu melakukannya. Dan yang saya tahu, PO Haryanto, dan para krunya adalah kru yang pantang menyerah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu cerita Mujib. Baginya, naik bus, dalam hal ini PO Haryanto, memberinya kebahagiaan. Bahkan di waktu senggang, dia akan naik bus dari Jogja ke mana saja di <a href=\"https:\/\/otomotif.okezone.com\/read\/2022\/08\/09\/52\/2644866\/daftar-6-po-bus-artis-pulau-jawa-yang-mana-favoritmu\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pulau Jawa<\/a> hanya untuk memuaskan rasa kangennya naik bus pelari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, ya nggak heran kalau PO ini mempunyai banyak penggemar di Indonesia. Bahkan mencapai 191 ribu orang dan saya yakin sudah semakin bertambah. Begitulah salah satu wujud kecintaan bus mania terhadap sebuah moda transportasi yang menjadi kesukaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menanti-bisnis-baru-rian-mahendra-mantan-bos-po-haryanto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Menanti Bisnis Baru Rian Mahendra, Mantan Bos PO Haryanto<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PO Haryanto, adalah sebuah PO dari Kudus yang mempunyai penggemar terbanyak di Indonesia. Saat ini, anggotanya lebih dari 191 ribu orang.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":237362,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[20985,20986,20988,20984,10004,2249,20987,18351],"class_list":["post-237361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-akap","tag-bus-haryanto","tag-bus-mania","tag-haryanto","tag-jawa-tengah","tag-kudus","tag-lane-hogger","tag-po-haryanto"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=237361"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/237361\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/237362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=237361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=237361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=237361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}