{"id":236464,"date":"2023-10-07T13:55:27","date_gmt":"2023-10-07T06:55:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=236464"},"modified":"2023-10-07T21:05:27","modified_gmt":"2023-10-07T14:05:27","slug":"situbondo-tempat-tinggal-terbaik-dan-kota-sederhana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/situbondo-tempat-tinggal-terbaik-dan-kota-sederhana\/","title":{"rendered":"Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situbondo adalah kota tempat saya dilahirkan. Sempat saya tinggal selama 4,5 tahun untuk kuliah, tapi toh akhirnya balik lagi dan kemungkinan besar akan tinggal sampai lumutan di kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kotanya sangat biasa bagi saya. Meskipun banyak yang bilang Situbondo punya banyak wisata, pantainya banyak, sejarahnya panjang, dan blablabla lainnya, Situbondo masih tampak sederhana dan rendah hati bagi saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kotanya nggak terlalu ramai, paling ramainya dengan kendaraan yang melintasi jalur Jawa-Bali aja. Selain itu, tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena sederhana dan sedikit manis bagi saya, Situbondo ini sebenernya cocok buat jadi tempat tinggal sampai tua. Sangat cocok apalagi nggak butuh beberapa hal di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Toko buku yang besar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situbondo ini jaraknya nggak jauh dari Jember. Hanya butuh waktu dua jam dari Situbondo ke Jember pakai motor dengan kecepatan standar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ada hal berbeda yang sangat saya rasakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu kuliah di Jember, saya sering bolak-balik toko buku. Entah itu untuk beli atau cuma liat-liat aja. Di Jember ada Gramedia dan Togamas yang jadi tempat buat belanja buku. Tempatnya emang biasa, tapi terasa begitu menyenangkan saat saya berkunjung ke sana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepulangnya ke Situbondo setelah saya lulus, saya tidak bisa merasakan itu lagi. Perasaan senang membolak-balik buku yang plastiknya sudah disobek, atau sekadar melihat buku-buku yang baru saja rilis dan mulai masuk ke Gramedia atau Togamas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenernya bisa-bisa aja untuk belanja buku secara online. Tapi pengalaman waktu beli buku langsung dari tokonya sangat berbeda bagi saya. Yap, saya lebih suka berbelanja langsung ke tokonya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ini nggak bisa saya lakukan di Situbondo karena nggak ada toko yang sebesar itu. Ada toko buku, cuma yang dijual buku gambar, buku tulis, dan beberapa stationery lainnya. Bagi yang mau tinggal di sini, nggak apa-apa asal kuat nggak belanja buku langsung karena nggak ada toko fisiknya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada tempat nge-date yang proper di Situbondo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya emang belum pernah pacaran dari lahir sampai sekarang. Tapi untuk obrolan ini, saya sering denger dari temen-temen yang lagi nyari tempat buat ngedate.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi mereka, Situbondo tidak menyediakannya. Ada beberapa cafe di sini, tapi rata-rata nggak nyaman buat menghabiskan waktu berdua. Alasannya nggak ada space buat hanya duduk berdua dan ngobrol santai dengan pasangan. Tempatnya begitu ramai dan kursi buat duduknya bersebelahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bersebelahan dengan orang yang ngedate juga, nggak masalah. Bayangin kalau bersebelahannya sama orang-orang caper yang kadang teriak-teriak pas nongkrong bareng temennya? Suasana yang terbangun antara pasangan jelas kacau dan amburadul dibuatnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca halaman selanjutnya<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/situbondo-tempat-tinggal-terbaik-dan-kota-sederhana\/2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em>Gibah everywhere<\/em><\/a><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Berteman dengan orang yang jiwa sosialnya kelewat tinggi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya dua hal di atas. Di Situbondo, urusan seseorang adalah bahan yang begitu lezat untuk dipergunjingkan. Jika kamu pacaran dengan si A misalnya dan kelihatan lagi ngedate, mampus. Bakal diomongin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma ngomong di belakang. Banyak yang langsung nanya, \u201cKamu lagi deket sama si A, ya?\u201d Eits, belum berhenti di situ.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada lanjutannya. Gini, \u201cKok mau sama si A, kan si A mantannya ini pernah juga sama si ini dan dia suka begitu,\u201d dan seterusnya. Bisa dipikir sendiri gimana kelanjutannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikut campur urusan orang lain adalah hal lumrah di sini. Jiwa sosialnya begitu tinggi, bahwa kelewat tinggi sampai mau ngurusin hidup yang dijalani oleh teman-teman dan orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jatuh cinta dan menaruh perasaan pada seseorang di Situbondo, tidak akan pernah sesederhana puisi Pak Sapardi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan yang awalnya begitu murni, jadi tercemar dengan mulut orang-orang berjiwa sosial tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau nikah sama pasanganmu? Bentar dulu. Ada tim pencari fakta di lapangan yang siap buat nyari bahan-bahan pergunjingan. Hingga akhirnya muncul begini, \u201cIh dia kok sama ini, ya,\u201d \u201cIh itu pasangannya ternyata begini,\u201d dan lain sejenisnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tidak ada pusat perbelanjaan besar dan tempat hiburan di Situbondo<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya, saya nggak salah kalau bilang kalau Situbondo adalah tempat yang begitu terbatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak hal yang bisa kamu peroleh di kota-kota besar dan tidak bisa didapatkan di Situbondo. Pusat perbelanjaan besar dan tempat hiburan, misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat perbelanjaan di sini yang paling besar itu cuma dua. Namanya KDS dan Roxy. Ya, cuma itu. Nggak ada opsi lain buat belanja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat hiburan? Ada sebenernya. Contohnya karaoke. Tapi di sini, karaoke udah jadi tempat yang dapet stigma: bukan tempat yang cocok buat keluarga dan isinya negatif semua. Selain itu? Tidak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau nonton bioskop? Tenang, di sini nggak ada kok. Adanya di Bondowoso dan Jember. Yap, kalau mau nonton bioskop harus melalui beberapa jam perjalanan dulu. Dan itu sudah beda kota, hehehe.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tempat penginapan untuk tujuan khusus<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya teman yang orangtuanya sering menerima tamu untuk kebutuhan bisnis tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang tuanya tak pernah sekalipun memilih tempat penginapan yang ada di Situbondo. Ada hotel yang cukup bagus sebenarnya, cuma sangat kurang entah dari segi tampilan, layanan, semua hal yang ada di hotel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia sering memilih hotel yang ada di kota sebelah, yakni Bondowoso atau Banyuwangi. Di kedua kota itu, ada banyak hotel ternama dan cocok buat tujuan tertentu seperti kebutuhan bisnis. Contohnya kalau di Bondowoso ada <a href=\"https:\/\/www.hotelijenview.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ijen View Hotel<\/a> &amp; Resort, Dreamland Hotel and Lounge, Hotel Palm, Grand Padis, dan beberapa hotel mewah lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Banyuwangi ada Aston Hotel, Kokoon Hotel, El Hotel, Dialoog, Luminoor, dan Solong Hotel Banyuwangi. Mau nemu berbagai jenis hotel kek gini di Situbondo? Bentar, nunggu 50 tahun dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebenernya yang bagus, cuma kamarnya dikit dan sering full booked. Untuk kebutuhan mendadak, jelas nggak bisa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih banyak sebenernya yang nggak ada di Situbondo seperti universitas negeri yang bagus, stasiun kereta api, bandara, tempat buat fancy dinner with candle light, dan satu lagi sekaligus yang terakhir, perusahaan bergaji tinggi. Secara singkatnya sih, Situbondo kelewat sederhana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik tinggal di sini?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Firdaus Al Faqi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/situbondo-madura-swasta-yang-kaya-sejarah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Situbondo, Madura Swasta yang Kaya Sejarah<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh karena sederhana dan sedikit manis bagi saya, Situbondo ini sebenernya cocok buat jadi tempat tinggal sampai tua.<\/p>\n","protected":false},"author":585,"featured_media":236467,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6216,6604,8794,20905,10709,535],"class_list":["post-236464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-banyuwangi","tag-gramedia","tag-jember","tag-kota-terbaik","tag-situbondo","tag-tempat-tinggal"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/585"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236464"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236464\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}