{"id":236400,"date":"2023-10-07T11:56:55","date_gmt":"2023-10-07T04:56:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=236400"},"modified":"2023-10-07T11:56:55","modified_gmt":"2023-10-07T04:56:55","slug":"unesa-ketintang-kampus-elit-parkiran-super-sempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unesa-ketintang-kampus-elit-parkiran-super-sempit\/","title":{"rendered":"Sudah Tahu Lahan Parkir Mahasiswa UNESA Ketintang Itu Nggak Luas, tapi Nekat Menerima Mahasiswa Super Banyak, Well Banget!"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin masuk ke UNESA, khususnya kampus Ketintang, sebaiknya asah dulu skill rebutan parkirmu!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak berubah status menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTN-BH), UNESA ramai menjadi bahan perbincangan oleh masyarakat umum dan mahasiswanya sendiri. Awalnya saya nggak mau banyak berkomentar tentang perubahan status ini karena mengira kalau nggak akan berdampak pada saya pribadi. Tapi, saya salah, kali ini UNESA harus benar-benar mawas diri!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi begini ceritanya, kemarin saya berkunjung ke kampus berencana untuk mengurus beberapa dokumen keperluan magang. Sebagai mahasiswa semester akhir, jujur saya nggak pernah ke kampus karena sibuk magang dan persiapan skripsi. Kondisi kampus terakhir yang saya ingat, ya, saat semester 5. Masih adem, ayem, tentrem gitu.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Parkiran UNESA penuh!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, baru saja sampai di parkiran fakultas, saya sudah dibuat terkejut. Ini parkiran penuh banget. Saking penuhnya, saya sampai harus rebutan dengan mahasiswa lain. Sudah seperti pertarungan hidup dan mati. Sebab, kalau nggak kebagian parkir di fakultas, maka harus merelakan diri untuk parkir di tempat lain dan berjalan kaki menuju kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat kejadian itu saya jadi ingat kalau tahun ini UNESA meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa secara besar-besaran. Bahkan menyandang urutan pertama sebagai kampus dengan kuota penerima terbanyak, yaitu 10.206 mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya adalah, peningkatan kuota mahasiswa yang nggak masuk akal ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas yang mumpuni. Sehingga memicu terjadinya banyak masalah, seperti kegiatan belajar yang terganggu karena keterbatasan ruang kelas, jadwal dosen yang semakin padat karena tidak ada penambahan dosen, dan terbatasnya lahan parkir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serius, deh. Lahan parkir itu krusial, lho, kalau kamu berkunjung ke tempat makan, tapi parkirnya penuh, pasti ujung-ujungnya males, kan? Apalagi ini ke kampus, kan nggak lucu kalau ada mahasiswa yang males ke kampus karena nggak kebagian tempat parkir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka dari itu melalui tulisan ini, saya bermaksud menjelaskan kendala lapangan yang dialami oleh mahasiswa UNESA Ketintang. Agar tidak ada lagi praktik memandang remeh lahan parkir seperti ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Lahan parkir UNESA Ketintang yang sempit itu menyiksa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan apa yang terjadi jika kamu berada di ruangan yang sempit dan sesak? Nggak enak, kan? Kurang lebih begitu yang motor-motor kami (baca: mahasiswa UNESA Ketintang) rasakan. Terbatasnya lahan parkir memaksa kami harus parkir sangat mepet dengan motor lain agar tercipta efisiensi lahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, parkir mepet-mepet ini sungguh penuh risiko, Lur. Kamu nggak hati-hati dikit pilihannya cuma dua, motor orang lain atau motormu yang lecet. Keduanya tentu bukan opsi yang baik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Semakin terlambat, semakin jauh parkirmu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa UNESA Ketintang, kamu dituntut untuk memiliki disiplin waktu yang tinggi. Sebab terlambat sedikit saja risikonya adalah tempat parkirmu jauh. Syukur-syukur kalau kamu bisa parkir di Sentra Wisata Kuliner di depan kampus, jaraknya mungkin hanya beberapa meter jalan kaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, bagaimana kalau nasibmu sedang sial? Maka satu-satunya tempat yang bisa kamu jadikan opsi adalah parkir di dekat <a href=\"https:\/\/royalplazasurabaya.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Royal Plaza<\/a> yang kurang lebih jaraknya 2 KM dari kampus. Ditambah kamu harus bayar Rp5.000. Seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Parkir saja sulit, apalagi keluar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sependapat dengan tulisan Mba Audea Septiana di<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ketintang-makin-semrawut-mahasiswa-unesa-menderita\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, bahwa perjuangan di parkiran UNESA bukan hanya terjadi saat datang, tapi juga berlaku saat pulang. Hal ini disebabkan adanya petugas yang memeriksa STNK demi keamanan. Namun, ini juga yang membuat penderitaan semakin panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya jarang sekali mengantre saat pemeriksaan STNK. Sekalipun antre paling cuma 2-3 motor, nggak sampe 5 menit sudah keluar. Sekarang antriannya sudah sama seperti bubaran pabrik, ges. Panjang banget. Apalagi petugasnya cuma dua orang, jadi cukup menghabiskan waktu dan tenaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika menulis tulisan ini, saya jadi membayangkan sungguh sedih nasib adik tingkat saya yang setiap hari harus berhadapan dengan kesulitan lahan parkir. Kalau saya sih, baik-baik saja wong sudah jarang ke kampus. Hahaha, mamam.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dito Yudhistira Iksandy<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-menjadi-maba-unesa-terlihat-menderita-tapi-tetap-bisa-tertawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengalaman Saya Menjadi Maba UNESA: Rambut Digunduli hingga Disuruh Berendam di Sungai. Terlihat Menderita, tapi Tetap Bisa Tertawa.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kamu ingin masuk ke UNESA, khususnya kampus Ketintang, sebaiknya asah dulu skill rebutan parkirmu!<\/p>\n","protected":false},"author":2368,"featured_media":236448,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[11732,1387,16281],"class_list":["post-236400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-lahan-parkir","tag-mahasiswa-baru","tag-unesa-ketintang"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2368"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236400\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}