{"id":233735,"date":"2023-09-14T14:20:13","date_gmt":"2023-09-14T07:20:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=233735"},"modified":"2023-09-14T14:21:23","modified_gmt":"2023-09-14T07:21:23","slug":"kawasaki-klx150-fitur-jadul-kualitas-mantap-betul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kawasaki-klx150-fitur-jadul-kualitas-mantap-betul\/","title":{"rendered":"Fitur Kawasaki KLX150 Boleh Jadul, tapi Perkara Kualitas, Mantap Betul!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawasaki memang bisa dibilang terlalu konservatif saat menelurkan seri KLX. Apalagi jika melihat para pesaingnya di kelas yang sama sudah lebih \u201cdi atas\u201d saat memberikan spesifikasi motor. Sebut saja Honda CRF 150L yang meski mesinnya belum memakai radiator, Honda bisa sedikit berbangga pas kebetulan papasan di lampu merah dengan Kawasaki KLX150 berkat pemakaian teknologi injeksi di sistem pencampuran bahan bakarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi jika Kawasaki KLX150 di-compare sama Yamaha WR 155R yang tak hanya sudah menyematkan mesin injeksi dalam sepotong motornya tapi juga sudah memakai pendingin cairan alias radiator. Harusnya, kalau peka, Kawasaki kudu ketar-ketir atau setidaknya, tidurnya agak nggak tenang melihat para kompetitor itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun faktanya, sampai saat ini, Kawasaki tetap santai \u2013 mungkin sambil menyeruput segelas es teh \u2013 menghadapi persaingan segmen motor off-road di kelas 150 dengan jenama KLX sebagai andalan. KLX150 yang mesinnya nggak pakai radiator sudah gitu masih pakai karburator. Terkesan jadul, kan? Memang.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Konservatif kadang nggak buruk-buruk amat<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam hal ini ternyata Kawasaki masih punya alasan atas sikap konservatifnya. Seperti pernyataannya di sela acara Kawasaki Bike Week 2023 di Pantai Festival Ancol, Jin Inoue selaku Direktur Presiden PT Kawasaki Motor Indonesia. Blio bilang, \u201cDengan sistem karburator, motor ini akan lebih mudah dalam perawatannya dan juga modifikasi. Dan karburator juga mudah diperbaiki sendiri terutama ketika terdapat masalah atau kerusakan ketika menghadapi medan ekstrem seperti saat trabas ke hutan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun, Kawasaki juga mengklaim lewat survei yang menghasilkan rerata konsumen KLX150 sudah senang dan nyaman dengan mesin karburator.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap ini mungkin muncul karena Kawasaki merasa jadi \u201cpioner\u201d di segmen yang memang membawanya bisa bertahan di sini. Dan mau gimana juga, faktanya, KLX 150 tetap diminati sampai sekarang. Bahkan peminat motor ini tak hanya sebatas yang hobi trabas. Lamat-lamat fungsionalnya beralih, merambah bagian lain. Sisi yang sebelumnya tak pernah disangka siapapun. Asmara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, Kawasaki KLX150 dari yang awalnya bermain di tanah, tak jarang digunakan untuk memainkan perasaan. Dan teman saya salah satu pelakunya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kawasaki KLX150 dipakai untuk mribik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kawasaki KLX150 nggak melulu dipakai menerabas lebat dan terjalnya jalan hutan, melainkan juga melibas betapa sulit dan terjal medan percintaan. Dan sejujurnya, teman saya nggak pernah membawa KLX150 miliknya trabasan. Malahan dia paling anti. Pemakaian KLX150 cuman berkutat pada cinta, cinta, yang tak jarang membuatnya nelangsa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seakan, di tangan dia, KLX150 hanya serupa perangkat yang memudahkan untuk menyandang gelar fuckboy seutuhnya. Begitu kira-kira stigma yang cukup lekat dengan Kawasaki KLX selain motor gangster.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran ban yang sebelumnya ring 21 inci bagian depan serta belakang 18 inci diganti dengan lingkar ban 17 inci plus memakai ban aspal. Sehingga kenyamanan boncengan jadi maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTahu nggak, tujuan penggantiannya biar wanita yang tak bonceng nyaman. Nggak geronjalan kayak naik kuda. Dan biar tampilannya jadi supermoto. Makin keren dan menarik perhatian lawan jenis, kan?\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin jadulnya Kawasaki KLX150 seakan nggak tersentuh, visualnya masih sama. Hanya saja di bagian karburator mendapat kebaruan. Dari standar pabrik yang masih memakai <a href=\"https:\/\/www.gridoto.com\/read\/223154592\/bikers-harus-tahu-ini-bedanya-karburator-vakum-dan-skep-di-motor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karburator tipe vacuum<\/a>, sekarang diganti merk PWK Keihin dengan ukuran ventury 26 mm.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Model karburator vakum memang kurang efisien dan sering error. Sebab, karet vakum sering bermasalah dan bikin kacau stasioner.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi teman saya ini, Kawasaki KLX150 semacam kesempurnaan tanpa cela. Mesin jadul, perlampuan masih bohlam, speedometer analog seakan bukan hal yang harus dinyinyirin. Dia tak masalah, dan hal itu nggak mengganggu proses mbribik yang kerap ia lakukan. \u201cKLX150 begini saja udah mantap Mas. Yang penting keren di mata wanita.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><b>Fitur jadul bikin urusan perawatan mudah<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi dia, dengan segala keminiman fitur, merawat KLX150 adalah kemudahan yang wajib disyukuri. Dia jelas enggan dipusingkan urusan motor, sebab urusan percintaan jelas lebih memusingkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMerawat mesin KLX150 itu mudah. Tinggal rutin ganti oli yang agak kental, biasanya pakai 20w 40. Nggak usah pakai oli-oli mahal, oli mineral saja cukup. Ini model mesin jadul, masih karburator dan jenis mesinnya SOHC pula.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDan semisal tarikannya brebet, cukup membersihkan filter udara dan busi. Biasanya sudah normal. Pokoknya rutin servis. Selebihnya tinggal jangan lupa nyuci motor dan pakai pengkilap bodi biar makin kinclong. Biar gebetan nggak malu pas dibonceng.\u201d Ujar dia sambil meneruskan moles bodi KLX150 yang meski sudah cukup berumur, desainnya tetap timeless.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah rutinitas nge-lap Kawasaki KLX150, lantas teman saya mengambil Hape untuk kemudian foto motornya. Tak lama, story-nya WA dia muncul gambar motor KLX150 dengan caption, \u201cBerdiam servis karbu, bergerak yang-yangan bersamamu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Edyan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa Kawasaki ingin menunjukkan bahwa motor yang bagus nggak melulu soal fitur canggih dan melimpah. Sebab yang tetap dibutuhkan konsumen adalah kemudahan dan kualitas build quality. Dan sudah jelas, penyematan fitur jadul, teknologi mesin sederhana ditujukan biar para peminang motor Kawasaki KLX 150 nggak dipusingkan soal maintenance.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Budi<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-kekurangan-klx-saat-digunakan-sebagai-motor-harian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">4 Kekurangan KLX Saat Digunakan sebagai Motor Harian<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kawasaki KLX150 semacam kesempurnaan tanpa cela. Fitur yang amat jadul seakan bukan hal yang harus dinyinyirin. <\/p>\n","protected":false},"author":1041,"featured_media":174181,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12903],"tags":[12722,20626,2135,20625,20627,15714],"class_list":["post-233735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-otomotif","tag-fitur","tag-karburator-vakum","tag-kawasaki","tag-kawasaki-klx150","tag-keihin","tag-motor-trail"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/233735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1041"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=233735"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/233735\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=233735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=233735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=233735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}