{"id":2345,"date":"2019-05-29T03:30:35","date_gmt":"2019-05-28T20:30:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=2345"},"modified":"2021-10-05T13:21:00","modified_gmt":"2021-10-05T06:21:00","slug":"dearmetenyearsago-seperti-bermetamorfosis-ke-alay-an-adalah-fase-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dearmetenyearsago-seperti-bermetamorfosis-ke-alay-an-adalah-fase-kehidupan\/","title":{"rendered":"#DearMeTenYearsAgo: Seperti Bermetamorfosis, Alay adalah Fase Kehidupan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa minggu lalu, Twitter sedang\u00a0<i>hype<\/i>\u00a0tagar #DearMeTenYearsAgo. Barangkali kamu juga salah satu yang ikut meramaikan.\u00a0Umur berapakah kamu 10 tahun yang lalu? Apa yang sudah kamu lakukan di masa itu? Apakah saat itu kamu sedang sibuk meraih cita-cita, atau masih bermain engklek dan sehong, atau malahan masih suka membuat status <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esd\/esai\/maafkan-kami-yang-lebay-dan-manja-saat-puasa\/\">Facebook lebay nan galau-galauan<\/a>? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong soal fase hidup, bukan hanya kupu-kupu saja lo yang pernah bermetamorfosis sempurna. Karena sesungguhnya manusia juga melakukannya. Perubahan itu\u2014bukan berupa perubahan susunan tubuh\u2014tetapi pada kualitas hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bermetamorfosis, \u00a0menurut saya, sebagian manusia akan melewati beberapa jenjang alias fase. Apa saja itu?<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong>Masa Kepo<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekadar informasi, bahasa gaul &#8216;kepo&#8217; saat ini sudah diserap jadi kata baku dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kepo sendiri memiliki arti: rasa ingin tahu yang berlebihan tentang kepentingan atau urusan orang lain. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hayo jujur, sampai sekarang, kalian masih <em>stuck<\/em> pada fase ini, kan? Masa di mana kalian merasa harus banget tahu tentang apa-apa yang dilakukan orang lain terutama orang yang (masih) kalian sayang\u2014mantan misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepo itu nggak apa-apa kok. Asal masih dalam taraf aman alias nggak bikin sakit. Ketika kalian kepo sama mantan yang ternyata sekarang udah punya pacar baru dan kalian merasakan luka yang sakitnya berkali-kali lipat\u2014<em>hmmm mending stop deh!!!1!1!<\/em> <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepo hanya dibolehkan untuk kalian yang setelah tahu tentang kabar seseorang, kalian merasa lega\u2014bukannya malah lara. Jadilah bijak pada diri sendiri\u2014karena diri kalian ini, sesungguhnya kalian sendirilah yang bisa mengontrol.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Masa alay (anak layangan)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Informasi lagi, alay juga sudah ada di KBBI nih\u2014artinya sendiri adalah: anak layangan; gaya hidup yang berlebihan untuk menarik perhatian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, lebay itu relatif\u2014seperti halnya kecantikan atau ketampanan, kekayaan, kelucuan, dan sebagainya, penilaian terhadap ke-alay-an seseorang itu tergantung siapa yang memandang. Setiap orang punya standar lebay masing-masing. Bisa jadi, menurut saya si A anaknya tidak lebay\u2014mungkin menurut kalian, si A adalah anak layangan akut. Bisa juga kalian menganggap si A lebay, beberapa bulan lagi kalian akan beda penilaian. Kalian akan sulit menilai tingkat ke-lebay-an seseorang dengan subjektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun yang pasti, sebagian besar orang <a href=\"https:\/\/tirto.id\/perlukah-kita-mengulik-cinta-masa-lalu-pacar-cF8H\">merasa mereka pernah lebay di masa lalu<\/a>. Karena lebay adalah salah satu fase kehidupan yang harus dilalui.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Masa gampang baper<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa gampang baper biasanya terjadi di rentang usia lebih dari 17 tahun\u2014masa di mana kita sering terbawa perasaan dengan hal-hal yang ada di sekeliling kita. Kita jadi sering memperhatikan omongan orang lain tentang kita, kita jadi takut membuat orang lain kecewa, takut menyakiti perasaan orang lain\u2014kita sering nangis karena ternyata pacar kita selingkuh, dan hal-hal sensitif lainnya. Nah, di situlah masa gampang baper terjadi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Masa bodo amat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa bodo amat biasanya terjadi ketika kita memasuki usia-usia matang. Kita akan lebih terbuka sama banyak hal dan sadar bahwa kita memang sepatutnya cuek bebek sama hal-hal yang tidak bersinggungan langsung dengan diri kita. Selama hal itu tidak mengganggu kita, maka kita akan bodo amat. Kita akan menjadi tidak acuh sama gosip para artis, masalah tetangga, atau berita selingkuhnya Justin Bieber. Ya, kita hanya akan peduli dengan segala hal yang ada relasinya dengan diri kita atau keluarga kita saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, buat kalian yang merasa jijik melihat ke-alay-an kalian di masa lalu dengan unggahan foto atau status Facebook beberapa tahun lalu\u2014terus bingung bagaimana cara menutupinya\u2014tenang. Kamu tak perlu pusing atau malu. Seperti yang saya bilang di judul artikel ini: seperti bermetamorfosis, alay adalah fase kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menjadi indah seperti kupu-kupu, kamu butuh yang namanya mengalami metamorfosis sempurna: sebuah proses perubahan yang mana dalam tahap-tahapnya berubah secara signifikan. Yang penting\u2014semakin hari, kamu seharusnya semakin baik dan bijaksana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, #DearMeTenYearsAgo\u2014<em>no problem, it was you<\/em>. Itu adalah kamu saat itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Now, it&#8217;s us. Let&#8217;s be happy with our stories.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa minggu lalu, Twitter sedang hype tagar #DearMeTenYearsAgo. Barangkali kamu juga salah satu yang ikut meramaikan.<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":2443,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[649,650,651,421],"class_list":["post-2345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-dearmetenyearsago","tag-alay","tag-remaja","tag-twitter"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2345"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2345\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}