{"id":234692,"date":"2023-09-20T12:09:06","date_gmt":"2023-09-20T05:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=234692"},"modified":"2023-09-22T09:03:42","modified_gmt":"2023-09-22T02:03:42","slug":"pesona-situ-gintung-di-tangerang-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pesona-situ-gintung-di-tangerang-selatan\/","title":{"rendered":"Situ Gintung di Tangerang Selatan: Siang Menjadi Titik Kumpul Mahasiswa, Malam Tempat Mesum"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kamu bahwa di Tangerang Selatan ada sebuah tempat yang melegenda? Sebuah tempat yang turut menjadi saksi zaman kolonial Belanda ini. Satu-satunya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ciputat-date-sebuah-panduan-dan-rekomendasi-tempat-ngedate-di-ciputat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">tempat wisata keluarga<\/a> yang menyimpan memori masa lalu. Namanya Situ Gintung, yang saat ini semakin memesona.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, Situ Gintung itu ya waduk pada umumnya. Ia menjadi spesial karena menjadi objek wisata alam satu-satunya di Tangerang Selatan. Mungkin, siapa yang mukim di sana dan sudah berkeluarga, setidaknya pernah sekali main ke situ.<\/span><\/p>\n<h2><b>Situ Gintung menjadi titik kumpul mahasiswa<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dijadikan objek wisata, Situ Gintung juga bisa menjadi tempat bersantai para Mahasiswa yang kuliah di daerah Tangerang Selatan. Sejauh pengamatan saya, mahasiswa suka ke sana karena sudah \u201cjenuh\u201d dengan kebiasaan berkumpul di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-coffee-shop-murah-dan-aesthetic-di-tangerang-selatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">coffee shop<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka lebih memilih nongkrong di tempat terbuka. Maklum, lokasi Situ Gintung tidak jauh dari 2 kampus Islam yang cukup besar, yaitu UIN dan UMJ. Selain dekat, di sana juga sudah ramai \u201cstarling\u201d yang harganya jelas terjangkau dompet mahasiswa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mahasiswa biasa, para aktivis kampus seperti BEM jurusan maupun universitas di Tangerang Selatan suka berkumpul di tempat ini. Kadang sifatnya serius, kadang bercanda dan bersantai saja.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pesona-situ-gintung-di-tangerang-selatan\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Rapat di tempat terbuka&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Enaknya rapat di tempat terbuka<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika masih kuliah di <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Universitas_Islam_Negeri_Syarif_Hidayatullah_Jakarta\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">UIN Ciputat<\/a>, saya dan teman-teman jurusan juga sering berkumpul di Situ Gintung. Biasanya untuk rapat jurusan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami mempunyai semacam kebiasaan yang spesifik ketika memilih tempat rapat. Maksudnya, kami sudah tahu akan ke mana arah pembahasan rapat hanya dari pemilihan lokasinya saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sudah mendatangi Situ Gintung, biasanya kami hanya melakukan rapat dengan orang-orang internal di organisasi saja. Kalau lagi zamannya menjadi pengurus BEM jurusan, kami hanya akan rapat bersama Badan Pengurus Harian saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitupun dengan pembahasannya. Pembahasan yang terjadi biasanya sangat serius. Pembahasan yang ada di dalamnya itu tidak luput dari nasib roda organisasi kami untuk satu periode ke depan. Maka dari itu, hanya orang-orang terpilih saja yang biasanya kami ajak rapat ke tempat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa Situ Gintung? Iya, kami memang memiliki sekretariat sendiri. Namun, kami sengaja memilih tempat yang lebih terbuka di Tangerang Selatan supaya lebih segar. Agar pikiran juga bisa ikut terbuka dan setelah rapat selesai, kami bisa langsung refreshing sejenak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kalau malam, menjadi salah satu titik mesum di Tangerang Selatan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, tempat yang indah itu berubah drastis di kala malam. Sejak dulu, Situ Gintung menjadi titik favorit anak muda tidak bertanggung jawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, saya cukup sering memergoki anak muda memanfaatkan \u201ckesempatan dalam kesempitan\u201d ketika pacaran di sini. Ya gimana ya, kalau malam, penerangan di sini memang minim. Bahkan di area waduknya bisa dibilang nggak ada penerangan. Hanya lampu-lampu jalan kecil yang sebetulnya nggak berguna banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri nggak terlalu bisa memahami konsep pacaran di muka umum. Bukan pacaran yang saya permasalahkan, tapi mesumnya. Mereka seperti nggak segan bermesraan di tempat terbuka. Meskipun gelap dan sepi, seharusnya mereka tahu batasan. Tidak harus sampai \u201cseliar itu\u201d di tempat umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya malah sering mendapati pasangan yang sedang \u201ckelon\u201d. Mereka berciuman sambil meraba area dada. Yang lebih disayangkan lagi, ada dari mereka yang masih di bawah umur.<\/span><\/p>\n<h2><b>Upaya dari warga sekitar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui kebiasaan tersebut, warga Tangerang Selatan di sekitar waduk mengadakan semacam ronda. Tujuannya hanya untuk mengusir pasangan yang tidak tahu diri itu. Bahkan, sekarang kalau malam, di gerbang masuk Situ Gintung ada warga yang berjaga. Ya hanya untuk menjauhkan tempat mereka dari orang-orang yang tidak punya attitude dan akal sehat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, berkat andil warga sekitar, Situ Gintung masih tetap menjadi tempat yang syahdu untuk dikunjungi. Apalagi sekarang sudah semakin berkembang. Di sana sudah ada aktivitas outbond, ada water park, sampai menjadi camping ground.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Area parkirnya juga luas, ada musala, kamar mandi, serta beberapa warung. Sebuah perkembangan yang membuat warga jadi betah piknik di sana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini saya sedang bekerja di Jogja. Kelak, kalau bisa ke sana lagi, saya hanya ingin duduk di pinggir waduk sambil menikmati segelas kopi dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rokok-termahal-di-indonesia-ada-yang-seharga-honda-beat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sebatang rokok<\/a>. Mengenang masa kuliah dan hidup di Tangerang Selatan. Karena di Situ Gintung, kisah masa muda saya banyak tergores.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Saar Ailarang Abdullah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tangerang-selatan-tangsel-kota-dengan-pertumbuhan-terdahsyat-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Situ Gintung di Tangerang Selatan adalah titik yang melegenda. Sayang, di balik pesonanya, ada aksi mesum anak muda yang meresahkan.<\/p>\n","protected":false},"author":2279,"featured_media":234693,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20708,20707,17374,14360,6283,20709],"class_list":["post-234692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-mesum-di-situ-gintung","tag-situ-gintung","tag-tangerang-selatan","tag-tangsel","tag-uin-ciputat","tag-umj"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2279"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234692"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234692\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}