{"id":232930,"date":"2023-09-08T10:37:46","date_gmt":"2023-09-08T03:37:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=232930"},"modified":"2023-09-08T10:37:46","modified_gmt":"2023-09-08T03:37:46","slug":"bekasi-kota-satelit-penyangga-jakarta-yang-begitu-kacau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bekasi-kota-satelit-penyangga-jakarta-yang-begitu-kacau\/","title":{"rendered":"Planet Bekasi, Kota Satelit Penyangga Jakarta, tapi Sistem Transportasi Umumnya Begitu Kacau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada kota yang tiap saat dirujak, saya tak bisa memikirkan kota lain selain Planet Bekasi. Entah kenapa, selalu ada hal (aneh) baru yang muncul di kota ini, yang bikin orang-orang juga punya alasan baru untuk mengejek kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang paling sering ya, Bekasi dianggap bukan Bumi, alias planet tersendiri yang dianggap lebih dekat dengan matahari karena saking panasnya. Dari pengalaman pribadi, ketika berjalan dari rumah ke ATM (dekat rumah) wajib pakai sunscreen. Kalau nggak, bisa belang atau gosong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, menurut saya wajar jika ada hal yang dianggap tidak lumrah dari daerah ini. Sebab kacamata yang dipakai adalah kacamata orang kota, jelas akan susah mencerna. Dalam sejarahnya, Bekasi dijadikan sebagai kota satelit, daerah penyangga DKI Jakarta. Dan seiring berjalannya waktu, kota ini penduduknya berkembang pesat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun Bekasi mulai maju, ada permasalahan yang cukup mengganggu, yakni sistem transportasi umumnya kacau-balau.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Angkot di Bekasi begitu semrawut<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kira ini masalah yang tak eksklusif hanya ada di Bekasi, tapi kota lain pun punya. Masalahnya, kota-kota yang punya masalah ini, transportasi umumnya pasti kacau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Angkot adalah salah satu transportasi umum paling banyak dan terjangkau. Bahkan, bisa dibilang kalau ingin tau seberapa beres sistem transportasi suatu kota, liat gimana angkot dikelola. Dan perkara ini, Bekasi punya masalah yang serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun biayanya terjangkau, tapi pada realitasnya masih banyak ditemukan angkot-angkot yang bermasalah. Sopirnya ugal-ugalan dalam berkendara, suka \u201cgetok\u201d harga seenak jidat, angkotnya sudah tua dan seperti tidak laik pakai, suka ngetem sembarangan. Bahkan beberapa kali saya melihat sopir angkotnya masih di bawah umur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini bukti kalau sistem angkot di Bekasi masih semrawut karena sopirnya belum terstandardisasi dengan baik. Selain itu, di dalam angkot pun rawan terhadap pencurian barang-barang berharga. Kalau kita nggak hati-hati, bisa-bisa barang berharga kita bisa berpindah tangan.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Transportasi umum di Bekasi belum terintegrasi<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak kayak daerah tetangganya, Jakarta, yang sudah menerapkan sistem JakLingko, dan transportasi umumnya saling terintegrasi, di Bekasi sistem integrasi transportasi umumnya masih kurang baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Jakarta, transportasi umumnya bisa saling terintegrasi dengan baik, antara TransJakarta, angkot, MRT, LRT, KRL, dsb. Adanya integrasi transportasi umum ini tentu diperlukan warga karena bisa memudahkan dan nggak membuang-buang banyak waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebetulnya, Kota Bekasi punya transportasi umum bernama Trans Patriot, tapi masih banyak kekurangan, seperti nggak punya jalan khusus semacam jalur TransJakarta, rutenya terbatas dan tidak menjangkau seluruh area strategis Kota Bekasi, serta belum terintegrasi dengan baik dengan transportasi umum lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai saat ini, integrasi transportasi umum masih sebatas wacana, bersamaan dengan diresmikannya MRT Jabodebek. Tentu, adanya kabar ini membuat warga gembira karena hal ini bisa berdampak positif.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Transportasi umum penting untuk mengurangi polusi udara<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini, Kota Bekasi masuk ke dalam jajaran kota\/kabupaten di Indonesia yang memiliki kualitas udara yang buruk. Asap kendaraan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya polusi udara. Kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti bensin dan diesel, menghasilkan berbagai zat berbahaya saat kendaraan beroperasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini termasuk <a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/waspadai-keracunan-karbon-monoksida-yang-sulit-terdeteksi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">karbon monoksida<\/a>, nitrogen oksida, hidrokarbon, dan partikel-partikel kecil yang dapat mencemari udara yang kita hirup setiap hari. Faktor ini merupakan kontributor signifikan terhadap masalah kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kanker.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, perlu adanya upaya pencegahan dan penanggulangan untuk mengatasi hal ini. Banyak pakar yang menyatakan bahwa transportasi umum bisa mengurangi polusi udara. Salah satu alasan utama adalah bahwa transportasi umum bisa mengangkut banyak penumpang sekaligus, mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Dengan mengurangi jumlah motor atau mobil pribadi yang beroperasi, kita bisa mengurangi zat-zat yang menimbulkan polusi udara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, banyak sistem transportasi umum saat ini beralih ke teknologi yang lebih bersih. Seperti bus listrik atau kereta api yang menggunakan energi terbarukan. Hal ini membantu lebih lanjut mengurangi dampak transportasi terhadap polusi udara. Jadi, mendorong penggunaan transportasi umum adalah salah satu strategi penting dalam upaya mengurangi polusi udara, memperbaiki kualitas udara, dan menjaga kesehatan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Transportasi umum penting untuk mobilitas warga<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bekasi merupakan salah satu kota yang memiliki penduduk sangat banyak di Indonesia. Ditambah dengan banyaknya warga yang bekerja di Jakarta, membuat transportasi umum menjadi hal yang penting untuk mobilitas warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi umum adalah tulang punggung mobilitas warga Bekasi. Transportasi umum, seperti kereta komuter, bus, angkot, dan sebagainya membantu banyak orang bergerak dari rumah ke tempat kerja dan sebaliknya. Pentingnya transportasi umum di Bekasi bukan cuma sekadar kenyamanan, tapi juga untuk mengatasi masalah lalu lintas yang sering kali padat di kawasan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transportasi umum yang saling terintegrasi juga dibutuhkan untuk menghemat waktu dan tenaga orang-orang yang melakukan mobilisasi. Selain itu, adanya sistem integrasi transportasi umum yang baik bisa membantu kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu, pemerintah Bekasi mesti bekerja keras untuk membenahi dan meningkatkan layanan transportasi umum, termasuk mengintegrasikan dan melakukan standardisasi dengan baik. Semakin banyak orang yang beralih ke transportasi umum, semakin besar juga potensi pengurangan kemacetan dan polusi udara di kawasan ini. Jadi upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas transportasi umum di Bekasi menjadi penting dalam mendukung mobilitas warganya.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Raihan Muhammad<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/selamat-tinggal-bekasi-ternyata-semarang-lebih-indah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun Bekasi mulai maju, ada permasalahan yang cukup mengganggu, yakni sistem transportasi umumnya kacau balau.<\/p>\n","protected":false},"author":2215,"featured_media":165985,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2840,20525,2404],"class_list":["post-232930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-bekasi","tag-kota-satelit","tag-transportasi-umum"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2215"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=232930"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232930\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/165985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=232930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=232930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=232930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}