{"id":229863,"date":"2023-09-03T14:53:54","date_gmt":"2023-09-03T07:53:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=229863"},"modified":"2023-09-03T14:53:54","modified_gmt":"2023-09-03T07:53:54","slug":"orang-miskin-justru-susah-makan-nasi-pak-gubernur-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-miskin-justru-susah-makan-nasi-pak-gubernur-ntt\/","title":{"rendered":"Orang Miskin Katanya Banyak Makan Nasi? Salah, Orang Miskin Justru Susah Makan Nasi"},"content":{"rendered":"<div class=\"cleanViewRenderElement__NormalWidth-sc-49zo5-0 cleanViewRenderElement__Inset-sc-49zo5-3 lcQWTl gujdKI\" data-slate-node=\"element\">\n<div class=\"Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 UKgCi mt15 mb15\">\n<div class=\"TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 cTRAbI\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nasib orang di bawah garis kemiskinan memang tidak jauh-jauh dari kata pahit. Setelah beberapa tahun lalu viral istilah &#8220;orang miskin dilarang sekolah&#8221;, lalu &#8220;orang miskin harus banyak puasa&#8221;, lalu lanjut lagi dengan \u201ctanda orang miskin adalah banyak nasi\u201d. Yang bilang? Gubernur NTT, Viktor Laiskodat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duh, susah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski berdasar Bank Dunia, saya jelas bukan termasuk dalam kategori miskin. Tapi kenaikan harga yang menggila bikin banyak orang yang merasa miskin, meski jelas pendapatan mereka jauh dari kata itu. Dan mau tak mau, bikin kita banyak makan nasi agar tetap kenyang dalam waktu yang lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin, sebagian dari kita kadang-kadang banyak makan nasi. Itu pun masih ditambah lauk yang sama banyaknya. Apakah itu artinya kaya? Tidak. Sebab, kadang lauknya bukan lauk-lauk fancy. Seringnya ya, mi instan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sehat? Tidak, tentu saja, karena memang bukan kesehatan yang dicari, tapi bertahan hidup. Meski ya, kesehatan adalah unsur pertama bertahan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kita di sini tidak sedang bicara sehat atau tidak, tapi kondisi hidup.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Orang miskin justru nggak bisa makan!<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, ya. Misal, misal benar bahwa orang di bawah garis kemiskinan itu banyak makan nasi, itu bukan karena mereka suka. Itu karena, bisa jadi, mereka merayakan kalau mereka akhirnya bisa makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang perlu dipahami orang adalah, orang miskin itu justru nggak banyak makan nasi. Bisa makan saja udah syukur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka nggak memikirkan lauk. Mereka nggak memikirkan opsi makan. Mau mikirin gimana, orang makan aja belum tentu bisa. bisa makan bagi mereka bukan kepastian, tapi suatu prestasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini dulu yang harus dipahami. Alih-alih insult, bagi mereka \u201corang miskin banyak makan nasi\u201d itu malah jadi doa. Mereka berharap ejekan itu jadi nyata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tahu <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6873358\/gubernur-ntt-ciri-khas-orang-miskin-makan-banyak-nasi-dibanding-protein\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pernyataan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat<\/a> yang bilang tentang orang miskin makan nasi banyak itu memang tak pantas diucapkan. Seorang pemimpin harusnya tak perlu ngomong pandangan buruk seperti itu. tapi realitasnya memang pedih. Sepedih itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah susah makan, masih kena hujat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan saja orang miskin makan nasi banyak-banyak. Tidak usah diceramahi untuk memperbanyak protein, mau beli pakai apa? Biarkan juga mereka ribut tentang beras. Jika memang rakyat ribut tentang beras, tugas pemimpin lah untuk memastikan keributan itu selesai dengan cara yang tepat. Yak betul, sediakan beras untuk mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narasi orang miskin banyak makan nasi mungkin kurang tepat. Kalau menurut saya, mereka malah jarang makan nasi karena beras mahal. Sehingga mungkin tudingan-tudingan terhadap nereka perlu dikurangi. Lagi pula, miskin itu bukan pilihan siapa-siapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa juga yang ingin hidup miskin?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Woade Nurmuhaemin<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/orang-miskin-yang-sebenar-benarnya-miskin-adalah-kaum-marjinal-tanpa-ktp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Orang Miskin yang Sebenar-benarnya Miskin Adalah Kaum Marjinal Tanpa KTP<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><strong><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/strong><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernyataan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat yang bilang tentang orang miskin makan nasi banyak itu memang tak pantas diucapkan.<\/p>\n","protected":false},"author":2318,"featured_media":221569,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[18569,4467,429,20475],"class_list":["post-229863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-gubernur-ntt","tag-nasi","tag-orang-miskin","tag-pernyataan-kontroversial"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2318"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=229863"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229863\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/221569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=229863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=229863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=229863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}