{"id":229692,"date":"2023-09-02T09:50:11","date_gmt":"2023-09-02T02:50:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=229692"},"modified":"2023-09-02T16:24:45","modified_gmt":"2023-09-02T09:24:45","slug":"program-unggulan-tinggal-di-jerman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/program-unggulan-tinggal-di-jerman\/","title":{"rendered":"3 Program Unggulan yang Bisa Mengantarmu Tinggal di Jerman. Bekerja dan Belajar di Luar Negeri Bukan Hal Mustahil"},"content":{"rendered":"<p><em>Pengin tinggal di Jerman tapi merasa nggak pintar dan nggak kaya? Nggak usah khawatir, kalian bisa coba ikut tiga program berikut ini. Nggak sulit, kok.<\/em><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata Jerman? Negara yang terkenal dengan diktator kejamnya, Adolf Hilter? Tempat belajar presiden ketiga Republik Indonesia? Atau asal fisikawan terkenal dunia, Albert Einstein? Apa pun itu, Jerman terkenal sebagai negara maju yang terletak di jantung <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/eropa\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Eropa<\/a>. Banyak ilmuan dan seniman berasal dari negara ini dan cukup berpengaruh pada dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara tentang pendidikan di sana rasanya tak akan ada habisnya. Negara ini memfasilitasi bidang pendidikan dengan sangat bagus. Tak heran banyak orang yang mendamba-dambakan bisa tinggal di Jerman dan menuntut ilmu di negara ini. Atau, bahkan ada juga yang ingin bekerja di sini. Tapi, belajar dan bekerja di negara maju seperti Jerman rasanya agak mustahil kalau kita nggak pintar atau kaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ada yang mengatakan &#8220;nothing is impossible&#8221;, dan saya setuju dengan ini. Jerman sangat terbuka untuk warga negara asing. Pemerintah Jerman sendiri menyediakan berbagai program yang bisa diikuti semua warga asing yang ingin tinggal di negara mereka. Baik banget ya pemerintah Jerman?<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kebetulan kalian tertarik ingin tinggal di Jerman, saya akan spill program apa saja yang menjadi unggulan warga asing untuk bekerja dan belajar di sini. Persyaratan tiap program pun nggak rumit karena negara ini nggak memandang batasan usia, background pendidikan, atau ras dan golongan. Iya, semua orang punya kesempatan yang sama dan bisa mencobanya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><strong>3 Program unggulan tinggal di Jerman<\/strong><\/h2>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><strong>#1 Au Pair<\/strong><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian suka bermain dengan anak-anak, program ini wajib kalian coba. <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/au-pair\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Au Pair<\/a> memberikan kalian kesempatan untuk mengenal budaya serta meningkatkan keterampilan berbahasa Jerman dan dapat diikuti oleh anak muda berusia 18-26 tahun selama 10-12 bulan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, konsep Au Pair adalah tinggal bersama sebuah keluarga angkat di suatu negara. S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ebagai balas jasanya, kita akan bertanggung jawab untuk mengurus anak di keluarga itu ketika orang tuanya sedang bekerja. Kita akan bermain, membantu tugas sekolah, menjemput sekolah, menyiapkan makanan ringan, dll. Bisa dibilang kita memainkan peran sebagai kakak angkat yang mengurus adik ketika orang tua sedang bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terus, apa dong yang bakalan kita dapatkan dari program Au Pair ini? Pertama, tentu saja kita bisa tinggal di Jerman. Kita dapat makan gratis alias biaya hidup bakal ditanggung keluarga angkat. Selain itu, kita juga bakal diikutkan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/bahasa-asing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> les bahasa<\/a> untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. Kita juga akan menerima uang saku sebesar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0280\u20ac. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa mengikuti program ini, kita hanya perlu memiliki kemampuan bahasa Jerman level A1. Itulah mengapa Au Pair jadi pilihan pertama banyak orang untuk bisa tinggal di Jerman.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><strong>#2 FSJ\/BFD\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">FSJ adalah singkatan dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.fsj-bfd.de\/freiwilligendienst?etcc_med=SEA&amp;etcc_par=Google&amp;etcc_cmp=BFD_FSJ_NRW_SL_RP&amp;etcc_grp=134674913218&amp;etcc_bky=fsj%20was%20ist%20das&amp;etcc_mty=b&amp;etcc_plc=&amp;etcc_ctv=583412826888&amp;etcc_bde=c&amp;etcc_var=Cj0KCQjwl8anBhCFARIsAKbbpySt-W3JUQ8T-_m6SDfOl7JhRXx3rMmJTmRraTesMZx4_y7hUX8-Ez4aAkM5EALw_wcB&amp;gclid=Cj0KCQjwl8anBhCFARIsAKbbpySt-W3JUQ8T-_m6SDfOl7JhRXx3rMmJTmRraTesMZx4_y7hUX8-Ez4aAkM5EALw_wcB\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Frewilliges Soziales Jahr<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Progam ini adalah progam kerja sosial atau sukarelawan alias volunteer untuk kalian yang berusia 18-26 tahun. Sementara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">BFD untuk yang berusia 27 tahun ke atas. Progam ini dapat diikuti hingga jangka waktu maksimal sampai 18 bulan. Lewat progam ini, kita bakal mendapat pengalaman mengenal budaya kerja dan budaya sosial di Jerman.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun namanya sukarelawan, bukan berarti kita bakal bekerja suka-suka tanpa imbalan. Kita akan menerima uang saku sebesar 400\u20ac-500\u20ac. Belum selesai sampai situ, kita juga akan mendapat fasilitas tempat tinggal di Jerman dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/asuransi\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">asuransi kesehatan<\/a>. Dan yang paling penting, setelah menyelesaikan masa FSJ\/BFD, kita berpeluang untuk bisa bekerja atau melanjutkan studi di sini.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Syarat mengikuti program FSJ\/BFD sedikit berbeda dari Au Pair. Kita dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa Jerman level B1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Maklum aja, seiring meningkatnya posisi pekerjaan, kualifikasi yang dibutuhkan juga jadi tinggi. Tapi itu juga bukan hal yang sulit untuk digapai kok asal kita punya kemauan kuat.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-weight: 400;\"><strong>#3 Ausbildung<\/strong><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Program unggulan warga asing yang ingin tinggal di Jerman adalah Ausbildung. Singkatnya, Ausbildung adalah progam vokasi di mana kita bisa bersekolah sekaligus bekerja dengan masa 3 tahun. Bidang studi yang bisa dipilih cukup beragam, misalnya Keperawatan, Gastronomi, Perhotelan, Logistik, Teknik, IT,\u00a0 Arsitektur, Asisten Dokter, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/guru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Guru<\/a>, dll. Semua bisa diikuti warga asing yang minimal lulus SMA\/SMK\/Sederajat.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tenang, nggak ada ujian khusus atau harus punya pengalaman dulu untuk bisa ikut Ausbildung. Tapi, kita harus bisa berbahasa Jerman minimal level B1-B2 tergantung jurusan yang kita pilih. Jadi, bisa dibilang semua orang memiliki kesempatan sama untuk bisa mengikuti program ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lulus Ausbildung, kita akan memperoleh gelar sebagai ahli profesi dan mendapat sertifikat kelulusan. Terus, berapa biaya pendidikan yang harus kita keluarkan? Nggak ada, Gaes. Sebaliknya, kita bakal dibayar oleh perusahaan tempat kita bekerja.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk gajinya masih terhitung gaji magang berkisar 800\u20ac-1200\u20ac. Tapi, uang segitu sudah lebih dari cukup jika dibandingkan uang saku dari dua program sebelumnya. Setelah lulus dan menjadi ahli profesi, barulah kita akan mendapat gaji utuh layaknya pekerja dengan total mencapai 2 kali lipat dari gaji sebelumnya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Tinggal di Jerman bukan lagi sekadar mimpi<\/strong><\/h2>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang sudah tahu kan kenapa banyak warga asing yang tertarik ingin tinggal di Jerman. Kebanyakan dari mereka memulai karier dengan mengikuti ketiga program di atas. Tak sedikit yang bisa melanjutkan studi mereka ke <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/universitas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">universitas<\/a> atau bekerja di perusahaan besar di Jerman. Bahkan, ada juga yang memutuskan untuk melanjutkan hidup di sini sampai tua, lho<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang ini belajar dan bekerja di negara maju seperti Jerman bukan lagi sekadar mimpi. Semua orang punya kesempatan sama dan semuanya pasti bisa. Selalu ada jalan buat orang-orang yang punya kemauan. Begitu juga dengan kalian. Tertarik ingin tinggal di sini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Aminatus Sholihah<br \/>\nEditor: Intan Ekapratiwi<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-hal-nggak-biasa-di-jerman-yang-bikin-orang-indonesia-kaget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hal-hal Nggak Biasa di Jerman yang Bikin Orang Indonesia Kaget: Selai Berry buat Cocolan Ayam sampai Anjing Boleh Masuk Metro<\/a>.<\/strong><\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_2_ads \">\n<div class=\"ads-wrapper align-center \">\n<div class=\"ads_code\" style=\"text-align: left;\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tinggal di Jerman nggak perlu harus pinter-pinter amat atau punya banyak uang, kok.<\/p>\n","protected":false},"author":1084,"featured_media":229725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13086],"tags":[10382,7050,6154,6156],"class_list":["post-229692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-luar-negeri","tag-au-pair","tag-eropa","tag-jerman","tag-kehidupan-di-jerman"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1084"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=229692"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229692\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/229725"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=229692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=229692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=229692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}