{"id":229817,"date":"2023-09-04T10:19:07","date_gmt":"2023-09-04T03:19:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=229817"},"modified":"2023-09-04T10:19:07","modified_gmt":"2023-09-04T03:19:07","slug":"karawang-menyimpan-aib-goyang-karawang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/karawang-menyimpan-aib-goyang-karawang\/","title":{"rendered":"Aib Memalukan Karawang Adalah ketika Warganya Merasa Asing dengan Goyang Karawang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karawang yang indah itu, saya merasa, selalu ada jarak. Kebetulan saya suka berkelana. Dan, selama berkelana, mulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nasi-rames-populer-di-jawa-tengah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jawa Tengah<\/a> sampai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/esai\/pulau-jawa-lebih-nyaman-ketimbang-sumatera-utara\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumatera<\/a>, pasti ada yang menyinggung soal Goyang Karawang. Orang pasti mengenali Karawang dengan kata \u201cgoyang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang di sini momen ini saya merasa bodoh, sekaligus menjadi aib yang memalukan. Gimana, ya, saya, sebagai orang asli sini, justru nggak akrab dengan istilah \u201cgoyang\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu orang mana?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya orang Karawang.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebanyakan orang akan menyeletuk, \u201cOh, berarti bisa goyang dong?\u201d Sambil tersenyum, saya menjawab kalau tidak bisa. Kadang saya memikirkan hal ini begitu dalam. Dari sekian banyak julukan, orang paling mengenali kota ini sebagai kota per-goyang-an.<\/span><\/p>\n<h2><b>Akamsi yang tidak mengenali budaya sendiri: Goyang Karawang<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mirisnya adalah, saya, sebagai akamsi yang lahir di sini, sama sekali tidak akrab dengan \u201cGoyang Karawang\u201d. Saking minimnya pengetahuan saya, sah saja kalau banyak yang menganggap saya tidak tahu sama sekali. Sejak kecil hingga SMA, saya sama sekali tidak menerima pelajaran atau pengetahuan secara langsung soal per-goyang-an. Kadang saya merasa sedih karena menjadi aib bagi daerah sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang mengenal Goyangan Karawang sebagai rangkaian gerakan yang indah dan erotis. Tarian ini menggambarkan keseimbangan antara keanggunan, kecantikan, dan kekuatan. <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Goyang_Karawang_(seni_tari)\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Selain gerakannya yang indah, para penari selalu mengenakan kostum yang memikat<\/a>. Kostum tradisional kami memang penuh warna serta hiasan dan menjadi daya tarik visual yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<h2><b>Belum mendapat sentuhan yang lebih masif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai akamsi, saya pribadi merasa kalau pengenalan Goyang Karawang yang otentik masih belum masif. Padahal, ciri khas goyangan ini, baik dari gerakan sampai kostum sudah sangat ikonik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri baru mengenali warisan budaya ini dari sebuah artikel di Detik. \u201cSecara umum, Goyang Karawang adalah gaya menari rancak penari Karawang zaman dulu. Menurut para seniman, tarian Goyang Karawang diidentikkan dengan gerak pinggul penari perempuan yang cenderung erotis.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merasa tergelitik, saya mencari tahu lebih dalam. Salah satu literatur menyebutkan bahwa Goyang Karawang ini mulai terkenal pada periode 1970an. Dia yang mengenalkan goyangan ini bernama Itoh, seorang penari dari kesenian topeng banjet.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat itu, Itoh mewakili Karawang dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemprov Bandung. Menurut pengakuannya, Itoh mendapatkan juara satu dengan menampilkan tarian ronggeng. Goyangan itulah yang menjadi melegenda. Versi lain mengatakan kalau goyangan yang ikonik itu sudah ada sejak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-restoran-di-bandung-yang-terkenal-sejak-zaman-kolonial\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">zaman kolonial<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, menurut saya, kampanye mengenalkan goyangan ini ke anak muda bisa digalakkan kembali. Misalnya membuat acara baru menyusul Festival Goyang Karawang. MURI mencatat acara ini sebagai festival dengan penari terbanyak, yaitu 17 ribu penari. Adalah Cellica Nurrachadiana, Sang Bupati, yang menjadi penggagas.<\/span><\/p>\n<h2><b>Menjaga budaya, melestarikan keindahan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, banyak hal yang mengancam budaya sendiri. Misalnya mulai dari globalisasi, urbanisasi, sampai perubahan sosial. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan budaya Goyang Karawang agar tidak punah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu cara untuk melestarikan warisan budaya ini adalah dengan mendukung program pendidikan budaya di sekolah lokal. Tujuannya adalah mengenalkan anak-anak pada keindahan dan makna Goyang Karawang. Kita harus bisa mendorong generasi muda untuk belajar karena mereka yang akan melanjutkan tradisi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendukung seniman lokal dengan mengadakan pertunjukan atau kompetisi seni yang melibatkan komunitas juga bisa menjadi strategi. Terakhir, melakukan pengarsipan dan dokumentasi untuk menjaga rekam jejaknya bagi generasi mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melestarikan budaya Goyang Karawang adalah tanggung jawab bersama. Lewat upaya bersama, kita bisa menjaga keindahan dan makna budaya supaya tetap hidup dan berkembang. Jangan sampai ada lagi orang Karawang seperti saya yang nggak kenal dengan budaya sendiri. Nanti jadi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aib-kota-karawang-titik-nadir-pertanian-di-kota-lumbung-padi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">aib kota<\/a>, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Diaz Robigo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Yamadipati Seno<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/rute-krl-dibutuhkan-karawang-biar-nggak-iri-sama-cikarang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sebagai Orang Asli Karawang, Saya Sangat Iri Sama Cikarang<\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kadang saya merasa bodoh, sekaligus aib yang memalukan. Sebagai orang asli Kota Karawang, saya justru nggak akrab dengan istilah \u201cgoyang\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":1920,"featured_media":229922,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[20476,4777,5640,4776,18729],"class_list":["post-229817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-goyang-erotis","tag-goyang-karawang","tag-jawa-barat","tag-karawang","tag-kota-karawang"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1920"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=229817"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229817\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/229922"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=229817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=229817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=229817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}