{"id":229476,"date":"2023-08-31T11:40:56","date_gmt":"2023-08-31T04:40:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=229476"},"modified":"2023-08-31T11:40:56","modified_gmt":"2023-08-31T04:40:56","slug":"kabupaten-pati-kota-pensiunan-yang-seakan-terlupakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabupaten-pati-kota-pensiunan-yang-seakan-terlupakan\/","title":{"rendered":"Punya Julukan Kota Pensiunan, Kabupaten Pati Justru Luput dari Rekomendasi Kota Pensiun Terbaik, Kenapa ya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membahas soal pensiun sepertinya menjadi topik yang tidak pernah habis diperbincangkan di berbagai kalangan usia. Alasannya tentu karena semua orang ingin menikmati hari tuanya. Buktinya, hampir di semua media menyuguhkan topik tentang rekomendasi daerah pensiun. Banyak orang yang berlomba-lomba memberikan masukan daerah mana yang cocok untuk dijadikan tempat menghabiskan masa senjanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tren tentang kota pensiun ini seketika mengingatkan saya dengan kota saya sendiri, yaitu Kabupaten Pati. Daerah yang ada di pesisir utara pulau Jawa ini tampaknya tidak pernah disebut sebagai salah satu rekomendasi kota yang nyaman untuk menghabiskan masa pensiun. Padahal, salah satu julukan dari Kabupaten Pati adalah Kota Pensiunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilihat dari nama julukannya saja, harusnya kota ini menjadi urutan teratas rekomendasi dari kota yang nyaman ditinggali setelah pensiun. Tapi kenapa ya justru wilayah ini malah terabaikan dari isi kepala orang? Sebagai seorang warga lokal, saya akan memberikan alasan kenapa Pati sebagai kota pensiunan justru luput dari ingatan orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Masa kejayaan yang sudah terlewatkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kita mengetik di Google \u201crekomendasi kota pensiun,\u201d pasti yang muncul adalah daerah-daerah yang terkenal dengan suasana kotanya yang tenang. Ya sebut saja Bali, Yogyakarta, Bogor, Solo, dan Malang. Selain suasana yang tenang, alasan lain kenapa daerah ini menjadi top search adalah karena kemudahan transportasinya. Misal nggak ada bandara ya minimal ada stasiun kereta atau terminal bus yang cukup mumpuni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kembali lagi ke Kabupaten Pati sebagai kota pensiunan. Saya membayangkan kalau tren kota idaman saat pensiun ini bisa saja pernah terjadi seabad yang lalu. Daerah penghasil ikan bandeng ini dulunya memang pernah menjadi pusat dari keresidenan yang bernama Keresidenan Pati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang nggak pernah skip pelajaran sejarah dan geografi, tentu sudah bisa membayangkan bagaimana ramainya sebuah daerah yang menjadi pusat dari wilayah keresidenan. Ada beberapa fasilitas penting yang dulunya pernah ada di kawasan ini. Di Kabupaten Pati dulunya ada stasiun yang terletak di pusat kota, ada pelabuhan di Juwana, dan pabrik gula Trangkil yang sudah berdiri sejak abad ke-18. Bisa dibayangkan, kan betapa menjanjikannya kota ini untuk menjadi daerah pensiun?<\/span><\/p>\n<h2><b>Julukan \u201ckota pensiunan\u201d yang membuat Kabupaten Pati semakin sepi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mudahnya akses dan banyaknya aktivitas di Kabupaten Pati pada masa kolonial membuat banyak orang akhirnya memutuskan untuk menjalani masa pensiunnya di daerah ini. Namun siapa yang mengira kalau perubahan zaman bisa mengubah wajah kota dengan drastis. Perlahan tapi pasti, banyaknya pensiunan yang menetap di Kabupaten Pati lambat laun mengubah suasana kota ini. Sistem keresidenan dihapus dan banyak fasilitas publik masa kolonial yang ditutup membuat kota Pati seperti kehilangan daya tariknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah lebih dari seabad, Kabupaten Pati menjadi daerah yang jarang dikenal orang-orang. Nggak perlu jauh-jauh pakai contoh orang Jakarta, wong orang Jawa Tengah saja masih ada yang nggak tahu di mana letak Pati. Akhirnya, julukan Kota Pensiunan semakin terasa dan membawa kesan kalau wilayah ini memang sepi, minim pembangunan dan akses transportasi antar-kota, dan terkesan kurang produktif. Selentingan \u201cmemangnya di Pati ada apa, sih?\u201d akhirnya menjadi satire yang tidak bisa disangkal lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking kuatnya stigma ini, pemerintah kabupaten sampai effort banget untuk membuat kesan kalau Pati bukan kota yang sepi. Bahkan Mantan Bupati Pati bahkan pernah terang-terangan mengatakan misi ini ke awak media. Ya memang terbukti sih, akhir-akhir ini memang cukup banyak event berskala provinsi maupun nasional. Sampai sebegitunya, lho!<\/span><\/p>\n<h2><b>Daerah lain yang nasibnya mirip dengan Kabupaten Pati<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain Pati, ada juga <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/purwokerto-purwakarta-purworejo-dilema-karena-nama\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kabupaten Purwakarta<\/a> yang terkenal dengan julukan Kota Pensiunan. Dulunya Purwakarta merupakan pusat dari keresidenan Karawang yang terkenal sebagai daerah lumbung beras dan teh pada abad ke-18. Tidak hanya itu, di Purwakarta juga pernah punya stasiun kereta api yang berdiri sekitar abad ke-19.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun berbeda wilayah, tampaknya kabupaten Pati dan Purwakarta mempunyai nasib yang mirip. Purwakarta pernah menjadi daerah yang cukup sepi dan kurang dilirik. Bahkan di tahun 2020 saja penduduknya tidak sampai satu juta jiwa dan menjadi kabupaten tersepi kedua di Jawa Barat. Tapi bedanya, sekarang Purwakarta menjadi daerah yang cukup masif pembangunannya dengan adanya proyek jalan tol dan memasifkan sektor pariwisata. Ya minimal Purwakarta sudah ada resto cepat saji seperti McDonald\u2019s dan <a href=\"https:\/\/www.starbucks.co.id\/store-locator\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Starbucks<\/a> berarti sudah lumayan ramai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah sekilas curhatan saya sebagai orang yang tinggal di Kota Pensiunan. Kalau lihat tren soal kota pensiun, saya jadi membayangkan bagaimana ya kira-kira keadaan Bali, Yogyakarta, Bogor, dan Magelang seabad ke depan? Ah sepertinya pemikiran saya jauh ke depan. Tapi melihat dari sejarah dan pengalaman saya dibesarkan di kota pensiunan, semoga ya kota-kota idaman untuk pensiun ini pembangunannya nggak mandeg dan terlupakan begitu saja di masa yang akan datang. Semoga.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Laksmi Pradipta Amaranggana<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-jadi-orang-pati-tempat-kelahiran-soimah-pancawati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Suka Duka Jadi Orang Pati, Tempat Kelahiran Soimah Pancawati<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dilihat dari nama julukannya saja, harusnya Kabupaten Pati menjadi urutan teratas rekomendasi dari kota yang nyaman untuk pensiun.<\/p>\n","protected":false},"author":1531,"featured_media":157230,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8557,4925,16551],"class_list":["post-229476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kabupaten-pati","tag-pensiun","tag-purwakarta"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1531"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=229476"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/229476\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/157230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=229476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=229476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=229476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}