{"id":234340,"date":"2023-09-18T11:32:27","date_gmt":"2023-09-18T04:32:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=234340"},"modified":"2023-09-18T11:32:27","modified_gmt":"2023-09-18T04:32:27","slug":"jember-banyuwangi-patah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jember-banyuwangi-patah-hati\/","title":{"rendered":"Jalur Selatan Jember: Mega Proyek JLS Mangkrak 21 Tahun yang Memupus Impian Indah Bersama Banyuwangi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai mahasiswa di Kabupaten Jember, kebetulan saya banyak memiliki kawan yang berasal dari Banyuwangi. Alur pembicaraan kami selama ini nggak pernah jauh-jauh dari akses jalur kedua kabupaten tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, jalur penghubungnya cuma ada 1 saja. Sudah begitu, jalur penghubung kedua kabupaten termasuk \u201cred flag\u201d karena terlalu sering macet. Ya betul, yang saya maksud adalah jalur <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-terbuka-untuk-dinas-pu-jatim-perbaiki-jalan-di-alas-gumitir-secepatnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Gunung Gumitir<\/a> yang tulisannya pernah saya bahas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mami Setyowati, kawan saya yang berasal dari Genteng, Banyuwangi, mengeluhkan hal kusutnya jalur Gunung Gumitir. Dulu sempat ada sebuah harapan ketika muncul kabar proyek ambisius bernama Jalur Lintas Selatan (JLS) di pesisir pantai selatan Jawa Timur. Katanya, JLS itu akan menghubungkan 2 kabupaten ini via Kecamatan Puger di Jember ke arah <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stasiun-glenmore-banyuwangi-menyingkap-kenangan-dan-potensi-yang-terlupakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Glenmore<\/a>, Banyuwangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, impian itu harus pupus. Sebab, sejak akhir 2021, proyeknya telah terhenti hanya sampai di Pantai Puger. Meninggalkan impian penghubungan langsung dari Jember ke Banyuwangi yang masih belum terwujud. Setelah 2 tahun berlalu, proyek ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Impian alternatif penghubung Jember dan Banyuwangi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, pemerintah menggagas JLS sebagai solusi kemacetan di Gunung Gumitir. Ini adalah satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi. Sejak awal, banyak yang mengharapkan proyek ini akan mengurangi kemacetan dan mempercepat perjalanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maklum, pemerintah harus segera menyelesaikan isu kemacetan di Gunung Gumitir demi mempermudah perjalanan penduduk setempat. Jalur yang sempit dan selalu padat ini menjadi satu-satunya alternatif. Hingga saat ini, masih menjadi kendala kemacetan. Sayang, solusi JLS belum terwujud.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, banyak yang mengharapkan JLS bisa menjadi alternatif yang lebih cepat dan efisien menghubungkan Jember dan Banyuwangi. Selain itu, warga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/trans-jatim-transportasi-umum-terbaik-di-jawa-timur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Timur<\/a> mengharapkan JLS bisa meningkatkan pariwisata di pantai selatan. Maklum, potensinya yang belum tergarap secara maksimal.<\/span><\/p>\n<h2><b>Dampak terhentinya proyek JLS<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terhentinya proyek JLS memiliki dampak yang merugikan secara ekonomi. Bisnis lokal yang mengharapkan manfaat dari jalur baru ini terpaksa harus menunggu lebih lama. Selain itu, impian untuk meningkatkan pariwisata dan kecepatan akses ekonomi di jalur pantai selatan Jawa Timur juga harus tertunda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, <a href=\"https:\/\/dprd.jatimprov.go.id\/index.php\/berita\/7830\/terancam-mangkrak-dprd-jatim-sayangkan-penghentian-pembangunan-jls\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">proyek JLS berhenti di beberapa titik<\/a> yang progresnya belum mencapai tahap yang memadai, misalnya di Pansela, Jatim. Berbagai kendala, termasuk anggaran, hingga proses perizinan pemanfaatan lahan jadi penghambat. Data dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur Bali total 628,24 kilometer panjang JLS Jawa Timur yang sudah tergarap mencapai 337,6 kilometer atau setara 53,8%.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fyi, pemerintah sudah menggarap JLS sejak 2002. Artinya, hingga kini, setelah 21 tahun, jalur penghubung antara wilayah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi masih menyisakan berbagai kendala.<\/span><\/p>\n<h2><b>Harapan untuk masa depan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun terhenti, harapan masyarakat agar proyek JLS bisa segera selesai masih cukup besar. Besar harapan untuk pemerintah memiliki komitmen menyelesaikan proyek ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Utamanya untuk jalur penghubung antara Jember dan Banyuwangi, ya. Sebab, diakui atau tidak, JLS merupakan proyek infrastruktur yang bertujuan untuk menjadi solusi kemacetan di Gunung Gumitir. Apalagi, kendaraan dengan tonase besar juga menggunakan jalur ini padahal sempit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya harap tulisan ini bisa memberikan masukan bagi pemangku kebijakan. Selain itu, saya rasa, proyek JLS yang memakan waktu 21 tahun dan belum selesai akan sangat riskan bagi pemangku kepentingan. Semoga saja artikel ini bisa memberikan pandangan bagaimana jalur Puger-Kalibaru, penghubung Jember Banyuwangi, bisa selesai dan menjadi solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Anik Sajawi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jember-nggak-butuh-pajero-butuhnya-perbaikan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jember Nggak Butuh Pajero Baru, Butuhnya Perbaikan yang Menyeluruh!<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah 21 tahun pembangunan jalur Jember dan Banyuwangi tak kunjung selesai. Impian kami kandas karena mangkraknya mega proyek yang ambisius ini.<\/p>\n","protected":false},"author":2144,"featured_media":234375,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[6216,9519,2501,8794,20687,13873,985,12640,6060,7890],"class_list":["post-234340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-banyuwangi","tag-blitar","tag-jawa-timur","tag-jember","tag-jls-jawa-timur","tag-lumajang","tag-malang","tag-pacitan","tag-trenggalek","tag-tulungagung"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2144"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234340"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234340\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}