{"id":234298,"date":"2023-09-17T15:25:26","date_gmt":"2023-09-17T08:25:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=234298"},"modified":"2023-09-17T15:25:26","modified_gmt":"2023-09-17T08:25:26","slug":"kolom-komentar-postingan-parenting-tempat-istri-nyindir-suami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kolom-komentar-postingan-parenting-tempat-istri-nyindir-suami\/","title":{"rendered":"Dear para Suami, Inilah Alasan Istrimu Sering Menandai Akunmu di Kolom Komentar Unggahan Parenting  \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu jenis komentar yang sering kita baca, terutama di postingan seputar parenting, adalah komentar dari para istri yang ditujukan untuk suaminya. Komentar tersebut biasanya singkat, hanya terdiri atas 3 kata, tapi cukup intimidatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNih, Pah, baca.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jujur saja, saat menemukan hal semacam itu, saya kerap heran. Kenapa ya istri-istri ini men-tag akun suaminya? Maksud saya, suami istri ini masih tinggal satu atap, kan? Kalau memang postingan tersebut dianggap penting, kenapa tidak langsung ditunjukkan saja? Haruskah pake acara tag-tagan segala?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak, saya tidak menyebut kebiasaan tersebut sebagai suatu dosa. Selama yang di-tag akun suami sendiri, ya, sah-sah aja. Lain cerita kalau yang di-tag akun suami orang. Ngajak gelut itu namanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, apa sebenarnya alasan para istri demen men-tag akun suaminya di kolom komentar unggahan parenting?<\/span><\/p>\n<h2><b>Tak pandai bicara<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian boleh menyebut bahwa perempuan lebih banyak bicara daripada laki-laki. Tapi, tidak bisa digeneralisasi juga. Banyak loh perempuan yang tidak pandai dalam mengungkapkan secara lisan apa yang ada di pikiran dan hatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya jadi ingat. Dulu, di awal pernikahan, saya sempat bermasalah dalam hal komunikasi. Saya merasa tak terlalu pandai dalam mengungkapkan isi hati. Pasalnya, air mata saya pasti bakal jatuh duluan sebelum kalimatnya selesai. Akhirnya, setiap kali ada hal sensitif yang ingin saya sampaikan, saya sampaikan secara tertulis pada suami. Tapi, itu dulu. Sekarang sudah tidak. Wis khatam akutu. Penak diomongkan langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bisa jadi, alasan para istri men-tag suaminya saat ada postingan parenting itu ya seperti itu. Para istri ini merasa tak pandai untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka. Ditambah lagi, mereka juga tidak bisa jika harus menuliskannya. Akhirnya, ketika nemu postingan yang menurut mereka \u2018Ini loh yang aku pikirkan selama ini\u2019, mereka bakal langsung tag akun suami tercinta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan begitu, Bundsay?<\/span><\/p>\n<h2><b>Mencari dukungan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percaya nggak percaya, men-tag akun suami di postingan parenting adalah cara para istri untuk mendapatkan dukungan. Maksud saya gini. Saat membicarakan tentang pola asuh anak, tak jarang suami dan istri ini punya pandangan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, nih. Soal kebiasaan bermain game online.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi para istri, mungkin melihat anak bermain game online itu meresahkan. Sebaliknya, bagi si bapak, bisa jadi hal tersebut biasa-biasa saja. Malahan si suami memandang bermain game online seharian di rumah lebih baik daripada anak keluyuran nggak jelas di luar rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, ketika para istri ini berselancar dan menemukan postingan yang mendukung pandangannya, apalagi sumbernya dari para expert, jari istri ini langsung bergerak dengan kecepatan cahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nih, Pah, bacaaaa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bahan diskusi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian pasti pernah baca kisah pasangan suami istri di Jepang yang tidak ngobrol selama 20 tahun? Nah, peristiwa unik tapi nyata ini adalah bukti bahwa cari bahan diskusi itu susah. Saya punya loh, temen yang kalau lagi jejer berdua sama suaminya, lebih banyak diem-dieman daripada ngobrol. Katanya, entah dia ataupun suami nggak ngerti mau ngobrolin apaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, dalam keyakinan saya, istri men-tag suami adalah cara istri untuk mencari bahan diskusi. Supaya, obrolannya nggak melulu \u2018udah makan belum?\u2019, \u2018mau makan apa?\u2019, sama \u2018lagi apa?\u2019.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Flat bener. Kalah sama Chitato.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, demi variasi obrolan inilah si istri men-tag akun suami. Jadi nanti pas ketemu, tinggal buka saja obrolan dengan kalimat, \u201cUdah baca yang Mama share belum? Menurut Papah gimana?\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Ikut-ikutan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan tidak mungkin, istri-istri yang men-tag akun suami di kolom komentar sebenarnya tidak punya alasan apa pun. Bukan karena merasa nggak pandai bicara, mencari dukungan ataupun mencari bahan diskusi. Namun, hal tersebut dilakukan semata karena ikut-ikutan saja. Biar kek yang lain gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam istilah psikologi, perilaku \u2018ikut-ikutan\u2019 ini dikenal dengan <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Bandwagon_effect\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bandwagon effect<\/a>. Yaitu\u00a0 istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena psikologi dimana seseorang cenderung mengikuti tren, gaya, sikap dan lain sebagainya karena melihat banyak orang melakukan hal yang sama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Nyindir<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, alasan mengapa para istri men-tag akun suami adalah karena sesungguhnya, si istri mau nyindir. Nyindir alus. Bab ini, sampeyan harus percaya sama saya. Bahwa begitulah cara main perempuan. Suka menyindir. Harapannya, yang disindir bisa peka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh, jika istrimu tiba-tiba nge-tag akunmu di postingan perkara pentingnya memberi hadiah pada pasangan, maka, itu berarti istri sampeyan minta dibelikan hadiah. Siapa tahu selama ini sampeyan lebih sering membelikan hadiah buat anak, tapi lupa belikan sesuatu buat istri. Hayolo, silakan muhasabah diri Anda.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, bagaimana? Sudahkah akun Anda di-tag istri di postingan parenting hari ini? Kalau belum, sekarang giliran Anda. Bagikan tulisan ini di medos, tandai akun istri tercinta, lalu kasih caption \u201cKamu nomer yang mana, Mah?\u201d<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/enaknya-jadi-suami-yang-bisa-masak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Enaknya Jadi Suami yang Bisa Masak<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cNih, Pah, baca.\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":613,"featured_media":234299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[20676,767,102,954,5087],"class_list":["post-234298","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-akun-parenting","tag-istri","tag-media-sosial","tag-parenting","tag-suami"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/613"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=234298"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/234298\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234299"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=234298"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=234298"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=234298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}