{"id":236174,"date":"2023-10-05T10:10:55","date_gmt":"2023-10-05T03:10:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=236174"},"modified":"2023-10-05T10:15:24","modified_gmt":"2023-10-05T03:15:24","slug":"dear-toko-buku-gramedia-ayo-dong-buka-outlet-di-kota-pekalongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dear-toko-buku-gramedia-ayo-dong-buka-outlet-di-kota-pekalongan\/","title":{"rendered":"Dear Toko Buku Gramedia, Ayo dong Buka Outlet di Kota Pekalongan"},"content":{"rendered":"<p><em>Toko Buku Gramedia harusnya buka outlet di Pekalongan, tidak usah takut buku yang dijual tidak laku.<\/em><\/p>\n<p>Sudah lama saya menantikan pameran buku digelar lagi di Kota Pekalongan. Dan puji Tuhan, akhir September kemarin Kota Pekalongan mengadakan festival literasi yang tentu saja ada pameran buku di dalamnya. Saya tidak berekspektasi tinggi terhadap event itu. Ada pameran buku saja cukup.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun menyempatkan diri untuk datang ke sana. Sekadar melihat-lihat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/buku\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">buku<\/a> dan kalau ada yang menurut saya menarik, saya akan membelinya. Jika kelak bukunya tidak saya baca, paling tidak saya ikutan melarisi dagangan. Saya akui, ketika berkunjung ke sana, antusiasme warga Pekalongan lumayan tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun berkesimpulan bahwa boleh jadi memang angka literasi di Kota Pekalongan benar-benar tinggi. Dalam momen itu pula saya menemukan sebuah informasi yang menyebut bahwa Wali Kota Pekalongan berharap dengan adanya festival literasi bisa menarik brand-brand buku ternama untuk buka outlet di Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengerti, brand ternama yang dimaksud tidak salah lagi adalah Gramedia. Lama sekali Kota Pekalongan tak punya toko buku besar seperti Gramedia. Saya rasa apa yang dikatakan Wali Kota itu benar belaka. Mbok ya Gramedia buka outlet di Pekalongan!<\/span><\/p>\n<h2><b>Kota Pekalongan tidak punya Toko Buku Gramedia<\/b><\/h2>\n<p>Kota Pekalongan itu tidak punya Toko Buku Gramedia, lho, Mas, Mbak. Gini, di Kota Pekalongan toko buku bisa dihitung jari. Namun, satu yang cukup terkenal hanya Salemba. Sisanya entah apakah masih eksis atau sudah gulung tikar. Ada sih toko buku Karuhun yang letaknya dekat alun-alun, itu masih bertahan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi pula Karuhun kebanyakan hanya menjual buku-buku bekas seperti novel-novel stensilan, selain itu paling hanya ASCO. Itu pun sebetulnya tidak bisa disebut &#8220;toko buku&#8221;. Nah, soal Gramedia, saya tidak tahu persis apakah pernah membuka outlet di Kota Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Denger-denger sih, pernah. Namun, mereka gulung tikar karena minimnya pembeli. Sampai sekarang Gramedia tidak buka lagi di Kota Pekalongan. Sungguh tertinggal sekali, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal di Tegal saja ada Toko Buku Gramedia, lho. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/tegal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tegal<\/a> itu kan eks Karesidenan Pekalongan. Masa di bagian eks-karesidenannya ada, tapi di pusatnya nggak ada toko buku sekelas Gramedia?<\/span><\/p>\n<h2><b>Ironis<\/b><\/h2>\n<p>Ketiadaan toko buku besar seperti Gramedia dan menyusutnya jumlah toko buku di Kota Pekalongan menjadi semacam ironis. Hal itu seolah menutupi bahwa Kota Pekalongan pernah menghasilkan para pendekar literasi. Ada yang pernah dengar kelompok 4E?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, 4E itu semacam kelompok seniman yang meniti karier berkeseniannya di Malioboro, Yogyakarta. Salah satu anggota 4E adalah orang Pekalongan. Beliau adalah <a href=\"https:\/\/news.republika.co.id\/berita\/nasional\/umum\/17\/04\/07\/oo1n27319-selamat-jalan-ehaka?\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">EH Kartanegara<\/a> atau yang akrab dipanggil Ehaka. S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">elain almarhum Ehaka, anggota lainnya ada Emha Ainun Nadjib, Ebiet G. Ade, dan Eko Tunas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebetulan Ehaka adalah salah satu pendekar literasi di Pekalongan. Beliau banyak menulis dan sejauh yang saya tahu intens bergerak di dunia literasi juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebut bahwa EH Kartanegara, kalau tidak salah ingat, pernah mengatakan, maju mundurnya sebuah kota bergantung pada ada tidaknya toko buku. Belakangan saya merasa itu sebuah ironi mengingat di kota kelahiran almarhum EH Kartanegara saja tidak menjamur toko buku.<\/span><\/p>\n<h2><b>Toko Buku Gramedia tidak usah takut sepi pembeli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pernah menulis di Terminal Mojok, bahwa minimnya bazar buku karena sepinya pembeli. Namun, lewat tulisan ini saya ingin berbesar hati mengakui bahwa sebenarnya kalau ada bazar atau pameran buku di Kota Pekalongan itu tidak sepi-sepi amat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, meskipun memang tidak bisa 100 persen pameran buku karena harus ada pameran inovasi dan kulinernya. Bagaimanapun, berkaca dari pameran buku kemarin, ternyata masyarakat Kota Pekalongan juga terdorong untuk paling tidak datang ke pameran buku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu itu segala jenis manusia berduyun-duyun ke pameran buku, lho. Sejauh pengamatan saya ada siswa, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/mahasiswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mahasiswa<\/a>, dosen, guru, bahkan seorang teman datang ke pameran buku. Coba bayangkan jika seandainya Toko Buku Gramedia buka di Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya beneran buka outlet di Pekalongan, wah, sudah pasti akan banyak orang berbondong-bondong ke sana, terutama para kaum cendekiawan dan intelektual. Toko Buku Gramedia tidak perlu takut bukunya tidak ada yang beli. Yang penting kan orang-orang datang dulu dan tahu, &#8220;Oh, ternyata ini toko buku besar.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lama-lama saya yakin pasti ada satu atau dua orang yang beli buku. Saran saya sih kalau baru buka outlet di Pekalongan, beri diskon besar-besaran. Big sale bisa menjadi daya tarik warga Pekalongan. Dengan begitu warga yang tidak tertarik pada buku mungkin akan tergiur membeli buku kalau harganya promo. Atau jika itu dirasa kurang jitu, pihak Gramedia bisa juga membuka tenant kuliner saat Grand Opening<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat, masyarakat Kota Pekalongan itu konsumtif. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/betapa-pentingnya-kehadiran-mcdonalds-di-pekalongan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">McDonald&#8217;s<\/a> yang baru buka saja laris manis, masa toko buku sebesar Gramedia ketika buka nggak ada yang datang?<\/span><\/p>\n<h2><b>Gramedia bisa ngajarin Pemkot Pekalongan bikin acara literasi yang benar<\/b><\/h2>\n<p>Satu lagi yang bikin Toko Buku Gramedia harus buka di Kota Pekalongan, ya supaya bisa mengajari Pemkot bikin acara literasi yang benar. Jujur aja, acara festival literasi yang kemarin itu sebetulnya tidak literasi-literasi amat.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stand bukunya sedikit, Bro, bahkan lebih sedikit daripada stand kulinernya. Eh, malah sepertinya lebih sedikit dari stand UMKM, dinas, sampai stand inovasi anak sekolahan. Selain itu, acara yang terkait literasi sangat minim. Sejauh yang saya ingat, acaranya paling membaca buku bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau begitu sih ya baca buku bareng aja, tidak usah bikin festival literasi segala. Di sekolah-sekolah kan para siswa juga sudah sering membaca buku bareng. Dan satu hal lagi yang bikin nggapleki, alih-alih lomba atau pelatihan menulis, di festival literasi justru yang ada lomba fashion show, pelatihan meracik <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/minuman-kekinian\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">minuman kekinian<\/a>, sampai lomba karaoke dangdut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, siapa tahu kalau Toko Buku Gramedia hadir di Kota Pekalongan, pihak toko buku bisa ngajarin gimana bikin acara literasi yang bener. Misalnya, tidak hanya menggelar pameran buku tapi juga bedah buku sampai pelatihan menulis opini. Lho, kok menulis opini? Ha supaya warga Pekalongan terlatih untuk mengkritisi Pemkot lewat tulisan!<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Arsyad<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mending-beli-buku-di-togamas-atau-gramedia-ya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mending Beli Buku di Togamas atau Gramedia, ya?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasihan ya warga Pekalongan nggak punya Gramedia.<\/p>\n","protected":false},"author":448,"featured_media":236197,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6604,10004,4576,1422],"class_list":["post-236174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gramedia","tag-jawa-tengah","tag-pekalongan","tag-toko-buku"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=236174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/236174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236197"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=236174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=236174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=236174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}