{"id":236425,"date":"2023-10-07T09:21:17","date_gmt":"2023-10-07T02:21:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=236425"},"modified":"2023-10-07T09:21:17","modified_gmt":"2023-10-07T02:21:17","slug":"fakultas-ushuluddin-uin-jakarta-yang-sering-mencetak-mahasiswa-gila","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fakultas-ushuluddin-uin-jakarta-yang-sering-mencetak-mahasiswa-gila\/","title":{"rendered":"Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang Sering Mencetak \u201cMahasiswa Gila\u201d"},"content":{"rendered":"<p><em>Benarkah Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta sering mencetak &#8220;mahasiswa gila&#8221;?<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal pemahaman agama tidak bisa lepas dari kapasitas diri. Ada yang sangat memahami, ada yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak punya pemahaman. Ada juga yang memaksakan dirinya untuk menjadi paham tapi malah menjadi salah atau gagal paham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gagal menjadi paham bisa sangat merepotkan. Termasuk ketika belajar ilmu agama di sebuah universitas, misalnya di UIN Jakarta, dengan 1 fakultas yang menurut saya \u201cunik\u201d. Fakultas yang saya maksud adalah Fakultas Ushuluddin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), \u201cushuluddin\u201d adalah ilmu tentang dasar-dasar agama Islam yang menyangkut iktikad atau keyakinan kepada Allah, rasul, kitab suci, soal-soal gaib (seperti hari kiamat, surga, dan neraka), serta qada dan qadar. Apakah kamu bisa membayangkan pelajaran di dalam fakultas tersebut? Sulit? Sama, saya juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang saya ketahui, di Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, mahasiswa berusaha berpikir untuk \u201cmelampaui batas pikirannya sendiri\u201d. Makanya, nggak sedikit mahasiswa yang nggak kuat menimba ilmu di sana. Apalagi untuk mereka yang tidak mempunyai basik agama atau bukan lulusan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gunung-es-praktik-kekerasan-di-pondok-pesantren-modern\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pondok pesantren<\/a>. Namun, bagi yang lulusan pondok, mereka akan menyelesaikan studi dengan mulus dan menjadi orang-orang hebat yang menduduki posisi penting.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Salah mengartikan istilah \u201cmodal yakin\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belajar di UIN Jakarta, pasti akan mempelajari ilmu kalam, termasuk saya sendiri. Namun, buat mereka yang nggak punya basic agama, biasanya akan salah paham. Pada dasarnya, ilmu kalam adalah ilmu menetapkan kepercayaan keagamaan dengan perasaan \u201cyakin saja dulu\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, banyak orang salah mengartikan modal yakin ini. Meski terdengar \u201chanya modal yakin\u201d, tapi tetap melibatkan keilmuan seperti ilmu sejarah, kitab, dan ajaran yang sesuai ketentuan. Pokoknya tidak keluar dari batasan dan garis merah. Namun, sayangnya, sebagian orang malah mempunyai tafsir sendiri. Inilah yang menimbulkan pemahaman-pemahaman baru di luar garis merah Islam sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>Banyak mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang melenceng dan menjadi \u201cgila\u201d\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kalian pernah mendengar kasus ajaran sesat di UIN Jakarta? Ya, kasus itu benar adanya dan beberapa korbannya adalah mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Ya bayangin aja, ketika tidak mempunyai dasar pemahaman ilmu yang baik tapi rasa ingin tahunya sangat besar dan salah memaknai. Apa yang akan terjadi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang besar, dia akan menyerap apa saja supaya bisa jadi tahu. Sayangnya, banyak oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan situasi tersebut. Mereka mengincar mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta yang terlihat mudah dikelabui dengan memberikan pemahaman-pemahaman di luar hakikat islam. Itulah mengapa Fakultas Ushuluddin disebut tidak bisa lepas dari stigma pencetak bibit-bibit <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/emang-ada-masalah-apa-kalau-mahasiswa-uin-liberal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">muslim liberal<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Menyaksikan sendiri mahasiswa yang jadi \u201cgila dan tersesat\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sewaktu masih SMA, ketika asyik nongkrong di halte Blok A, saya pernah bertemu dengan seorang laki-laki. Dia masih muda, mungkin masih 25 tahun. Dia mengaku sebagai alumni Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Namun memang, penampilannya tidak terawat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pakaiannya lusuh, badannya kotor. Ketika saya dan teman-teman mengajaknya ngobrol, jawabannya nggak nyambung. Ingatannya masih bagus, tapi arah obrolannya nggak jelas arahnya. Bahkan terdengar sangat gila ketika dia bilang, \u201cSaya adalah nabi setelah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hal-yang-sering-jadi-perdebatan-tentang-maulid-nabi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Nabi Muhammad<\/a>.\u201d Kalimat itu dia ucapkan berulang-ulang. Setelah itu, sambil mengepalkan tangan, orang itu terus menyuarakan hadis dari mulutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, saya dan teman-teman hanya menganggapnya sebagai bahan hiburan saja. Belakangan ketika kuliah di UIN Jakarta, saya baru tahu apa yang dia pelajari termasuk dampaknya. Dia seperti terlalu dalam mendalami ilmu tasawuf. Seakan pikirannya menolak, jiwanya memberontak, maka jadilah berpengaruh pada psikologisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Meski mendapat cap jelek, nyatanya Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta juga melahirkan tokoh hebat\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai stigma negatif yang melekat tidak membuat Fakultas Ushuluddin itu selamanya buruk. Nyatanya, fakultas tersebut melahirkan beberapa tokoh hebat. Salah satu tokoh terbaik lulusan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta adalah Prof. Komarudin Hidayat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau sukses menjadi pemikir, penulis, serta rektor UIN Jakarta. Sebelum menjadi rektor, Prof Komar, atau kami akrab menyapa beliau \u201cKomeng\u201d pada zamannya, sudah menjadi Guru Besar Filsafat Agama di kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Prof. Komar, ada juga <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Din_Syamsuddin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Din Syamsuddin<\/a>, salah satu lulusan terbaik Fakultas Ushuluddin. Pada masa kepemimpinan SBY, Pak Din mengembang tanggung jawah sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, menggantikan M. Ahmad Sahal Mahfudz.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Saar Ailarang Abdullah<\/p>\n<p>Editor: Yamadipati Seno<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-jadi-mahasiswa-uin-jakarta-itu-nggak-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Alasan Menjadi Mahasiswa UIN Jakarta Itu Nggak Enak<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Benarkah Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta itu sering mencetak &#8220;mahasiswa gila&#8221;? Bener nggak ya? Yang sama-sama tahu, silakan komen, lho!<\/p>\n","protected":false},"author":2279,"featured_media":236429,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[8448,20902,20903,5442,6283,6071],"class_list":["post-236425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-din-syamsuddin","tag-fakultas-ushuluddin","tag-komarudin-hidayat","tag-uin","tag-uin-ciputat","tag-uin-jakarta"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2279"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236425"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236425\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}