{"id":235805,"date":"2023-10-06T11:23:33","date_gmt":"2023-10-06T04:23:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=235805"},"modified":"2023-10-06T11:23:33","modified_gmt":"2023-10-06T04:23:33","slug":"universitas-terbuka-isinya-pemalas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-terbuka-isinya-pemalas\/","title":{"rendered":"Membantah Stigma Goblok yang Memandang Universitas Terbuka Isinya Pemalas karena Tidak Pernah Belajar di Kampus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sering mendapatkan pertanyaan nyeleneh dan mendengar stigma goblok ketika memutuskan untuk kuliah di Universitas Terbuka (UT). Bahkan, sampai saat ini, masih banyak yang tidak tahu tentang sistem belajar serta konsep yang diterapkan oleh UT. Hal itu menyebabkan banyak pertanyaan serta <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/siapa-bilang-lulusan-universitas-terbuka-nggak-bisa-jadi-pns-mitos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asumsi yang melenceng<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, saya sering mendengar celetukan kayak gini: \u201cDi UT mah buat cari gelar doang. Ya kaya beli ijazah gitu.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omongan tersebut dengan mudah keluar dari mulut orang-orang yang buta dunia digital. Ingin rasanya saya menjejali mereka dengan buku modul dari Universitas Terbuka yang tebalnya bukan main. Namun, saya sadar, hal itu akan sia-sia dan buang waktu. Biasanya, saya hanya menanggapi dengan santai dan tersenyum tipis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Sistem belajar Universitas Terbuka itu paling ideal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya beruntung tidak pernah peduli dengan stigma goblok yang masih awet itu. Saya memilih fokus untuk berkembang karena sistem belajar di Universitas Terbuka ideal dan efisien. Sebuah sistem yang menurut saya sangat membantu untuk terus upgrade kualitas diri serta kemampuan lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu harus tahu bahwa Universitas Terbuka menerapkan sistem belajar online. Kami, para mahasiswa, bebas menentukan kapan dan di mana harus menyelesaikan tugas. Meski tidak datang ke kampus dan mendengarkan dosen menjelaskan materi, kami tetap menerima media belajar mandiri. Makanya, kami tetap bisa mengerjakan tugas sesuai tenggat waktu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti kampus lainnya, Universitas Terbuka juga menuntut mahasiswanya untuk mendapatkan nilai atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-alasan-ipk-mahasiswa-pascasarjana-itu-seringnya-tinggi-banget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">IPK<\/a> di atas 2.00. Tuntutan tersebut tentu membuat mahasiswanya tertib mengikuti tiap sesi tutorial online. Nilai yang kami dapatkan juga tak semerta-merta dari tugas yang diberikan saja, namun juga UAS.<\/span><\/p>\n<h2><b>Standar dan tuntutan yang sama seperti kampus lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Terbuka menyelenggarakan UAS dengan sistem yang ketat. Kampus mewajibkan kami untuk melaksanakan ujian offline di SMA terdekat dengan domisili siswa. Ya seperti ujian pada umumnya, kami dilarang keras untuk melakukan kecurangan. Hukumannya juga tak main-main. Mahasiswa yang tertangkap basah melakukan kecurangan harus mengulang ujian untuk semua mata kuliah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem tersebut menunjukkan bahwa aturan kampus yang memiliki julukan <a href=\"https:\/\/www.ut.ac.id\/berita\/2018\/01\/ut-menuju-cyber-u\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cyber University<\/a> ini tentu membuatnya tak jauh beda dengan kampus lain. Bedanya hanya ada pada sistem belajar yang lebih fleksibel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat fleksibilitas itu, mahasiswa tidak perlu susah payah pergi ke kampus. Sayangnya, \u201ckemudahan\u201d itu malah melahirkan pertanyaan yang bodoh. Misalnya: \u201cKalau jadi mahasiswa nggak pergi ke kampus, terus sehari-hari ngapain?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu harus tahu bahwa biasanya, mahasiswa Universitas Terbuka itu memiliki kesibukan untuk bekerja. Jadi stop mengira kami hanya rebahan di rumah saja, ya. Selain bekerja, mahasiswa UT juga memiliki komunitas produktif yang menampung banyak minat serta menjadi ruang untuk bertumbuh. Misalnya ada komunitas penulisan, sosmas, ekraf, olahraga, bahkan ada pula komunitas band.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komunitas tersebut berdiri secara mandiri. Membuat mahasiswa menjadi kritis dan menjadi fondasi yang cukup kuat untuk membangun sebuah ruang tumbuh bersama tanpa dinaungi oleh pihak kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bagus untuk improve para mahasiswa dari segi sosial dan kreativitas. Bahkan kami sering berkolaborasi dengan universitas lain atau sebuah perusahaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak hal yang bisa menjadi wadah untuk tumbuh dan berkembang bersama di Universitas Terbuka. Kegiatan kami tak sebatas mengerjakan tugas saja, tapi menambah value diri. Harapan kami, tidak ada lagi stigma goblok dan pertanyaan bodoh yang kami dengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Hayumi Suwanti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/universitas-terbuka-kampus-paling-diremehkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Universitas Terbuka: Takdir Menyedihkan dari Sebuah Kampus yang Selalu Diremehkan<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah stigma goblok masih saja awet menempel kepada Universitas Terbuka. Hanya karena kami nggak ke kampus, buka artinya kami pemalas!<\/p>\n","protected":false},"author":2363,"featured_media":236329,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[20889,20887,20888,6120,6119],"class_list":["post-235805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-kuliah-universitas-terbuka","tag-uas-universitas-terbuka","tag-ujian-universitas-terbuka","tag-universitas-terbuka","tag-ut"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2363"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=235805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=235805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=235805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=235805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}