{"id":234967,"date":"2023-09-23T15:13:46","date_gmt":"2023-09-23T08:13:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=234967"},"modified":"2026-01-06T23:37:06","modified_gmt":"2026-01-06T16:37:06","slug":"membedah-pernyataan-ganjar-pranowo-tentang-tka-cina-dengan-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membedah-pernyataan-ganjar-pranowo-tentang-tka-cina-dengan-ilmu-komunikasi\/","title":{"rendered":"Membedah Pernyataan Ganjar Pranowo tentang TKA Cina dengan Ilmu Komunikasi"},"content":{"rendered":"<p><em>Pernyataan Ganjar Pranowo tentang TKA Cina saya coba bedah semiotikanya. Hasilnya, benar-benar mencengangkan.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, saya paling malas membahas masalah politik. Bukannya apa-apa, tapi ya politik di Indonesia itu lebih banyak dramanya ketimbang pembelajarannya. Kayaknya nggak perlu saya sebutkan satu per satu deh drama politik macam apa yang terjadi selama ini. Contoh yang paling dekat ya yang kemarin itu, ketika salah satu bacapres, Ganjar Pranowo, dianggap merendahkan kualitas SDM di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika mengisi kuliah kebangsaan di salah satu kampus ternama di Indonesia, si bacapres ini bercerita tentang protes masyarakat terkait maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina. Blio menanggapi protes tersebut dengan sebuah kalimat pertanyaan menohok: \u201cYa sudah kita usir besok pagi, tapi kamu bisa gantikan nggak?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, saya malas membahas hal-hal begini. Lagi pula, saya bukan pendukung Ganjar Pranowo dan bukan simpatisan bacapres yang lainnya. Tapi sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, hati saya tergelitik untuk membedah pertanyaan bacapres tersebut menggunakan salah satu teori ilmu komunikasi yang saya pelajari dalam setahun terakhir ini: semiotika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, semiotika adalah ilmu yang mempelajari suatu tanda\u2014bisa berupa gambar, logo, bahasa, lagu, film, gestur, dan sebagainya\u2014dan bagaimana tanda tersebut menghasilkan makna. Salah satu tokoh semiotika yang berpengaruh adalah Roland Barthes, seorang filsuf sekaligus kritikus sastra asal Prancis. Menurut blio, semua tanda\u2014termasuk pertanyaan si bacapres tadi\u2014memiliki makna dan makna tersebut dapat diinterpretasikan ke dalam tiga bentuk: denotatif, konotatif, dan mitos.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makna Denotatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya, sesuai definisi, dan bersifat jelas dalam suatu tanda. Jadi, pertanyaan si bacapres \u201cYa sudah kita usir besok pagi, tapi kamu bisa gantikan nggak?\u201d itu memiliki makna bahwa blio akan menyuruh dengan paksa para TKA asal Cina itu untuk pergi dari Indonesia mulai besok pagi. Selain itu, blio juga meminta orang lain untuk menggantikan posisi TKA asal Cina tersebut. Secara umum, nggak ada masalah dengan makna denotatif itu karena memang pertanyaan si bacapres tadi dimaknai secara natural dan apa adanya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Makna Konotatif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, makna konotatif adalah makna kiasan, bukan yang sebenarnya, dan bersifat subjektif dari suatu tanda. Nah, dari sinilah kontroversi ini dimulai. Karena bersifat subjektif, maka setiap orang punya interpretasi masing-masing terhadap pertanyaan si bacapres tadi. Kalimat \u201cYa sudah kita usir besok pagi\u201d itu bisa dimaknai bahwa blio akan bertindak cepat untuk mengusir para TKA asal Cina tersebut. Sedangkan kalimat \u201ctapi kamu bisa gantikan nggak?\u201d itu dimaknai sebagai sindiran bahwa untuk menggantikan TKA asal Cina itu nggak mudah. Secara nggak langsung, pertanyaan si bacapres tadi dimaknai bahwa belum ada orang Indonesia yang bisa menggantikan TKA asal Cina tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mitos<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, adalah tentang mitos. Mitos di sini bukan berarti cerita tentang dewa-dewa, cerita rakyat zaman dahulu, atau hal-hal yang bersifat gaib, ya. Mitos adalah pengembangan dari makna konotatif yang digunakan secara terus-menerus oleh masyarakat sehingga mampu menggantikan makna denotatifnya. Sebagai contoh, pertanyaan si bacapres \u201cYa sudah kita usir besok pagi, tapi kamu bisa gantikan nggak?\u201d itu memang bermakna sindiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari gaya bahasa dan kebiasaan masyarakat Indonesia, kalimat-kalimat seperti itu biasanya memang digunakan untuk menyindir seseorang. Dalam hal ini, yang disindir adalah SDM Indonesia yang belum mampu menyamai kompetensi TKA asal Cina. Inilah yang menyebabkan Ganjar Pranowo dianggap merendahkan kualitas SDM Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apakah memang benar kualitas SDM Indonesia itu kalah dari Cina? Kalau merujuk pada data statistik, faktanya memang seperti itu. Menurut<\/span><a href=\"https:\/\/hdr.undp.org\/system\/files\/documents\/global-report-document\/hdr2021-22overviewen.pdf\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Human Development Report 2021-2022<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari UNDP (United Nations Development Programme), Indeks Pembangunan Manusia negara Indonesia ada di ranking 114. Sedangkan China bersama Hongkong bertengger di posisi 4 dunia dengan kategori \u201cVery High Human Development\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sindiran si bacapres lewat pertanyaan \u201cYa sudah kita usir besok pagi, tapi kamu bisa gantikan nggak?\u201d itu memang benar adanya. Faktanya, kualitas SDM Indonesia memang belum bisa menyaingi kualitas SDM Cina, kok. Terlepas blio itu merendahkan atau bukan, ya itu balik lagi ke interpretasi masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pasti, dari permasalahan rendahnya kualitas SDM Indonesia ini pasti selalu ada pihak yang disalahkan. Siapa lagi kalau bukan pemerintah?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Andri Saleh<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/oh-tuhan-kenapa-engkau-menciptakan-nyamuk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Oh Tuhan, Kenapa Engkau Menciptakan Nyamuk?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Ganjar Pranowo tentang TKA Cina saya coba bedah semiotikanya. Hasilnya, benar-benar mencengangkan.<\/p>\n","protected":false},"author":1468,"featured_media":235030,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_comment_section":"1"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0","format":"standard","subtitle":""},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[14311,20740,20739,20738],"class_list":["post-234967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-ganjar-pranowo","tag-pernyataan","tag-teori-komunikasi","tag-tka-cina"],"modified_by":"Anggi Thoat Ariyanto","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1468"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234967"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234967\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/235030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}