{"id":234656,"date":"2023-09-20T09:18:04","date_gmt":"2023-09-20T02:18:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=234656"},"modified":"2023-09-20T09:18:04","modified_gmt":"2023-09-20T02:18:04","slug":"3-dosa-sopir-bus-cebong-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-dosa-sopir-bus-cebong-jaya\/","title":{"rendered":"3 Dosa Sopir Bus Cebong Jaya: Membahayakan Pengendara dan Membuat Saya Trauma"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat masih menjadi santri di Kabupaten Banyumas, saya sering pulang ke rumah menggunakan bus Cebong Jaya. Momen kepulangan santri terjadi di minggu pertama setiap bulan. Saya memilih naik bus karena nggak mau merepotkan bapak yang sudah sibuk mengurus <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/motor-honda-vario-150-sahabat-toko-kelontong\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">toko kelontong<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pulang, biasanya, saya mengganti bus sebanyak 2 kali. Saat di Terminal Karesidenan Banyumas, saya harus menunggu bus dari arah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terminal-bulupitu-masalah-purwokerto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Purwokerto<\/a> di Jalan Gatot Subroto.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas bus yang melintasi rute pertama (Banyumas-Purwareja) adalah bus dengan satu pintu. Kami menyebutnya dengan sebutan mikro karena ukuran busnya yang relatif kecil. Setelah itu, mayoritas santri akan berhenti di Kecamatan Purwareja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di Kecamatan Purwareja, kami berpisah arah. Ada yang melanjutkan perjalanan ke arah Purbalingga, ada pula yang menuju Banjar Kota.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, saya bisa saja pakai mikro dari Banyumas langsung ke Binorong, Banjarnegara. Namun, rata-rata mikro itu lambat karena mencari penumpang. Lantaran pengin sampai rumah dengan cepat, saya lebih suka menggunakan bus Cebong Jaya. Sebagai pengguna setia bus ini, saya sampai hafal betul kelakuan sopir mereka. Bahkan, \u201cdosa\u201d mereka ini masih sering terjadi sampai sekarang.<\/span><\/p>\n<h2><b>#1 Sopir bus Cebong Jaya yang suka berhenti mendadak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cebong Jaya yang melintasi jalur Purbalingga-Wonosobo memang masih menjadi primadona. Oleh sebab itu, kursi bus hampir selalu terisi. Mau tidak mau, saya harus berdiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Posisi berdiri inilah yang rentan kena prank dari sopir bus. Jadi, sopir bus sering menginjak rem secara mendadak. Bukan karena menghindari jalan rusak, tapi ada penumpang yang melambaikan tangan di pinggir jalan. Maklum, bus ini tidak memiliki halte transit seperti Trans Banyumas atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sisi-gelap-trans-jateng-solo-sumberlawang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Trans Jateng<\/a>. Jadi, sopir harus memberhentikan bus seketika itu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kejadian unik ketika beberapa penumpang yang saat itu sedang berdiri hampir terjatuh karena sopir menginjak rem mendadak. Karena kejadian itu, saya selalu waspada saat nggak kebagian tempat duduk. Caranya dengan memegang handle bus dengan lebih erat. Kalau bisa dua tangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>#2 Membahayakan pengendara lain<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan sopir bus Cebong Jaya yang suka berhenti mendadak ini membahayakan pengendara lain. Biasanya, pengendara yang kena getah adalah yang melaju persis di belakang bus. Mau nggak mau, pengendara di belakang bus harus menyiapkan mental.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, kalau sedang berkendara melintasi jalur Cebong jaya, ada 2 pilihan yang harus kalian ambil. Pertama, salip bus tersebut sesegera mungkin. Kedua, jauhi bus dan berkendara dengan santai. Ini demi keselamatan Anda sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><b>#3 Menurunkan penumpang dengan kasar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya memiliki pengalaman yang unik sekaligus membahayakan. Pengalaman itu terjadi saat saya hendak turun dari bus Cebong Jaya di daerah Binorong, <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Banjarnegara,_Banjarnegara\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Banjarnegara<\/a>. Ketika itu saya sudah memukul atap bus. Tanda bahwa bus harus berhenti karena saya sebentar lagi akan segera turun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, bus tersebut hanya berhenti dalam hitungan detik saja. Hal ini karena lampu lalu lintas di depan sedang hijau dan hampir merah lagi. Saya yang baru menurunkan satu kaki hampir saja terpelanting karena terkejut tiba-tiba bus sudah melaju lagi. Untung keseimbangan tubuh saya baik. Alhasil saya bisa tetap keluar bus dengan selamat. Meskipun celana sedikit kotor karena terkena cipratan ban bus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 3 \u201cdosa\u201d sopir bus Cebong Jaya yang masih terjadi hingga kini. Artikel ini menjadi pesan buat para sopir, khususnya sopir Cebong Jaya agar lebih memikirkan penumpang dan pengendara lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/kilas\/kisah-di-balik-po-cebong-jaya-penguasa-jalur-wonosobo-purwokerto-yang-melegenda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kisah di Balik PO Cebong Jaya, Penguasa Jalur Wonosobo-Purwokerto<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pengguna setia bus Cebong Jaya, saya sampai hafal kelakuan sopir mereka. Bahkan, \u201cdosa\u201d ini masih sering terjadi sampai sekarang.<\/p>\n","protected":false},"author":1840,"featured_media":234662,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[20704,20705,8526,19779,20435],"class_list":["post-234656","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-bus-cebong-jaya","tag-cebong-jaya","tag-purwokerto","tag-terminal-purwokerto","tag-trans-jateng"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1840"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234656"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234656\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}