{"id":233921,"date":"2023-09-15T15:01:05","date_gmt":"2023-09-15T08:01:05","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=233921"},"modified":"2023-09-17T06:15:10","modified_gmt":"2023-09-16T23:15:10","slug":"jalan-semarang-demak-jalan-paling-bikin-emosi-di-jawa-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-semarang-demak-jalan-paling-bikin-emosi-di-jawa-tengah\/","title":{"rendered":"Jalan Semarang-Demak, Jalan Paling Bikin Emosi di Jawa Tengah"},"content":{"rendered":"<p><em>Jalan Semarang-Demak adalah jalan paling bikin emosi di Jawa Tengah. Ini saya nggak berlebihan, serius.<\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehebat apa pun pembangunan dan rancangan kota, akan tercoreng begitu saja ketika kondisi jalanannya jelek. Percayalah sama saya, jalan menjadi faktor terpenting pada zaman sekarang. Tak mengagetkan jika tuntutan orang-orang terhadap pemimpin, selain memperbaiki kesenjateraan dan menghilangkan korupsi, adalah perbaikan jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti perbaikan jalan yang terjadi setiap tahun di jalan Semarang-Demak. Selalu ada saja kegiatan perbaikan dan peninggian jalan setiap jalur ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lumrahnya, perbaikan itu tujuannya (dan harusnya bisa) menyelesaikan masalah yang ada di jalan tersebut. Masalahnya, untuk jalan Semarang-Demak ini, bukannya masalah selesai, tapi malah makin tak terkontrol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa? Ya karena masalahnya tak hanya di perbaikan, tapi memang disumbang banyak faktor.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penyebab utama kemacetan jalan Semarang-Demak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Semarang-Demak, bagi saya, adalah jalan paling bikin emosi di Jawa Tengah. Berlebihan? Ah nggak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita lihat dari kendaraan apa saja yang melewati jalan ini. Mulai dari sepeda motor, mobil, bus dan truk besar melintasi jalan ini. Sering terlihat truk pengangkut muatan barang perusahaan yang lewat. Apalagi kalau truk tersebut putar balik, dahlah, macet makin menjadi-jadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemacetan terjadi paling parah ketika jam berangkat kerja ataupun sepulang kerja. Bisa ditebak, jalan ini dipenuhi para pekerja. Seperti rekan kerja saya asli dari Semarang bekerja di Demak. Ada saja cerita macet dalam perjalanan berangkat dan sepulang kerja di kantor.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalan-semarang-demak-jalan-paling-bikin-emosi-di-jawa-tengah\/2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><em><strong>Baca halaman selanjutnya: Terkenal panas minta ampun&#8230;<\/strong><\/em><\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<h2><b>Panasnya nggak kira-kira<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan Semarang-Demak juga terkenal panasnya minta ampun. Ya nggak kaget sih, Semarang aja <a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/teknologi\/20210903162931-199-689437\/bmkg-ungkap-sebab-semarang-panas-ekstrem-belakangan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">terkenal panas<\/a>. Seperti musim kemarau sekarang ini, panasnya minta ampun. Ditambah ada perbaikan jalan, wah, makin menjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya memang perbaikan jalan itu pasnya ya saat musim kemarau. Tapi tetep aja, nggak bisa memungkiri kalau panasnya mengganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah pohon-pohon yang biasanya ada di pinggiran jalan ini mengering. Perbaikan jalan Semarang-Demak memperparah kondisi ini. Padahal pohon di pinggir jalan itu punya fungsi yang vital. Seperti jadi peneduh, penyerap air, dan penguat tanah. Tapi gara-gara perbaikan, pohon-pohon tersebut malah dibuang. Gimana sih?<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengendara yang mendidih<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat dari jalan Semarang-Demak yang macet dan panas, bikin pengendara tidak sabar. Emosi jadi mudah tersulut, dan bikin suasana makin runyam. Saya rasakan sendiri ketika berkendara Semarang menuju Demak menggunakan sepeda motor rekan kerja. Setiap ada celah peluang untuk masuk, ada saja pengendara mobil menutup ruang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendara motor juga sama, saling sikut tidak mau kalah. Bahkan ada yang lewat trotoar jalan yang lumayan tinggi. Pengendara motor nekat naik ke trotoar tersebut dengan bantuan pecahan batu disusun miring.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya bisa mengelus dada, melihat keadaan seperti ini terlintas di depan mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri paham betul tentang niat perbaikan jalan Semarang-Demak ini. Maintenance jalan memang wajib dilakukan. Tapi, sebaiknya, tetap menghitung risiko dan efek-efek yang tidak diinginkan. Masak ya perbaikan jalan bikin macet? Kan ra mashok.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Danu Maskhuri<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-semarang-menyimpan-kenikmatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan Semarang-Demak adalah jalan paling bikin emosi di Jawa Tengah. Ini saya nggak berlebihan, serius saya.<\/p>\n","protected":false},"author":2350,"featured_media":234007,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9816,20645,7333,16579,4652],"class_list":["post-233921","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-demak","tag-jalan-semarang-demak","tag-panas","tag-perbaikan-jalan","tag-semarang"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/233921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2350"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=233921"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/233921\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/234007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=233921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=233921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=233921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}