{"id":235561,"date":"2023-09-28T20:16:57","date_gmt":"2023-09-28T13:16:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=235561"},"modified":"2023-09-30T15:24:21","modified_gmt":"2023-09-30T08:24:21","slug":"uin-jogja-tak-pantas-menyandang-kampus-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/uin-jogja-tak-pantas-menyandang-kampus-rakyat\/","title":{"rendered":"UIN Jogja Tidak Pantas Menyandang Status Kampus Rakyat ketika UKT Anak Petani Tembus 7 Juta Rupiah!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yakin mau kuliah di UIN Jogja? Berapa lembar, sih, isi dompetmu? Kalau memang nggak mampu, mending mundur teratur. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-di-uin-jogja-beneran-buat-yang-mampu-mampu-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Maklum, kuliah di sini, kok, kayaknya cuma buat anak-anak keluarga mampu saja<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Iya, menurut saya, pendidikan seharusnya terbuka bagi siapa saja. Nggak memandang bulu, baik dari keluarga miskin atau kaya. Sejatinya, pendidikan adalah hak bagi siapa saja. Iya, kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Rasa bangga yang berkurang setelah kuliah di UIN Jogja<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sama-sama mengenal Jogja sebagai kota pendidikan. Sebuah status yang kuat dan mampu menarik minat seluruh pelajar untuk menempuh jenjang perguruan tinggi di sini. Terlebih UIN Jogja, adalah salah satu pilihan kampus yang terkenal dengan sebutan \u201ckampus rakyat\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar status ini, saya langsung tertarik, bahkan merasa sangat bahagia ketika bisa kuliah di sana. Apalagi ini \u201ckampus rakyat\u201d, sebuah opsi bagi kalangan yang nggak mampu membayar UKT mahal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa bangga menyandang status mahasiswa UIN Jogja itu bertahan selama 1 tahun. Bahagia? Ah, nanti dulu. Ya jujur saja, memilih kuliah di sini lantaran label \u201crakyat\u201d tadi dan menjadi pelarian akan keterbatasan ekonomi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, rasa bangga itu nggak awet. Sekarang ini, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/middle-class-vs-ukt-melawan-jelas-kalah-mundur-makin-berdarah-darah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UKT sudah mahal dan beberapa kawan saya memutuskan tidak melanjutkan kuliah<\/a>. Mereka nggak sanggup membayar uang pendidikan. Melihat kejadian itu, saya merasa sangat prihatin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Anak petani, kok,malah membayar UKT lebih mahal?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasa bahwa masalah UKT itu nggak akan pernah selesai. Ini seperti menjadi polemik setiap tahunnya. Bagi yang kurang mampu, memang, ada alternatif untuk mengajukan banding pengurangan biaya kuliah. Namun, sayangnya, kuotanya terbatas. Selain itu, orang miskin telat mendaftar banding pasti nggak bakal mendapat pelayanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan kemarin, Umam, salah satu kenalan saya, menjadi mahasiswa baru angkatan pertama di Prodi Arsitektur, <a href=\"https:\/\/saintek.uin-suka.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Fakultas Sains dan Teknologi<\/a>. Ini harusnya menjadi sebuah kebanggaan bagi kampus UIN Jogja karena telah memberikan ruang baru bagi mahasiswa yang memiliki potensi di bidang itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, ada realita pahit di sini. Apalagi setelah mengetahui bahwa Umam harus membayar biaya di mana orang tuanya nggak mampu menjangkau. Keluarga Umam harus membayar UKT senilai Rp7.750.000!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai keluarga tani, keluarga Umam nggak mampu menyediakan biaya kuliah sampai 7 juta. Penghasilan mereka hanya sekitar Rp500 ribu yang nggak cukup untuk menutup banyak biaya. Mau nggak mau. berutang kepada keluarga besar menjadi alternatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLalu, kok, ada yang mendapat UKT lebih rendah, tapi penghasilan keluarganya lebih tinggi dari keluarga saya?\u201d Kata Umam dengan ekspresi kekecewaan terhadap kampus UIN Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nggak boleh mengaku \u201ckampus rakyat\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah memang kayak gini sistem di UIN Jogja? Saya tidak tahu. Namun, melihat kejadian Umam, saya merasa mereka nggak boleh lagi mengaku sebagai \u201ckampus rakyat\u201d. Ini ruang pendidikan apa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/denah-pedagang-pasar-beringharjo-lantai-1-gedung-barat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pusat bisnis<\/a>, sih?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang kaya, jangan sok kontra dengan tulisan ini. Ingat, masih banyak kawan-kawan kalian yang putus pendidikan karena nggak mampu membayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Problem ini bukan masalah perorangan, saya yakin. Ini masalah seluruh pihak yang memiliki kesadaran kolektif. Saya, selaku mahasiswa yang merasa resah, ingin kampus mendengar keluhan ini. Setelah itu, mari sama-sama menciptakan perubahan. Saya rasa, semakin banyak mahasiswa bisa kuliah, potensi masa depan cerah bagi Indonesia bakal semakin besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Syafiqur Rahman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-uin-jogja-buat-yang-mampu-mampu-aja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kuliah UIN Jogja Buat yang Mampu-mampu Aja<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika UKT anak petani lebih tinggi dibandingkan anak keluarga berada, artinya ada yang salah di UIN Jogja. Kampus rakyat? Nggak layak! <\/p>\n","protected":false},"author":2099,"featured_media":235749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[115,16520,20818,5442,9282,5443,20819],"class_list":["post-235561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-jogja","tag-kampus-uin","tag-kampus-uin-jogja","tag-uin","tag-uin-jogja","tag-uin-sunan-kalijaga","tag-uin-sunan-kalijaga-yogyakarta"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2099"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=235561"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/235561\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/235749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=235561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=235561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=235561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}